Nurlaila Susilawati Palenga
Universitas Satya Wiyata Mandala

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERSENTASE BOBOT KARKAS DAN LEMAK ABDOMINAL AYAMBROILER YANG DI BERI RAMUAN JAMU HASIL FERMENTASI MENGGUNAKAN EM-4 (Effective microorganisms-4) Nurlaila Susilawati Palenga
Jurnal FAPERTANAK : Jurnal Pertanian dan Peternakan Vol 3 No 1 (2018): Jurnal FAPERTANAK
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.148 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase bobot karkas dan lemak abdominal ayam broiler yang di beri ramuan jamu yang difermentasi menggunakan EM-4 (Effective microorganisms-4).Ramuan jamu yang digunakan adalah: kunyit (Curcuma longa Linn), temulawak(Curcuma xanthorrhiza Roxb) dan kencur(Kaempferia galanga Linn). Bahan ramuanJamu di ambil sarinya, dicampur dan difermentasi dengan EM-4 (Effective microorganisms-4).Penelitian di desain dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan diuji lanjut bila terdapat perbedaan antar perlakuan.DOC (day old chicken) sebanyak 100 ekor dibagi ke dalam 5 perlakuan dan 4 ulangan, yang setiap perlakuan terdiri atas 5 ekor dengan lama penelitian selama 42 hari.Perlakuan pada penelitian adalah penggunaan P0= 0 ml, P1= 20 ml, P2= 30 ml, P3= 40ml dan P4= 50 ml fermentasi ramuanjamu dalam air minum. Pakan basal adalah pakan lengkap produksi PT. Charoen Pokphand Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian fermentasi ramuan jamu menggunakanEM-4 (Effective microorganisms-4)memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap persentase bobot karkas dan lemak abdominal ayam broiler penelitian. Perlakuan yang memberikan hasil terbaik untuk persentase bobot karkas dan lemak abdominaladalah perlakuan P4 dengan penggunaan 50 ml fermentasi ramuan jamu dalam air minum. Kesimpulan darihasil penelitian ini bahwa penggunaan fermentasi ramuan jamu dalam air minum memberikan persentase karkas yang baik dan persentase lemak abdominalyang rendah pada ayam broiler.
EVALUASI KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK TIGA MEREK PAKAN KONSENTRAT AYAM PETELUR PADA TINGKAT DISTRIBUSI DI KOTA NABIRE Nurlaila Susilawati Palenga; Emanuel Dogomo; Seblum Indey; Ferdinan Dogomo; Rahayu Septyaning Mistina
STOCK Peternakan Vol 8, No 1 (2026): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v8i1.2076

Abstract

Pakan merupakan komponen utama dalam usaha ayam petelur karena berkontribusi lebih dari 60% terhadap total biaya produksi dan sangat menentukan produktivitas ternak. Selain kandungan nutrisi, mutu fisik pakan menjadi indikator penting yang memengaruhi penerimaan ternak serta mencerminkan kualitas selama proses distribusi dan penyimpanan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik organoleptik tiga merek pakan konsentrat ayam petelur yang dipasarkan pada beberapa toko pakan di Kota Nabire, Papua Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif-komparatif terhadap tiga merek pakan (P1, P2, dan P3). Pengujian organoleptik dilakukan oleh sepuluh panelis semi-terlatih menggunakan skala ordinal tiga tingkat berdasarkan empat parameter, yaitu warna, aroma, tekstur, dan kontaminasi. Data dianalisis secara deskriptif melalui perhitungan nilai rata-rata, simpangan baku, dan persentase penilaian panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel memiliki mutu organoleptik yang baik dengan nilai rata-rata warna 2,80–2,90, aroma 3,00, tekstur 2,80–2,90, dan kontaminasi 3,00. Parameter aroma dan kontaminasi memperoleh skor maksimum dengan tingkat kesepakatan panelis sebesar 100%, sedangkan warna dan tekstur menunjukkan variasi penilaian yang rendah dengan simpangan baku berkisar 0,32–0,42. Tidak ditemukan indikasi bau tengik, penggumpalan yang berarti, maupun kontaminasi berupa jamur, serangga, atau benda asing pada seluruh sampel. Dengan demikian, ketiga merek pakan yang dipasarkan di Kota Nabire memiliki karakteristik organoleptik yang relatif seragam dan memenuhi kategori mutu fisik yang baik. Hasil penelitian ini dapat menjadi informasi awal dalam pengawasan mutu fisik pakan komersial di tingkat pengecer, meskipun pengujian laboratorium terhadap kandungan nutrisi, kadar air, dan keamanan mikrobiologis masih diperlukan untuk memperoleh evaluasi kualitas pakan secara lebih komprehensif.