Mery Christiana S
ProgramStudi Peternakan, Fakultas Pertanian Dan Peternakan Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KUALITAS BIBIT SAPI BALI PADA KELOMPOK TANI ‘SIDODADI’ DI KAMPUNG WADIO DISTRIK NABIRE BARAT KABUPATEN NABIRE Mery Christiana S
Jurnal FAPERTANAK : Jurnal Pertanian dan Peternakan Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Fapertanak
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.638 KB)

Abstract

Seleksi kualitas bibit adalah kegiatan pemilihan bibit dengan metoda pengujianberdasarkan data kualitatif yakni kondisi eksterior tubuh dan data kuantitatif meliputipengukuran dimensi tubuh dan penimbangan berat badan.namun gambaran tentang kualitasbibit yang didasarkan atas indikator kuantitatif khususnya terhadap ukuran dimensi tubuhbelum diketahui, sehingga perlu dilakukan penelitian tentang kualitas bibit ternak sapi denganmengikuti pedoman SNI 7355- 2008 tentang bibit sapi Bali, terutama pada sapi-sapi yangdibudidayakan oleh kelompok-kelompok pioner yang diarahkan sebagai kelompok pembibitternak sapi.Penelitian ini bertempat kelompok tani ‘Sidodadi’ di Kampung Wadio Distrik NabireBarat Kabupaten Nabire. Menggunakan metode deskritif dengan teknik pengamatanterhadap karakter kualitatif yaitu kondisi eksterior tubuh serta pengukuran dimensi tubuhsampel bibit sapi terpilih serta wawancara dengan peternak anggota kelompok.. Dimensitubuh sapi yang diukur dan dibandingkan meliputi panjang badan, tinggi gumba (pundak) danlingkar dada.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sapi bibit yang ada pada kelompok tani‘Sidodadi’ untuk masing-masing kategori bibit yaitu bibit sapi induk, calon induk, pejantandan calon pejantan sebagaimana tertuang dalam tabel sebagai berikut : Keterangan : PB : Panjang Badan TG : Tinggi Gumba LD : Lingkar Dada
ANALISIS USAHA TERNAK AYAM BROILER DI PETERNAKAN AYAM SELAMA SATU KALI MASA PRODUKSI Mery Christiana Simanjuntak
Jurnal FAPERTANAK : Jurnal Pertanian dan Peternakan Vol 3 No 1 (2018): Jurnal FAPERTANAK
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.064 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan usaha ternak analisis ayam pedaging untuk satu kali periode atau masa produksi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yaitu data yang berupa angka – angka, yang terkait dengan aspek penerimaan (penjualan hasil produksi) maupun pengeluaran biaya – biaya selama proses produksi, baik biaya tetap seperti biaya penyusutan kandang dan peralatan, biaya pajak PBB dan lain - lain dan biaya tidak tetap (biaya vareabel) seperti biaya sarana produksi (bibit ayam, pakan dan obat – obatan), biaya tenaga kerja, listrik, biaya bahan litter dan lain – lain. Komponen penerimaan dan biaya pengeluaran ini akan digunakan untuk menghitung pendapatan atau keuntungan dalam usaha ternak ayam pedaging. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisa secara deskriptif untuk menggambarkan keadaan usaha dan karakteristik peternak, komposisi biaya produksi, penerimaan dan pendapatan usaha peternakan ayam pedaging. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa usaha peternakan ayam pedaging milik Bapak Jhon Pekey dengan skala usaha 300 ekor memberikan keuntungan atau pendapatan yang cukup besar yaitu 3.648.515,- (tiga juta enam ratus empat puluh delapan ribu lima ratus lima belas rupiah) per periode produksi selama 1½ bulan. Tingkat pendapatan ini jauh lebih besar dibandingkan suku bunga simpanan bank sekitar 0,75 % per 1½ bulan (suku bunga simpanan bank sekitar 6 % per tahun).
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KEMANGI (Acimum spp) DALAM PAKAN TERHADAP PERFORMANS AYAM BROILER Estepanus Landra Sukaharto Tumba; Mery Christiana Simanjuntak
Jurnal FAPERTANAK : Jurnal Pertanian dan Peternakan Vol 4 No 1 (2019): Jurnal FAPERTANAK Jurnal Pertanian dan Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.13 KB)

