Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STUDI KEARIFAN LOKAL SASI KELAPA PADA MASYARAKAT ADAT DI DESA NGILNGOF KABUPATEN MALUKU TENGGARA Renjaan, Melissa Justine; Purnaweni, Hartuti; Anggoro, Didi Dwi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 11, No 1 (2013): April 2013
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.304 KB) | DOI: 10.14710/jil.11.1.23-29

Abstract

Kajian Pengembangan Desa Wisata Ngilngof Terintegrasi Renjaan, Melissa Justine; Abdullah, Rahmat; Putnarubun, Musa; Madilis, Fikih
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v5i2.7345

Abstract

Desa wisata Ngilngof telah dikenal melalui destinasi unggulannya yaitu pantai Ngurbloat dengan branding pasir terhalus di Indonesia dan mendapat pengakuan melalui MURI pada tahun 2022. Perkembangan desa wisata Ngilngof saat ini lebih berfokus pada pengembangan destinasi Pantai Ngurbloat, dilain sisi desa wisata Ngilngof memiliki 10 daya tarik wisata lainnya. Oleh karena itu perlu dilakukan pemetaan potensi desa dan menyusun roadmap pengembangan desa wisata Ngilngof secara terintegrasi. Tujuan penelitian ini untuk memetakan potensi desa wisata dan merumuskan skema pengembangan desa wisata Ngilngof yang terintegrasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan diskusi kelompok terfokus (FGD). Pendekatan tersebut dipakai untuk memfokuskan diskusi pada penyusunan skema pengembangan desa wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alur pengembangan desa wisata Ngilngof memerlukan 3 tahapan pengembangan meliputi tahap pertama yakni konektivitas dan penguatan tata kelola, kemudian tahap kedua meliputi tahapan transformasi dan inovasi serta tahapan yang ketiga yakni desa wisata Ngilngof berstandar internasioal. Hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa desa wisata Ngilngof dapat terintegrasi dengan desa–desa penunjang disekitar desa wisata Ngilngof melalui skema pengembangan terintegrasi.
Kesesuaian lingkungan wisata renang pada daya tarik wisata (DTW) Pantai Difur, Kota Tual Betaubun, Gilberth Gabriel; Serang, Abraham Ryzchkov; Jamlean, Yuni Muna; Renjaan, Melissa Justine
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v6i2.7299

Abstract

Evaluasi Kondisi Perairan Untuk Aktivitas Wisata Diving Di Pantai Lupus, Desa Labetawi, Kota Tual Rettob, Muhamat Kasim; Renjaan, Melissa Justine; Susanty, Ida I Dewa Ayu Raka
Rosenberg : Jurnal Rosenberg Teknologi Penangkapan Ikan Vol 1 No 2 (2023): Rosenberg: Jurnal Teknologi Penangkapan Ikan
Publisher : Prodi TPI Politeknik Perikanan Negeri Tual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas wisata selam saat ini menjadi aktivitas yang banyak diminati oleh wisatawan. Salah satu yang menjadi daya tarik dalam wisata diving adalah keindahan terumbu karang. Desa Labetawi merupakan desa yang terletak di pulau Dullah Utara memiliki potensi ekosistem terumbu karang, namun bentuk pemanfaatan perairan sampai saat ini hanya sebatas tempat mencari ikan bagi nelayan setempat, hal ini dirasakan kurang masksimal dalam memanfaatkan sumber daya alam yang sudah ada. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah belum diketahui area yang sesuai untuk aktifitas wisata diving di Pantai Lupus Desa Labetawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kawasan yang sesuai untuk aktifitas wisata diving di Pantai Lupus Desa Labetawi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei lapangan. Sedangkan metode analisis data menggunakan analisis kesesuaian wisata. Hasil penelitian menunjukan di perairan pantai Lupus desa Labetawi untuk kegiatan wisata diving termasuk dalam kategori sesuai (S2) hingga sangat sesuai (S1) presentase kategori sesuai pada (S2) terdapat pada stasiun 1 sebesar 74,074 dan stasiun 2 sebesar 74,074 sedangkan pada kategori sangat sesuai (S1) terdapat pada stasiun 3 sebesar 83,3. Sehingga dapat dakatakan bahwa ketiga stasiun direkomendasikan untuk wisata selam, sedangkan stasiun 3 merupakan stasiun terbaik untuk aktivitasi wisata selam.