Muhammad Fikry Anshori
Universitas Padjadjaran (Alumni)

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hacktivist pada Pergerakan Sosial Transnasional: Kampanye Anonymous melawan Jaringan Teroris Transnasional 2015-2016 Muhammad Fikry Anshori
Andalas Journal of International Studies (AJIS) Vol 8, No 2 (2019): Andalas Journal of International Studies
Publisher : Department of International Relations, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.541 KB) | DOI: 10.25077/ajis.8.2.165-185.2019

Abstract

Latar belakang artikel ini adalah aktivitas kampanye Anonymous melawan jaringan teroris transnasional. Kampanye tersebut perlu dibahas karena dilakukan oleh jaringan transnasional terhadap jaringan transnasional lainnya. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik pergerakan sosial transnasional dalam kampanye Anonymous melawan jaringan teroris transnasional. Konsep yang digunakan dalam artikel ini adalah pergerakan sosial transnasional dari S. Tarrow yang berfokus pada empat karakteristik yaitu kesempatan politik, struktur mobilisasi, kerangka tindakan kolektif, serta repertoar perlawanan. Dari hasil penelusuran artikel ini, diketahui kampanye Anonymous melawan jaringan teroris transnasional terdiri dari enam operasi yang dilakukan selama periode 2015-2016. Operasi tersebut dilakukan oleh enam kelompok peretas sebagai bagian dari Anonymous terhadap Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP) dan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) sebagai targetnya. Artikel ini menemukan Anonymous melakukan empat karakteristik pergerakan sosial transnasional dari S. Tarrow dalam enam kampanye terhadap jaringan teroris transnasional. Lebih lanjut, terdapat ciri khas tersendiri dari Anonymous sebagai aktor pergerakan sosial transnasional.
Balance of Threat of QSD toward China’s Presence in the South China Sea Muhammad Fikry Anshori
AEGIS : Journal of International Relations Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : President University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33021/aegis.v4i1.883

Abstract

AbstrakLatar belakang artikel ini adalah ekspansi China di Laut China Selatan serta pengaktifan kembali Quadrilateral Security Dialogue (QSD). QSD adalah pertemuan non-formal yang beranggotakan United States, Australia, India, dan Japan. Artikel ini berusaha untuk menjawab ‘Apa keunggulan yang dimiliki oleh QSD pasca pengaktifan kembali mereka untuk menghadapi kehadiran China di Laut China Selatan?’. Teori utama yang digunakan dalam artikel ini adalah Balance of Threat dari Stephen Walt. Hasil dari artikel ini memperlihatkan keunggulan yang dimiliki oleh QSD adalah lokasi geografis, sebagian besar sumber daya dan persenjataan, serta program latihan perang bersama dan modernisasi persenjataan. Keunggulan tersebut dapat digunakan QSD untuk menghadapi niat mengancam dari China dengan kehadiran mereka di Laut China Selatan.AbstractThe background of this article is the expansion of China in the South China Sea and the reactivation of the Quadrilateral Security Dialogue (QSD). QSD is an informal meeting with members from the United States, Australia, India, and Japan. This article seeks to answer 'What advantages does QSD have after their reactivation to face China's presence in the South China Sea?'. The main theory used in this article is the Balance of Threat from Stephen Walt. The results of this article show the advantages possessed by QSD is the geographical location, the majority of resources and weapons, as well as joint war training and weapon modernization programs. These advantages can be used by QSD to face the threatening intentions of China with its presence in the South China Sea.