Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBEDAAN PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI YANG DIBERI KMC DENGAN DURASI 1 JAM DAN DURASI KMC 2 JAM DI RUMAH SAKIT SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN KALIMANTAN TENGAH Angela Ditauli Lubis; Jenny Oktariana
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i1.1254

Abstract

Latar Belakang : Kelahiran BBLR merupakan penyebab kematian nomor dua pada bayi baru lahir usia 0-7 hari (Riset Kesehatan Dasar, 2013). Berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan angka kematian bayi (AKB) salah satunya adalah Perawatan metode kanguru. Kanggoroo Mother Careterbukti menurunkan resiko yang sering dialami oleh BBLR seperti infeksi neonatal, hipotermi, hipoglikemi dan menurunkan angka kematian bayi. Tujuan : Untuk mengetahui Perbedaan peningkatan berat badan bayi yang diberi KMC dengan durasi 1 jam dengan durasi KMC 2 jam di Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Kalimantan Tengah. Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperiment dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Populasi pada penelitian ini berjumlah 30 ibu yang memiliki bayi dengan berat badan lahir rendah yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol yang diberikan KMC selama 1 jam dan kelompok intervensi yang diberikan KMC selama 2 jam. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil : rata-rata berat badan bayi sebelum diberikan intervensi KMC yaitu 1680 ± 1763, dan rata-rata berat badan bayi setelah diberikan intervensi yaitu 2320 ± 2551. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan peningkatan berat badan yang diberikan KMC 1 jam dan 2 jam (p=0,00). Kesimpulan :  ada Perbedaan peningkatan berat badan bayi yang diberi KMC dengan durasi 1 jam dan durasi KMC 2 jam di Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Kalimantan Tengah
Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Perempuan Usia Subur Dalam Deteksi Dini Ca Serviks Angela Ditauli Lubis; Ayu Trisni Pamilih
Jurnal Borneo Cendekia Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v9i2.682

Abstract

Cervical cancer is the fourth most common cancer in women globally, with 64,000 new cases in 2020. In Indonesia, cervical cancer ranks second after breast cancer, with 36,633 cases accounting for 17.2% of all cancers in women. This case has a high mortality rate of 21,003 deaths accounting for 19.1% of all cancer deaths. The purpose of this study was to determine the factors that influence women's compliance with early detection of cervical cancer, including individual, social, and health service factors. This research is a quantitative research with analytical survey with cross sectional approach. Sampling using simple random sampling technique with a sample size of 112 respondents with inclusion criteria of women aged 25-50 years who have been married, willing to be respondents and can read and write well. Data analysis using descriptive frequency test, chi square test, and multiple logistic regression test. The results of this study obtained a relationship between age p value (0.000), education p value (0.104), occupation p value (0.002), parity p value (0.000), general health condition p value (0.018), distance to health facilities p value (0.006), knowledge p value (0.021), family support p value (0.011), and the role of health workers p value (0.000) with women's compliance with early detection of cervical cancer. The results of multiple logistic regression test obtained the most influential variable, namely age p value (0.045) with women's compliance with early detection of cervical cancer Based on statistical tests obtained the results of the most influential factor, namely age factor. The conclusion of this study is that it is hoped that this study can increase women's knowledge regarding cervical cancer screening.