Latar Belakang: Kondom adalah sarung karet tipis yang dimaksudkan untuk menutupi seluruh penis pada saat melakukan hubungan seksual. Pada ujungnya terdapat kantong kecil yang merupakan reservoir untuk menampung semen.Di Indonesia, data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 menunjukkan tingkat putus-pakai (penggunaan tak konsisten) kondom termasuk tinggi, yaitu sebesar 27%, terbesar ketiga setelah metode kontrasepsi lainnya. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsistensi penggunaan kondom pada wanita pekerja seksual di Yayasan Kusuma Buana Jakarta Selatan. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah wanita pekerja seksual dibawah naungan Yayasan Kusuma Buana pada bulan juli sampai dengan Agusus tahun 2020 sebanyak 30 orang dengan teknik purpove sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian: Pendidikan rendah 60%, pengetahuan baik 83,3%, Lama menjadi WPS kurang dari 1 tahun 53,3%, ketersediaan kondom 63,3%, dan mengalami kejadian konsistensi penggunaan kondom 60%. Hasil analisis bivariat diketahui bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,046), tidak ada hubungan signifikan antara pendidikan (p=0,171), lama menjadi WPS (p=0,073), ketersediaan kondom (p=0,279).Pengetahuan yang rendah berpeluang tinggi 8,500 tidak konsisten menggunakan kondom. Kesimpulan dan Saran: Faktor yang berhubungan secara signifikan dengan konsistensi penggunaan kondom adalah pengetahuan, sedangkan faktor yang tidak berhubungan signifikan adalah pendidikan, lama menjadi WPS, dan ketersediaan kondom. Diharapkan Yayasan Kusuma Buana dapat meningkatkan pelayanan kepada WPS lebih khusus terkait penyuluhan tentang kondom dan konsistensi penggunaannya. Kata kunci : Kondom, Wanita Pekerja Seksual