Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

POTENSI PENGEMBANGAN TANAMAN ASLI SETEMPAT DALAM SISTEM AGROFORESTRI: STUDI KASUS DI DESA T’EBA KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA, PROVINSI NTT (The Potential of Native Plants Development in Agroforestry System: A Case Study of T’eba Village, Timor Tengah Utara Regency, Nusa Tenggara Timur) Hery Kurniawan; Eko Pujiono
Journal Penelitian Kehutanan FALOAK Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Kehutanan FALOAK
Publisher : Balai Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpkf.2018.2.2.71-88

Abstract

Cendana (Santalum album Linn.), gaharu (Gyrinops veerstegii (gilg.) Domke) dan kayu papi (Exocarpus latifolia R.Br.) merupakan tanaman asli Nusa Tenggara Timur yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Desa T’eba merupakan salah satu desa di Kabupaten TTU yang memiliki sejarah potensi jenis cendana dan kayu papi. Sementara jenis gaharu merupakan jenis introduksi yang menunjukkan pertumbuhan cukup bagus di Desa T’eba. Sayangnya, potensi pengembangan ketiga jenis ini di Desa T’eba belum banyak diungkap dalam bentuk laporan penelitian atau publikasi lainnya. Melalui metode wawancara terstruktur dan survei lapangan,penelitian ini mencoba menganalisa potensi pengembangan tanaman asli tersebut dalam system agroforestri. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara umum potensi pengembangan untuk ketiga jenis ini dengan pola agroforestri adalah tinggi, terutama dilihat dari aspek kesesuaian lahan dan tingkat penerimaan sosial masyarakat, serta manfaat ekonomi yang akan diperoleh. Hasil ini dapat dimanfaatkan oleh pihak terkait dalam merumuskan rencana atau strategi pengembangan system agroforestry, terutama terkait dengan kebijakan pemilihan jenis tanaman.