Okta Felinda Fatmi
Universitas Negeri Padang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Metode Sandiwara Boneka Terhadap Kemampuan Bercerita Anak di Taman Kanak-Kanak Okta Felinda Fatmi; Rakimahwati Rakimahwati
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2021): February, Pages 1-260
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v3i1.248

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan Metode Sandiwara Boneka Terhadap Kemampuan Bercerita Anak di Taman Kanak-kanak. Penelitian ini dikembangkan berdasarkan pada pentingnya berbicara dalam kehidupan. Kemampuan bercerita termasuk ke dalam salah satu komponen perkembangan bahasa. Kemampuan bercerita merupakan skill yang dimiliki oleh seorang anak untuk mengungkapkan perasaan melalui kata-kata dan ekspresi, sehingga anak dapat memberikan informasi kepada orang lain dan dapat memperkaya pembendaharaan kata anak. Selain itu anak akan terlatih berkomunikasi secara lisan dengan orang-orang yang ada di lingkungannya serta mengungkapkan pikiran atau pendapat yang dilakukan secara lisan agar bisa dipahami dan dimengerti oleh orang lain.  Kemampuan bercerita sangat penting di stimulasi sejak dini karena anak usia taman kanak-kanak sudah mampu berperan aktif dalam berkomunikasi. Anak yang mengalami kesulitan mengungkapkan gagasaan, berbcerita dan mengucapkan bunyi huruf membutuhkan stimulasi yang tepat agar kemampuan bercerita anak bisa berkembang sesuai usianya. Kemampuan bercerita dapat dikembangkan salah satunya dengan menggunakan penerapan metode sandiwara boneka. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah studi literatur. Hasil penelitian diperoleh bahwa penggunaan metode sandiwara boneka dapat mengembangkan kemampuan bercerita pada anak usia Taman Kanak-kanak dengan bantuan media boneka, selain membantu mengembangkan kemampuan bercerita anak juga mampu menstimulasi kemampuan motorik serta kognitif  anak yang kemudian  membuat anak tertarik, mudah mengingat kosakata baru, mampu menyebutkan bentuk dan bunyi huruf, melatih kemampuan menyimak serta menstimulasi anak untuk berfikir kemudian membuat anak bisa mengungkapkan pendapat yang terlihat dari cara berbicara