Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN CUCI TANGAN PERAWAT DAN BIDAN DI RUMAH SAKIT EMPAT LIMA Sutanta
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 10 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indicators of good health services, especially in hospitals, are low or no incidence of nosocomial infections. So that it is the obligation of every hospital to make preventive and promotive in an effort to prevent the occurrence of nosocomial infections in its services. One of the efforts to reduce nosocomial infections is to require and monitor compliance with the hand washing of health workers in the hospital work environment. Hand washing compliance certainly cannot be separated from the knowledge obtained by health workers. Nurses and midwives are one of the front lines in providing services in hospitals so that nurses and midwives. So that researchers are interested in examining whether there is a relationship between knowledge level and compliance with clean hand washing. This research is a quantitative study with a cross-sectional method with a sample of 30 respondents using the Kendal-tau statistical test. The result of this study is that there is a relationship between the level of knowledge and compliance with hand washing of nurses and midwives with a correlation of 0.01.Indikator pelayanan kesehatan yang baik khususnya di rumah sakit adalah rendahnya atau tidak adanya kejadian infeksi nosokomial. Sehingga hal ini merupakan kewajiban setiap rumah sakit melakukan upaya preventif dan promotif dalam upaya mencegah terjadinya infeksi nosokomial dipelayannnya. Salah satu upaya menurunkan infeksi noskomial adalah dengan mewajibkan dan memonitor kepatuhan cuci tangan tenaga kesehatan yang berada di lingkungan kerja rumah sakit tersebut. Kepatuhan cuci tangan tentunya tidak bisa lepas dari pengetahuan yang didapatkan oleh tenaga kesehatan. Perawat dan bidan adalah salahsatu garda terdepan dalam memberikan pelayanan di rumah sakit sehingga perawat dan bidan. Sehingga peneliti tertarik ingin meneliti adakah hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan cuci tangan bersih. Penelitian ini adalahpenelitian kuatitatif dengan metode croscectional dengan sampel 30 responden menggunakan uji statistic Kendal=tau. Hasil penelitian ini adalah ada hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan cuci tangan perawat dan bidan dengan hasil korelasi 0.01.
Vaksinator Vaksin Booster Covid-19 di Desa Metuk Mojosongo Boyolali Sutanta Sutanta
JOURNAL OF PHILANTHROPY: The Journal of Community Service Vol. 1 No. 1 (2023): Journal of Philanthropy, Januari 2023
Publisher : Samodra Ilmu: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The third dose vaccination program is held as a continuation of the primary vaccination. In addition, this booster vaccine is also an effort to restore decreased immunity and clinical protection in the population found based on the results of the sero survey. The implementation of the Covid-19 booster vaccine aims to accelerate the recovery of the immune system of all levels of society, especially in the village of Metuk Mojosongo. STIKes Estu Utomo as an educational institution implementing the Tri Darma of Higher Education dedicates nursing lecturers as co-19 booster vaccine vaccinators. This community service was carried out on Wednesday, July 13, 2021 at 09.00 – 1.00 WIB at the Metuk Mojosongo Boyolali village hall. This activity was attended by 250 participants, namely 177 women (71%) and 73 men (9%). Activities are coordinated by the head of the service team with the assistance of village officials and midwives. The activities in community service are in the form of a co-19 booster vaccine vaccinator. After being given a booster vaccination, 250 community members attended according to the plavon prepared by the Health Service. All participants underwent vaccination well, none of them experienced difficulties or disturbance from the participants.
HUBUNGAN FREKUENSI HIDROTERAPI (POLL THERAPY) DENGAN TINGKAT KEKUATAN OTOT PADA PENDERITA LOW BACK PAIN (LBP) DI UMBUL TLATAR BOYOLALI Sutanta Sutanta; Habid HUBUNGAN FREKUENSI HIDROTERAPI (PO Al Hasbi; Dwi Riyani
Jurnal Kebidanan VOLUME 13. NO.01, JUNI 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v13i01.457

