This Author published in this journals
All Journal MEDIA INFORMASI
Happy Marthalena Simanungkalit
Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Jl. Cilolohan no 35 Kota Tasikmalaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PIJAT BAYI TERHADAP PENINGKATAN FREKUENSI DAN DURASI MENYUSU PADA BAYI Happy Marthalena Simanungkalit
Media Informasi Vol 15, No 1 (2019): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.647 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v15i1.234

Abstract

Pemberian pijat bayi, akan memberikan stimulasi pada kulitnya sehingga terjadi potensial aksi pada sistem saraf, yaitu saraf simpatis dan saraf parasimpatis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan frekuensi dan durasi menyusu pada bayi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan jenis penelitian yang digunakan yaitu Quasi Experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi usia 1-6 bulan di PMB ā€œEā€ Kota Palangka Raya yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Uji statistik yang digunakan yaitu Uji Manova. Hasil penelitian rata-rata frekuensi menyusu pada bayi sebelum dipijat adalah 7.3 kali per hari dan rata-rata frekuensi menyusu setelah dipijat adalah 11.6 menit. Sedangkan, rata-rata durasi menyusu pada bayi sebelum dipijat adalah 21.50 menit per hari dan rata-rata durasi menyusu setelah dipijat adalah 39.00 menit. Hasil uji statistik frekuensi menyusu menunjukkan nilai p= 0,000 karena 0,05 maka H0 ditolak. Hasil uji statistik durasi menyusu diperoleh nilai p=0.002, karena hasil uji yang diperoleh 0.05 maka H0 ditolak. Hasil uji multivariat ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen pada semua variabel dependen, nilai p-value menunjukkan 0,05. Ada pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan frekuensi dan durasi menyusu pada bayi usia 1-6 bulan di PMB E. Saran bagi petugas kesehatan agar menjadikan terapi pijat bayi sebagai terapi alternatif dalam mendukung ASI eksklusif. Bagi masyarakat khususnya ibu menyusui agar rutin untuk melakukan pijat bayi minimal 2 kali seminggu agar kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi karena durasi dan frekuensi menyusu meningkat. Bagi peneliti selanjutnya agar mengembangkan penelitian dengan menggunakan variabel produksi ASI yang belum diteliti terkait dengan pijat bayi dan menyusui.