Abstract

Ayam broiler merupakan jenis ayam ras unggul yang mempunyai sifat genetic tinggi khususnya dalam pertumbuhan. Perkembangan peternakan ayam broiler terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan karena selain pertumbuhannya yang cepat, dagingnyapun mempunyai cita rasa yang enak dan empuk serta harganya relatif terjangkau oleh masyarakat. Penggunaan tanaman herbal sebagai obat-obatan dalam medis saat ini mulai meningkat, yang terlihat dari banyaknya obat-obatan tradisional pabrikan yang beredar di pasaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun kemangi sampai dengan taraf 12 % terhadap performans ayam broiler. Penelitian ini di laksanakan selama 28 hari (4 minggu), mulai tanggal 10 Juni sampai dengan tanggal 08 Juli 2018 di kandang yang berlokasi di Kelurahan Morgo, Nabire. Penelitian dilaksanaan secara eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang diterapkan pada ayam broiler ini adalah penambahan tepung daun kemangi yang dicampurkan dalam pakan dengan taraf yang berbeda sebagai berikut : P0 = Tanpa penambahan tepung daun kemangi sebagai control, P1= Penambahan tepung daun kemangi 4% dari total kebutuhan pakan, P2 = Penambahan tepung daun kemangi 8 % dari total kebutuhan pakan, P3 = Penambahan tepung daun kemangi 12 % dari total kebutuhan pakan. Setiap perlakuan diulang tiga (3) kali, sehingga terdapat dua belas (12) satuan percobaan, dan setiap satuan percobaan terdiri dari tiga (3) ekor ayam sehingga jumlah keseluruhan ayam yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 36 ekor. Vareabel yang diamati dalam penelitian ini adalah performan produksi yang meliputi : Konsumsi Pakan, Pertambahan Bobot Badan, Konversi Pakan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa penambahan tepung daun kemangi ke dalam pakan tidak berpengaruh (P>0) terhadap konsumsi pakan antar taraf. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa penambahan tepung daun kemangi ke dalam pakan tidak berpengaruh (P > 0,05) terhadap pertambahan bobot badan (PBB). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan dengan penambahan tepung daun kemangi kedalam pakan tidak berpengaruh (P > 0,05) terhadap konversi pakan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan dengan penambahan tepung daun kemangi kedalam pakan tidak berpengaruh (P > 0,05) terhadap bobot karkas dan persentase karkas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung daun kemangi ke dalam pakan sampai dengan taraf 12% tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap performans produksi seperti konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan ayam pedaging.
PROSES PEMBUATAN SILASE PENYEDIAAN HIJAUAN PAKAN TERNAK BERKUALITAS DAN KONTINU SEPANJANG TAHUN GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TERNAK RUMINANSIA DI NABIRE PAPUA Mery C. Simanjuntak; Trijaya Gane Putra; Wardhana Wahyu Dharsono
Indonesian Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Development Vol. 3 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Developme
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/ijecsed.v3i1.98

Abstract

Seeing the livestock population in the Nabire district of Papua, it is necessary to prepare the feed properly. Lack of feed during the dry season can be overcome by utilizing the abundance of feed during the rainy season. The strategy is to increase the shelf life of the forage that will be prepared as forage for use in the dry season by preserving the forage. One type of forage preservation is "silage". With the direct practice method of making silage under the guidance of a facilitator from a Lecturer in the Animal Husbandry Study Program, Faculty of Agriculture and Animal Husbandry, Satya Wiyata Mandala University. Activities are divided into 3 namely Preparation, Work Practice and Closing. From the results of the practice by the participants, it was found that physically (organoleptic) the quality of the silage produced was of relatively good quality because of the smell or aroma, texture, presence of mold and color of the silage as follows: 1. The smell or aroma of the silage smells sweet and sour and is free of bad smell . 2. The texture is crumbly/clear, not mushy, not lumpy and not slimy. 3. Silage is not moldy. 3. The color is greenish (bright) and looks cooked like boiling