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Low back pain (LBP) dapat menyebabkan pembatasan activity faily living beraktifitas. Terapi pada penderita LBP salah satunya adalah  latihan fisik di air yaitu berenang. Berenang akan memperkuat otot-otot sekitar tulang belakang, mengurangi tekanan dari tulang dan struktur statis lainnya di punggung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi berenang dengan tingkat nyeri pada penderita LBP. Metode: Metode penelitian survai analitik, pendekatan studi retrospektif.  Populasi penelitian adalah seluruh penderita LBP yang berenang di kolam renang Umbul Tlatar Boyolali sejumlah 41 responden. Teknik sampling penelitian menggunakan accidental sampling. Jumlah sampel 34 responden. Analisis data univariate dan bivariat menggunakan sperman rho. Hasil: Frekuensi berenang pada penderita LBP rutin dan tidak rutin masing-masing sebanyak 17 responden (50%). Mayoritas tingkat nyeri dalam kategori nyeri berat yaitu 12 responden (35,3%). Ada hubungan frekuensi berenang dengan tingkat nyeri pada penderita LBP diperoleh nilai p-value 0,0001<0,05. Correlation Coefficient -0,610 yaitu kekuatan hubungan sedang dengan arah hubungan negatif. Simpulan:  Ada hubungan frekuensi berenang dengan tingkat nyeri pada penderita LBP kekuatan hubungan sedang dengan arah hubungan negatif. Hasil penelitian diharapkan menjadikan masukan untuk melakukan terapi berenang dalam mengurangi nyeri penderita LBP.Kata Kunci : Frekuensi berenang, tingkat nyeri, low back pain (LBP).THE RELATIONSHIP OF SWIMMING FREQUENCY WITH PAIN LEVELS IN LOW BACK PAIN PATIENTS IN UMBUL TLATAR BOYOLALIABSTRACTBackground: Low back pain (LBP) may cause activity faily living restrictions. Therapy in low back pain (LBP) is one of them is physical exercise in the water, namely swimming. Swimming will strengthen the muscles around the spine, reducing pressure from the bones and other static structures in the back. This study aims to find out the relationship of swimming frequency with pain levels in low back pain (LBP) sufferers. Method : Analytical survey research method, retrospective study approach.  The study population was all sufferers of low back pain (LBP) who swam in the pool Umbul Tlatar Boyolali a total of 41 respondents. Research sampling techniques use accidental sampling. Sample number of 34 respondents. Analysis of univariate and bivariate data using sperman rho. Result: Swimming frequency in patients with regular and unre routine Low back pain (LBP) of 17 respondents (50%). The majority of low back pain (LBP) patients in the category of severe pain were 12 respondents (35.3%). There is a relationship of swimming frequency with pain levels in low back pain (LBP) patients obtained a p-value value of 0.0001<0.05. Correlation Coefficient -0.610 i.e. the strength of moderate relationship with negative relationship direction. Conclusion : There is a relationship of swimming frequency with pain levels in low back pain (LBP) sufferers of moderate strength relationship with negative relationship direction. The results of the study are expected to make input to do swimming therapy in reducing low back pain (LBP).Keywords : Swimming frequency, pain level, low back pain (LBP).
PENGARUH BRAIN GYM (SENAM OTAK) TERHADAP DAYA INGAT DAN KONSENTRASI BELAJAR SISWA MI TARBIYATUS SIBYAN KLITIKAN Sutanta; Ulfia Rizka Nur Amalia
Jurnal Kebidanan VOLUME 16, NO.01 JUNI 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v16i01.763

Abstract

Latar Belakang : Daya ingat dan konsentrasi belajar anak sangat berperan penting dalam dunia Pendidikan. Daya ingat dan konsentrasi belajar yang baik dapat mempengaruhi Tingkat prestasi pada anak. Namun tak jarang anak mudah mengalami penurunan memori dan konsentrasi belajar dikarenakan banyaknya materi yang harus dikuasai anak sehingga membuat otak menjadi cepat lelah dan bekerja kuarang maksimal, maka diperlukan kegiatan yang mampu merangsang kerja otak dan meningkatkan daya ingat serta konsentrasi belajar anak. Salah satu kegiatan yang mampu meningkatkan daya ingat dan konsentrasi belajar anak adalah senam otak. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam otak (brain gym) terhadap daya ingat dan konsentrasi belajar siswa MI Tarbiyatus Sibyan Klitikan. Metode : Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan one groub pre test-post test design. Sampel yang diambil berjumlah 42 dengan menggunakan metode purposive sampling. Instrument pada penelitian ini adalah menggunakan tes digit span forward backward dan kuisioner lembar observasi konsentrasi. Olah data dilakukan menggunakan SPSS untuk mendapatkan hasil uji Wilcoxon signed rank test. Hasil : Hasil analisis bivariat menunjukkan hasil yang signifikan terdapat pengaruh antara senam otak terhadap daya ingat dan konsentrasi belajar dengan nilai p 0,000 (p<0,05) yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima, maka ada pengaruh pemberian senam otak (brain gym) terhadap daya ingat dan konsentrasi belajar anak. Kesimpulan : Ada pengaruh antara pemberian senam otak (brain gym) terhadap Tingkat daya ingat dan konsentrasi belajar siswa MI Tarbiyatus Sibyan Klitikan Kata Kunci : Senam otak, Daya Ingat, konsentrasi Belajar
FORMULASI JUS DBOG PISANG KEPOK MUSA PARADISIACA L SEBAGAI JUS ANTIOBESITAS Sutanta sutanta; Habid Al Hasbi; Lailatul Badriah
Jurnal Kebidanan VOLUME 16, NO.02 DESEMBER 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v16i02.778

