Presbikusis didefinisikan sebagai penurunan pendengaran yang berhubungan dengan proses penuaan. Audiogram menunjukkan gambaran penurunan pendengaran sensorineural kedua sisi telinga terutama pada nada tinggi. Kesulitan mendengar merupakan disabilitas kedua terbanyak yang dialami oleh lansia Indonesia dengan sekitar 30-35% populasi berusia 65-75 tahun mengalami presbikusis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dengan presbikusis di Kota Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain potong lintang yang dilakukan pada bulan Maret sampai Mei 2019 di Balai Perlindungan Sosial Provinsi Jawa Barat, Panti Jompo Dorkas, dan Panti Jompo Alamanda. Kriteria inklusi penelitian ini adalah seluruh penghuni dengan keluhan gangguan pendengaran dan kriteria eksklusi berupa penderita tuli kongenital. Hasil data penelitian berjumlah 135 orang dengan 87 perempuan (64,44%) dan 48 laki-laki (35,56%). Ditemukan presbikusis paling banyak pada perempuan (71,59%), berusia ≥65 tahun (57,95%) dengan gangguan sensorineural dan campuran (65,19%) derajat sedang (32,95%). Sebagian besar pasien mengeluhkan tinitus (68,18%). Simpulan penelitian ini adalah presbikusis lebih banyak ditemukan pada perempuan berusia ≥65 tahun dengan keluhan tinnitus dan gangguan dengar derajat sedang. Komorbiditas yang paling banyak ditemukan adalah hipertensi. Pada individu dengan faktor risiko, presbikusis dapat ditemukan lebih awal.Kata kunci: gangguan pendengaran; sensorineural; lansia; presbikusis