This Author published in this journals
All Journal Sebatik
Maulita Maulita
Kemaritiman, Politeknik Negeri Samarinda

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DAMPAK IMPLEMENTASI GREEN SHIPPING PADA PERUSAHAAN PELAYARAN Maulita Maulita; Minarni Adham
Sebatik Vol 25 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.662 KB) | DOI: 10.46984/sebatik.v25i2.1469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Green Shipping pada industri Perkapalan dan Transportasi Laut Kalimantan Timur yang sesuai aturan International Maritime Organization yang dimuat dalam Marine Pollution Regulasi Annex VI. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data spesifikasi kapal TB. Rezky 27. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif yaitu mengolah data perhitungan jumlah konsumsi bahan bakar, menghitung faktor emisi, simulasi perhitungan penggunaan bahan bakar dan membandingkan biaya konsumsi bahan bakar. Hasil penelitian menemukan bahwa berdasarkan perhitungan konsumsi lima bahan bakar yang dapat digunakan kapal, bahan bakar LNG memiliki biaya konsumsi paling kecil dibanding bahan bakar lainnya namun ketersediaan LNG sebagai bahan bakar alternatif masih kurang untuk memenuhi kebutuhan industri pelayaran selanjutnya biaya konsumsi bahan bakar Solar dan HSFO (High Sulfur Fuel Oil) memiliki biaya yang kecil namun mengharuskan kapal menggunakan scrubber sehingga berdampak pada perusahaan pelayaran yang harus mengeluarkan biaya investasi untuk pembelian Scrubber. Penggunaan bahan bakar methanol sebagai bahan bakar alternatif karena ramah lingkungan dapat digunakan di industri pelayaran namun diperlukan modifikasi dan penyesuaian pada mesin kapal sehingga berdampak pada biaya yang harus ditanggung oleh perusahaan. Penggunaan bahan bakar LSFO (Low Sulfur Fuel Oil) berdasarkan perhitungan konsumsi bahan bakar memiliki biaya yang paling tinggi diantara bahan bakar lainnya namun bahan bakar ini adalah bahan bakar yang sesuai dengan aturan IMO.