p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sebatik
Dhiu Margaretha
Bimbingan Konseling, Universitas Katolik Widya Mandira

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KINERJA GURU BIMBINGAN KONSELING DI KOTA KUPANG MENURUT PERSEPSI KEPALA SEKOLAH Dhiu Margaretha; Maria Erlinda; Yohanes Demon Doni
Sebatik Vol 25 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.363 KB) | DOI: 10.46984/sebatik.v25i2.1651

Abstract

Kinerja guru bimbingan konseling adalah bentuk hasil kerja yang dicapainya dalam melaksanakan penugasan yang dibebankan kepadanya, baik secara kualitas maupun kuantitas, yang dilaksanakan selama periode waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja guru Bimbingan Konseling (BK) menurut persepsi kepala sekolah sebagai pemimpin, manajer, dan supervisor terhadap semua kegiatan yang dilaksanakan oleh warga sekolah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diembannya. Desain penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis survey. Penentuan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 65 orang kepala sekolah pada Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Kupang. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen kuesioner, dan dianalisis dengan menggunakan persentase. Hasil penelitian ini adalah kinerja guru bimbingan konseling secara umum tergolong cukup (55%). Jika dilihat per-aspeknya, maka kinerja dalam perencanaan dan pengembangan program, cukup (58%), pelaksanaan layanan-layanan BK, cukup (55%), serta evaluasi dan tindak lanjut, cukup (63%). Hal ini menunjukkan bahwa menurut pengetahuan, pemahaman, keyakinan, perasaan, dan tindakan kepala sekolah, kinerja guru bimbingan konseling masih berada pada kategori rata-rata, belum menunjukkan kinerja yang baik. Hambatan yang dialami adalah pada hampir 70% sekolah tidak ada jam tatap muka dengan siswa, guru BK sering dibebani dengan tugas-tugas lain di luar tugas pokoknya, kurangnya sarana prasarana yang menunjang pelaksanaan tugas seperti tidak ada ruang khusus bimbingan.
IDENTIFIKASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL TUTURAN PATA DELA MASYARAKAT NGADA DALAM UPAYA PENDIDIKAN KARAKTER Dhiu Margaretha
Sebatik Vol 26 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v26i1.1849

Abstract

Pendidikan karakter di Indonesia telah banyak dilakukan dengan berbagai pendekatan, tetapi masih jarang berlandaskan pada budaya dan kearifan lokal. Indonesia adalah negara yang kaya dengan budaya dan nilai-nilai lokal, sejalan dengan banyaknya suku, bahasa, adat istiadat, dan kebiasaan hidup. Pata Dela adalah kearifan lokal etnis Ngada, yang mengandung nilai-nilai luhur yang perlu diidentifikasi dan dianalisis implikasinya dalam pendidikan karakter. Desain penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Penentuan subyek penelitian menggunakan teknik purposive sampling, dan informan adalah tokoh adat di Kelurahan Mangulewa, Kecamatan Golewa Barat Kabupaten Ngada NTT. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan studi literatur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam tuturan pata dela. Data dianalisis secara kualitatif dengan tahapan reduksi, display, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah tuturan Pata Dela mengandung nilai-nilai yang berisikan kewajiban dan larangan yang bermaksud mendidik individu untuk berperilaku baik (modhe), benar (molo), indah-bersih (bila), dan kudus-suci (milo), yang mempresentasikan nilai-nilai pendidikan karakter yaitu disiplin, toleransi, kerja keras, kreatif, mandiri, persatuan, kerja sama, kerendahan hati, menghormati hak orang lain, tanggung jawab, hemat, peduli sesama, dan peduli lingkungan.