Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELESTARIAN MOTIF BATIK OEY SOE TJOEN DENGAN TEKNIK DIGITALISASI PADA PROSES BATIK CAP Tengku Ghassany; Vera Vellina
Jurnal Titik Imaji Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Titik Imaji
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/titik imaji.v3i2.2531

Abstract

Kabupaten Pekalongan merupakan daerah produsen batik yang terkemuka terutama dari aspek bisnis, pada tahun 1999 omset batik Pekalongan Rp. 400 juta per hari (Kompas, Edisi Jumat 25 September 2009). Hal tersebut tidak luput dari perkembangan dan transformsi budaya dalam suatu daerah, dari hasil trasformasi budaya melalui proses akulturasi (Kuntjaraningrat, 1990), struktur masyarakat pekalongan pesisir memiliki ciri yang berbeda dari masyrakat pedalaman (Soekamto,1983), sehingga masyrakat Pekalongan mampu berfikir tentang multietnis dan mewarisi kerajinan batik peranakan karya Oey Soe Tjoen. Pada tahun 1925 Oey Soe Tjoen memulai usaha sebagai pengrajin batik tulis, kemudian berkembang menjadi salah satu kerajinan batik tulis yang banyak diminati oleh masyarakat pada tahun 1935. Pada proses analisa dengan metode kualitatif dan eksplorasi lapangan penulis menyimpulkan hal tersebut dikarenakan proses pengerjaan batik yang cukup unik, motif batik digambar dari generasi ke generasi berbeda - beda esensinya dan dilakukan dengan proses tulis. Pada tahun 2002 batik pesisir Oey Soe Tjoen mengalami masa kemerosotan penjualan, salah satu penyebabnya adalah tidak ada metode pembaharuan dalam mempertahankan dan mengembangkan batik tulis tersebut, proses pengerjaan yang lama dan harga yang terlampau mahal sehingga batik tulis generasi pertama tidak dapat dipertahankan. Metode pengembangannya adalah dengan teknik digitalisasi melalui pembuatan vector untuk diterapkan pada platfoam alat Batik Cap agar dapat mempertahankan motif tersebut, sehingga batik tetap terjaga turun temurun dan dikembangkan untuk produktifitas dalam jumlah besar. Terkait dengan produsen functional clothing pada Make Indonesia 4.0 pengembangan produksi akan lebih mudah dengan digitalisasi menggunakan teknik vector yang di terapkan dibeberapa proses mencetak batik dalam jumlah besar dan harga terjangkau
Daya Saing UMKM Melalui Desain Kemasan Produk Madu Lokal Berbasis Estetika Modern Vera Vellina
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk madu lokal melalui penerapan desain kemasan berbasis estetika modern. UMKM madu di Indonesia umumnya menghadapi tantangan pada aspek visual dan kemasan yang belum mampu merepresentasikan kualitas produk, sehingga berdampak pada rendahnya daya tarik konsumen. Melalui pendekatan perancangan berbasis desain (design-based research), penelitian ini mengembangkan model kemasan madu yang menonjolkan kesederhanaan bentuk, keseimbangan komposisi, serta tipografi modern yang merefleksikan keaslian dan profesionalitas produk. Tahapan penelitian meliputi observasi visual terhadap kemasan madu lokal yang beredar di pasaran, perancangan konsep estetika modern, pembuatan prototipe digital, serta evaluasi visual berdasarkan persepsi kejelasan, estetika, dan nilai jual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan elemen visual yang terstruktur dan minimalis mampu meningkatkan persepsi konsumen terhadap mutu produk, serta memberikan citra yang lebih kompetitif bagi UMKM. Desain kemasan yang dihasilkan bersifat adaptif dan dapat diterapkan oleh pelaku UMKM dengan biaya produksi yang terjangkau. Implikasi keberlanjutan dari kegiatan ini dalam konteks pengabdian kepada masyarakat terletak pada potensi replikasi desain kemasan sebagai model edukatif dan pendampingan berkelanjutan bagi UMKM di sektor pangan lokal. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa desain kemasan berbasis estetika modern dapat berfungsi tidak hanya sebagai media komunikasi visual, tetapi juga sebagai strategi pemberdayaan ekonomi kreatif untuk meningkatkan daya saing UMKM di pasar lokal maupun digital.