Priyo Kusumedi
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

POTENSI SENGON PADA HUTAN RAKYAT DI DESA PACEKELAN KABUPATEN WONOSOBO Priyo Kusumedi
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2005.2.1.103-114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya potensi hutan rakyat sengon yang ada di desa Pacekelan. Pcnelitian ini dilaksanakan di desa Pacekelan, kecamatan Sapuran, kabupaten Wonosobo, provinsi Jawa Tengah, mulai bulan Januari 2000 sampai April 2000. Data-data yang diperoleh dianalisis dengan mcnggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume actual standing stock rata-rata anggota kelompok sebesar I 06,661 m3. Volume actual standing stock seluruh anggota kelompok tani di desa Pacekelan adalah 14.825,58 m3 22.099,81 m3. Berdasarkan hasil pengukuran dari lahan tegalan responden, bahwa di desa Pacekelan setiap tahunnya dapat menghasilkan kayu sengon sebesar 2.965,12 m3 -4.419,96 m3 yang terdiri dari kayu bakar 296,51 m3 -441,99 m3 sedangkan kayu perkakas2.668,6 l m3-3.977,964 m3.
PEMETAAN PARTISIPATIF DI KHDTK BORISALLO Priyo Kusumedi
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2005.2.4.349-365

Abstract

Pemetaan partisipatif merupakan sebuah pendekatan yang telah menjadi sebuah kebutuhan lazim di berbagai kawasan hutan. Pendekatan tersebut dikembangkan dalam kerangka mewujudkan adanya pengelolaan sumberdaya alam yang Iebih menjamin pengembangan social forestry. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemetaan partisipatif yang melibatkan semua stakeholder dan peran masing-masing stakeholder dalam pemetaan partisipatif. Metode penelitian yang dipakai adalah ·RRA (Rapid Rural Appraisal), PRA (Participatory Rural Appraisal) dan input data spasial, interprestasi citra landsat, input data non-spasial pad a tabel atribut peta, pembuatan layout peta dengan software Arc View dari data spasial dan data non-spasial serta pembuatan peta digital. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptifkualitatif dan kuantitatif, serta sistem informasi geografis yaitu PC ArcNiew dan PC ARC/Info. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemetaan berlangsung melalui proses yang lama dari tahap inisiasi sampai pelaksanaan di lapangan sehingga didapatkan peta partisipatif penggarap lahan, tata batas panggarap lahan, tata batas kelompok tani, sebaran pemukiman serta peta tata guna lahan. Selain itu dalam pemetaan partisipatif harus ada pembagian peran dan tanggung jawab antar stakeholder untuk mendorong pembelajaran bersama dalam perkembangan pemetaan atau penyediaaninformasi keruangan yang akurat dan diakui oleh semua stakeholder.
KAJIAN KELEMBAGAAN MANGROVE DENGAN PENDEKATAN SOSIAL BUDAYA SETEMPAT Priyo Kusumedi
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2005.2.1.89-101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek-aspek tentang kelembagaan rehabilitasi mangrove berbasiskan masyarakat dan bahan formulasi kebijakan rehabilitasi mangrove dengan pendekatan sosial-budaya setempat. Metode penelitian yang dipakai mengikuti petunjuk teknis penelitian sosial ekonomi SSEKI, dengan pendekatan non survei, yaitu RRA. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara. Data. yang diperoleh dianalisis dengan metode: 1) Analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dan 2). Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelembagaan yang ada di lokasi penelitian bersifat keswadayaan (inisiatif masyarakat). Kelembagaan yang ada merupakan format organisasi yang modem, dengan struktur kepengurusan dan elemen organisasi yang sangat komplek, lengkap dan tertata rapi, serta didukung pranata hukum formal, baik legalisasinya maupun legitimasinya.Rekomendasi untuk pembuatan bahan kebijakan rehabilitasi hutan mangrove di masa mendatang, yaitu ; Perubahan cara pandang melalui kegiatan penyuluhan, sosialisasi, pendampingan kelompok tani yang intensif, berkelanjutan dan membangun kemitraan dengan pihak luar melalui mediasi lembaga terkait seperti PT maupun LSM serta pembuatankesepakatan dengan masyarakat tentang tata guna lahan, baik dengan penggunaan sistem hukum formal maupun penegakan aturan yang ada dalam masyarakat.