Sri Lestari
Balai Penelitian Kehutanan Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS FINANSIAL AGROFORESTRI KAYU BAWANG) DAN KEBUTUHAN LAHAN MINIMUM Dysoxilum Mollissimum Blume DI PROVINSI BENGKULU Bambang Tejo Pramono; Sri Lestari
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2013.10.4.211-223

Abstract

Salah satu jenis tanaman unggulan lokal penghasil kayu yang banyak ditanam pada lahan milik di Provinsi Bengkulu adalah kayu bawang (Dysoxilum mollissimum Blume). Masyarakat beranggapan penanaman kayu bawang pada lahan milik merupakan aset dan cadangan untuk kebutuhan mendesak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial agroforestri kayu bawang dan kebutuhan lahan minimum sehingga dapat memberi gambaran mengenai penanaman lahan milik dengan pola agroforestri kayu bawang dan tanaman tahunan yang menjadi pilihan masyarakat. Penelitian ini dilakukan di 5 (lima) desa di Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu dimana masyarakatnya banyak menanam pola campuran (agroforestri) kayu bawang. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis finansial. Analisis sosial demografi masyarakat dilakukan secara deskriptif kuantitatif, sedangkan Analisis finansial untuk mengetahui NPV, IRR dan BCR. Hasil penelitian ini sebagai berikut: Penanaman kayu bawang pada lahan milik masyarakat di Propinsi Bengkulu dilakukan dengan pola campuran dengan tanaman tahunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi seperti karet, kakao, dan sawit, pada tingkat suku bunga 11% dan 13 %didapatkan hasil bahwa pola-pola yang dikembangkan masyarakat layak secara finansial, pola penanaman agroforestri yang ada tidak peka terhadap perubahan harga dan volume produksi, kebutuhan lahan minimum penanaman campuran kayu bawang dan tanaman tahunan sekitar 0,34-1,01 ha per petani.
PENGUATAN AGROFORESTRI DALAM UPAYA MITIGASI PERUBAHAN IKLIM: KASUS KABUPATEN BENGKULU TENGAH PROVINSI BENGKULU Sri Lestari; Bambang Tejo Premono
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2014.11.1.1-12

Abstract

The crop management systems on land owned with agroforestry system in Bengkulu Province indirectly constitutes as a form of community participation to reduce greenhouse gasses emissions. Agroforestry can be used as one of the programs in the Regional Action Plan (RAD) in an effort to mitigate and adapt to climate change. Survey methods and interviews with the community who applied agroforestry system were used to know the main purpose of the community in developing agroforestry on their land and also to determine the attitude and knowledge of the community about the role of agroforestry in mitigation and adaptation to climate change. The results showed that most of people in Central Bengkulu Regency developed agroforestry system with two or more types of plants because this pattern ismore favorable in terms of subsistence, both short and long term. From the economic side, the community developed a timber plant with the main purpose as future savings. Meanwhile, in terms of the environment, agroforestry has an important role in protecting the flora and fauna, protecting the environment, and reduce global warming. However, still many of the members of the community who have not been aware of this. Therefore, the introduction of technology and dissemination of environmental issues to the public are needed to maintain public interest in the development of agroforestry in Central Bengkulu.