Zulfahmi Lubis
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Pendidikan Islam: Konsep Planning Ditinjau dalam Ayat Al-Qur’an Asnil Aidah Ritonga; Zulfahmi Lubis; April Lidan; Erwinsah Putra; Syarifuddin Nasution; Yuliana Yuliana
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 1 (2022): February Pages 1-1600
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.564 KB) | DOI: 10.31004/edukatif.v4i1.2170

Abstract

Perencanaan adalah tahapan awal dalam implementasi fungsi manajemen pada suatu instansi/organisasi, termasuk lembaga pendidikan. Fungsi perencanaan sangat menentukan pencapaian target dan tahap awal pengukuran capaian. Al-Qur’an sebagai pedoman umat Islam, di dalamnya mengajarkan tentang bagaimana konsep utuh suatu perencanaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa konsep planning ditinjau dalam ayat al-Qur’an. Adapun metode yang digunakan yaitu studi deskriptif analitis, melalui pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi dan telaah ayat al-Qur’an. Selanjutnya, dianalisis menggunakan teknik reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil analisa diuji keabsahannya melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di dalam fungsi manajemen Islam, peran perencanaan sangat penting. Sebab, perencanaan merupakan langkah awal atau strategi yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Berbagai konsep perencanaan dijelaskan di dalam Al-qur’an, sehingga menjadi pedoman umat manusia untuk melakukan sebuah perencanaan dalam upaya mencapai target atau tujuan yang telah direncanakan. Setidaknya ada 3 (tiga) ayat yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu QS. Al-Hasyr: 18, QS. Al-Anfal: 60, serta QS. Al-Insyirah: 7.
Aliran Mu’tazilah Dalam Pemikiran Teologi Islam: Sejarah, Pemikiran, dan Implikasinya Terhadap Perkembangan Pemikiran Islam Fahmi Al Munawwar; Imamuddin Zenggi; Aldiansyah Pane; Zulfahmi Lubis
Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Amin Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : STAI AL-AMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54723/ejpgmi.v5i1.655

Abstract

The Mu’tazilah school is an Islamic theological movement that positions reason as the primary instrument for understanding religion, particularly regarding the reason-revelation dialectic, human free will, and divine justice. This study aims to examine the historical emergence of the Mu’tazilah, evaluate its core doctrines, and analyze its influence on Islamic theology. Employing a qualitative approach with a library research design, this study conducts text analysis on primary and secondary sources. The findings indicate that the Mu’tazilah emerged as a response to early Islamic theological-political conflicts, rigidly structured around five core principles (al-uṣūl al-khamsah): divine unity, divine justice, the promise and threat, the intermediate position, and enjoining good and forbidding evil. Scientifically, this rationalism contributed fundamentally to laying the methodological groundwork for systematic Islamic theology (ilm al-kalam) and philosophy. However, this research is limited by its broad library-based scope, which does not explore specific manuscript variations or the granular doctrinal shifts between the Basra and Baghdad factions. Therefore, future research is recommended to pursue comparative studies among internal Mu'tazilah figures and analyze the relevance of 'Neo-Mu'tazilism' to modern discourses. In conclusion, despite facing heavy criticism, Mu'tazilah's rationalism remains a resilient intellectual pillar in Islamic theology.