Adi Wibowo Octavianto
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strukturasi Giddens dan Social Construction of Technology (SCoT) Sebagai Pisau Analisis Alternatif Penelitian Sosial Atas Teknologi Media Baru Adi Wibowo Octavianto
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6 No 2 (2014): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.55 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v6i2.417

Abstract

Artikel ini menawarkan alternatif kerangka konseptual penelitian terhadap teknologi komunikasi semisal teknologi media baru. Kerangka konseptual yang ditawarkan menggunakan cara pandang paradigma konstruktivis dimana teknologi dipandang sebagai produk konstruksi sosial. Social Construction of Technology (SCoT) adalah konsep yang dikembangkan Pinch dan Bijker (1984). Seiring waktu SCoT mendapat perhatian dari akademisi-akademisi lain serta mengalami perkembangan dan modifikasi. Pada artikel ini penulis mencoba menyandingkan penggunaan SCoT dengan pendekatan agen-struktur dari teori strukturasi Giddens. Kerangka konsep tersebut telah dicobakan dalam penelitian penulis di tahun 2011. Teknologi yang diteliti adalah teknologi media sosial, sementara agen yang dimaksud adalah pengguna media sosial, kemudian budaya komunikasi ditempatkan sebagai struktur sosial yang berperan sebagai konteks yang lebih luas. Kerangka konseptual seperti dijelaskan di sini terutama bermanfaat untuk menguraikan hubungan teknologi dan masyarakat serta menjawab pertanyaan bagaimana proses saling membentuk terjadi antara teknologi dengan perilaku sosial dalam masyarakat. Key words: Teknologi, Media Baru, Strukturasi, Social Construction of Technology, Konstruktivis, Giddens
Membangun Sikap Kritis Dan Selektif Anak-Anak Terhadap Tayangan Film/Televisi Di Indonesia Adi Wibowo Octavianto
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7 No 1 (2015): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1061.177 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v7i1.420

Abstract

Makalah ini merupakan ringkasan penelitian yang dilakukan penulis bersama dua rekan lain sekitar tahun 2009. Meskipun demikian isu literasi media dan pemberdayaan audiens rasanya masih relevan, apalagi melihat trend tayangan televisi dan film saat ini yang sedikit sekali cocok untuk anak-anak. Subyek penelitian adalah seorang siswi SD berusia 11 tahun High School Musical (HSM). Namun berbeda dengan teman-temannya, Alia tidak ikut tergila-gila mengumpulkan pernak-pernik bertema HSM, tidak pula ikut sampai Metode dan strategi dalam penelitian yang melandasi penulisan makalah ini adalah studi kasus intrinsik dari Robert E. Stake. Pemilihan informan dilakukan secara purposif, selaras dengan karakter model studi kasus yang digunakan. Peneliti melihat fenomena melalui sudut pandang paradigma konstruktivis. Sementara itu teori utama yang menjadi pisau analisis adalah teori resepsi model encoding-decoding dari Stuart Hall. Selain berisi ringkasan penelitian, penulis menambahkan data yang berkenaan dengan peran mediasi orang tua dalam membentuk resistensi anak terhadap tayangan media, khususnya televisi. Melalui makalah ini kita dapat melihat bagaimana model encoding-decoding Stuart Hall digunakan untuk menganalisis resepsi aktif tayangan film dan bagaimana faktor ekstrateks berperan dalam penentuan posisi pembacaan subyek terhadap isi teks. Penelitian ini mengungkapkan bahwa faktor ekstrateks disekitar Alia menghasilkan konsep diri yang kuat, keterbukaan pikiran, dan toleransi terhadap perbedaan, sehingga Alia dapat menempatkan diri sebagai pembaca aktif. Temuan penelitian diharapkan dapat bermanfaat sebagai panduan untuk mereplikasi faktor ekstrateks yang dibutuhkan dalam rangka membentuk perilaku kritis anak-anak ketika mengonsumsi media. Tentu saja ini penting mengingat televisi dan film sebagai bagian dari media massa merupakan perangkat yang cukup vital bagi penyebarluasan nilai-nilai budaya dan anak-anak sering kali dianggap sangat rentan terhadap pengaruh televisi dan film. Kata Kunci: literasi media, audiens media, encoding-decoding, Stuart Hall, televisi dan film.