Abstract

Background: Food consumption is very easy to obtain and various types of packaging that do not pay attention to the nutritional content, causing obesity. Obesity is a problem that must be controlled immediately because it has bad impacts, including hypertension, diabetes mellitus, kidney failure and other diseases. Dbog Banana Kepok Musa Paradisiaca L is very easy to obtain in areas of Indonesia, especially in the fostered village area Metuk village. From the results of laboratory analysis of Dbog Banana Kepok Musa Paradisiaca L, triterpenoid compounds were obtained. Seeing these results, researchers are interested in conducting research on the effect of consuming Dbog Banana Kepok Musa Paradisiaca L on obesity. Objective: To determine the effect of consuming boiled Dbog Banana Kepok Musa Paradisiaca L on weight loss. Method: This study is a quasi-experimental study with a sample of 23 respondents. Data processing was carried out using SPSS to obtain the results of the Wilcoxon signed rank test. Results: The results of the bivariate analysis showed significant results that there was an effect of giving boiled Dbog Banana Kepok Musa Paradisiaca L on weight loss with a significance result of 0.001 (p <0.05) which means that HO was rejected and Ha was accepted Conclusion: There is an effect between giving boiled Dbog Banana Kepok Musa Paradisiaca L on weight loss Keywords: formulation, dbog Musa Paradisiaca L, antiobesity
HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI DENGAN INSOMNIA PADA LANJUT USIA LEBIH DARI 60 TAHUN Merlien Nofus; Sutanta .
Jurnal Kebidanan VOLUME 10. No. 02, DESEMBER 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v10i02.284

Abstract

Merlien Nofus1)  , Sutanta2)1) Program Studi S1 Keperawatan STikes Yogyakarta2)Program Studi Ners STikes Estu UtomoE-mail: delsynofus@yahoo.com. paksutanta@gmail.comABSTRAKLatar Belakang : Semakin meningkatnya jumlah lanjut usia di Indonesia setiap tahun, semakin meningkatnya pula resiko penyakit yang terjadi pada lanjut usia. Salah satunya adanya gangguan mental seperti depresi. Depresi dapat menyebabkan terjadinya insomnia pada lanjut usia. Kejadian insomnia dapat menyebabkan seseorang menjadi sedih dan susah tidur. Tujuan : Mengetahui hubungan tingkat  depresi dengan insomnia pada lanjut usia lebih dari 60 tahun. Metode : Penelitian ini termasuk survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 52 orang, sampel sebanyak 30 orang yang diambil dengan metode purposive sampling.  Instrument penelitian berupa kuisioner tertutup dan kuesioner yang digunakan adalah Geriatric Depression Scale dan Kuesioner Kelompok Studi Psikiatrik Biologik Jakarta (KSPBJ-IRS). Metode analisa data menggunakan korelasi Rank Spearman. Hasil : Sebagian besar lanjut usia lebih dari 60 tahun mengalami depresi ringan, sebanyak 22 orang (73,3 %) dan mengalami insomnia sementara sebanyak 21 orang (70 %).  Ada hubungan antara tingkat depresi dengan insomnia pada lansia yang ditunjukkan dari nilai korelasi Spearman Rank (ρ)  sebesar 0,384 sebesar = 0,384 dengan p value 0,036. Kesimpulan :  Ada hubungan yang signifikan tingkat depresi dengan insomnia pada lanjut usia lebih dari 60 tahun.Kata Kunci :  Depresi, Insomnia, Lansia  THE RELATIONSHIP OF BODY MASS INDEX WITH OF DYSMENORRHEA IN ADOLESCENT RELATIONSHIP OF DEPRESSION LEVELS WITH INSOMNIA IN THE AGE OF MORE THAN 60 YEARSABSTRACTBackground: The increasing number of elderly people in Indonesia each year, the higher the risk of diseases occurring in the elderly. One of them is a mental disorder such as depression. Depression can cause insomnia in the elderly. The incidence of insomnia can cause a person to become sad and have trouble sleeping. Objective: To find out the relationship between depression levels and insomnia in the elderly more than 60 years in. Method: This study included an analytical survey with a cross sectional approach. The study population was 52 people, a sample of 30 people were taken by purposive sampling method. The research instrument was a closed questionnaire and the questionnaire used was the Geriatric Depression Scale and the Jakarta Biological Psychiatric Study Group Questionnaire (KSPBJ-IRS). Data analysis method uses Rank Spearman correlation. Results: Most of the elderly over 60 years experienced mild depression, as many as 22 people (73.3%) and experienced temporary insomnia as many as 21 people (70%). There is a relationship between the level of depression and insomnia in the elderly  which is shown from the Spearman Rank correlation value (ρ) of 0.384 of = 0.384 with p value 0.036. Conclusions: There was a significant association of depression levels with insomnia in the elderly over 60 years.Keywords: Depression, Insomnia, Elderly