Syahril Syahril
UIN Imam Bonjol Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MOTIVASI BELAJAR DALAM PERSPEKTIF HADITS Syahril Syahril
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 3, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v3i2.532

Abstract

Islam mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu. Berkaitan dengan kewajiban tersebut banyak ditemukan maupun Hadits Nabi Muhammad SAW baik secara implisit maupun eksplisit yang memotivasi umat Islam untuk selalu belajar dan menuntut ilmu tanpa membedakan ilmu agama dengan ilmu umum. Motivasi tersebut dapat berupa ekstrinsik maupun intrinsik. Motivasi ekstrinsik dengan mengemukakan beberapa keutamaan belajar atau menuntut ilmu seperti orang yang menuntut ilmu akan dimudahkan jalannya ke surga, ditinggikan derjatnya dan sebagainya. Sedangkan motivasi intrinsik bahwa belajar harus didasarkan pada niat yang ikhlas untuk mendapatkan keredhaan Allah. Motivasi belajar menurut hadits ini sekaligus membedakan motivasi belajar menurut Islam dengan teori-teori belajar menurut teori-teori belajar Barat yang bersifat sekuler dan antroposentrik. Konsep motivasi belajar dalam Islam bersifat transendental dan teosentrik yang menempatkan posisi manusia pada posisi balance, bahwa belajar bukan hanya untuk kepentingan dunia semata, akan tetapi ilmu yang menambah keimanan dan ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya, sekaligus bermanfaat tidak hanya untuk kehidupan dunia, melainkan juga untuk kehidupan akhirat.
Sejarah dan Pemanfaatan Masjid Agung Inderapura sebagai Lembaga Pendidikan Islam di Kabupaten Pesisir Selatan Syahril Syahril; Enda Kurnia; Duski Samad
Tarikhuna: Journal of History and History Education Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/thje.v3i2.3449

Abstract

Artikel ini menjelaskan sejarah perkembangan dan pemanfaatan masjid Agung Inderapura yang merupakan masjid tertua yang terletak di Kenagarian Inderapura Tengah, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Masjid ini awalnya dinamakan dengan masjid Palupuh artinya masjid yang terbuat dari anyaman buluh bambu pada tahun 1819. Masjid ini didirikan oleh Tuanku Arifin merupakan Raja kedua dari kerajaan Inderapura. Seiring waktu kemudian masjid ini dijadikan sebagai Masjid Agung Inderapura sarana pendidikan Islam di  nama masjid Palupuh ini dengan nama masjid Agung Inderapura. Perkembangan Pembangunan Masjid Agung Inderapura terbagi menjadi tujuh periode. Keadaan masjid ini telah berubah dari model dan kontruksi awal dibangunnya, tercatat telah dilakukan tujuh kali renovasi bangunan masjid yang mana dua diantaranya merupakan perbaikan skala besar. Pada awal berdirinya masjid hanya dimanfaatkan sebagai sarana ibadah, namun setelah Masjid mengalami berbagai perkembangan tata kelola masjid mulai dimanfaatkan sebagai sarana dakwah dan pendidikan Islam bagi masyarakat Pesisir Selatan.