Fidelia Balle Galle
Balai Penelitian Kehutanan Palembang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MOTIVASI DAN KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI RUMAH TANGGA PENANAM POHON PENGHASIL KAYU PERTUKANGAN : KASUS TRADISI MENANAM KAYU BAWANG (Disoxylum molliscimum BL) OLEH MASYARAKAT KABUPATEN BENGKULU UTARA, BENGKULU Edwin Martin; Fidelia Balle Galle
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2009.6.2.117-134

Abstract

Secara umum pelaksanaan Pembangunan kehutanan selama dekade terakhir didasarkan pada komoditi kayu, dan informasi yang diketahui tentang bagaimana masyarakat dapat menerima jenis-jenis tersebut untuk ditanam secara tradisional sangat sedikit. Pengetahuan tentang motivasi dan ciri-ciri rumah tangga terhadap pertumbuhan jenis tradisional tersebut penting dalam pengembangannya dan penyempurnaan dalam pelaksanaannya. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi dengan karakteristik rumah tangga petani kayu bawang di kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Analisa data menggunakan metode chi-square untuk melihat hubungan antara karakteristik rumah tangga dengan tingkat motivasi penanaman pohon. Hasil analisis menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Bengkulu Utara mempunyai motivasi sedang sampai tinggi untuk menanam pohon; yang didorong oleh faktor ekonomi seperti kebutuhan konsumsi dan untuk persediaan kayu untuk kebutuhan di masa mendatang, perasaan puas terhadap usaha perkayuan sekarang dan keinginan untuk mempertahankan pohon, ii) motivasi yang tinggi untuk menanam pohon berhubungan dengan ukuran luas lahan petani; petani yang mempunyai lahan yang luas akan mendukung tanaman campuran dan tingkat pendidikan yang rendah dari kepala rumah tangga petani akan mempengaruhi kekonsistenan dalam pelaksanaan kegiatan. Berdasarkan hasil penelitian ini pembelajaran antar petani perlu dipertimbangkan sebagai usaha penyuluhan dalam pengembangan tanaman kayu.