Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIFITAS PEMBERIAN OBAT PENURUN PANAS PADA BAYI YANG DIBERIKAN IMUNISASI DPT DAN CAMPAK DI PUSKESMAS PEMULUTANKABUPATEN OGAN ILIR TAHUN 2020 Desy anggraini; Dwi Apriani
Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA (JKSP) Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32524/jksp.v3i2.219

Abstract

Immunization is an effort to provide protection for infants and children by inserting vaccines into the body sothat the body makes anti-substances to prevent certain diseases.The purpose of this study was to determine the effectiveness of giving hot medicine to infants who were givenDPT and measles immunization at Puskesmas Pemulutan Ogan Ilir Regency in 2020.This research is a quasi-experimental research with a pre-post-test group design design that is research conductedby dividing the subject into 2 groups, namely experiment and control. The first observation (pre-test) that allowsto test changes that occur after the treatment with a post-test by providing interventions to respondents who willtake action on health education related to the provision of heat medication to immunized children. Comparingbefore and after being given health education without a comparison group.It was found that the average of the control group after being given a heat retarding drug was 94.10, while theaverage of the treatment group after being given a heat retarding was 56.80 it can be concluded that there was asignificant difference with p 0.003 (p <0.05) , 5 ml compared with the control group. This means that theprovision of heat-reducing drugs with a dose of 0.5 ml after injection of immunization 2 hours afterwards greatlyaffects the body temperature of babies who are immunized DPT and Measles
HUBUNGAN PERAN IBU SEBAGAI PENDIDIK DALAM KEMAMPUAN KOMUNIKASI ANAK AUTISME USIA 4-5 TAHUN DI YAYASAN PEMBINAAN ANAK CACAT (YPAC) PALEMBANG Dwi Apriani
Masker Medika Vol 6 No 1 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Autisme adalah suatu sindroma dimana terjadi penyimpangan atau keterlambatan pada perilaku, komunikasi, dan interaksi sosial, sehingga anak autisme seperti hidup dalam dunianya sendiri, berbuat semaunya baik cara berpikir maupun cara berprilaku. Dalam perkembangan anak autisme, orang tua khususnya ibu memiliki peran yang paling penting khususnya sebagai pendidik dari aspek emosional, intelektual sosialisasi, dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Peran Ibu Sebagai Pendidik Terhadap Kemampuan Komunikasi Anak Autisme Usia 4-5 Tahun Di Yayasan Pembinaan Anak Cacat Palembang Tahun 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilakukan dengan teknik wawancara menggunakan alat bantu kuesioner kepada 30 responden dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2016. Hasil yang dapat diolah dan disajikan ke dalam tabel frekuensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara peran ibu sebagai pendidik dari aspek emosional dengan nilai p value 0,001, aspek intelektual dengan nilai p value 0,026, aspek spritual dengan nilai p value 0,004 dan tidak ada hubungan yang bermakna dari aspek sosialisasi dengan nilai p value 0,272. Untuk itu perlu diberikan informasi dan bimbingan kepada orang tentang pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan dalam membantu penanganan anak autisme. Serta diadakan dialog dengan pihak yayasan maupun ahli anak untuk membahas tentang perkembangan dunia autisme saat ini