Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi perencanaan yang dilakukan Pertamina dalam mengelola kampanye pemasaran sosial “Kobarkan Kebaikan”. Kampanye ini didasarkan pada situasi masyarakat yang terbelah akibat gejolak social sebagai dampak kampanye Pilkada DKI Jakarta pada tahun 2017 dan kampanye Pemilu Presiden dan Legislatif 2019 yang telah dimulai pada tahun 2018. Kampanye “Kobarkan Kebaikan” melalui televisi dan Youtube melahirkan materi-materi kampanye yang dibuat sendiri oleh masyarakat dan kemudian diunggah di Youtube. Berdasarkan teori ekologi media (MET), media secara langsung membentuk dan membangun budaya. Demikian juga dengan pemilihan media yang digunakan pada kampanye “Kobarkan Kebaikan”. Dengan menggunakan metode kualitatif, dan menggunakan model perencanaan Social Marketing Planning Primer (SMPP) dari Kotler dan Lee (2016), temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa kampanye “Kobar Kebaikan” mempunyai dampak positif dengan adanya engagement dan efek amplifikasi pesan yang disampaikan. Dari aspek perencanaan, kampanye ini belum dapat dikatakan berhasil karena belum memenuhi semua yang disyaratkan oleh model SMPP. Kata kunci: Pertamina, #Kobarkan Kebaikan, Pemasaran Sosial, kampanye sosial