This Author published in this journals
All Journal Jurnal Shanan
Wahju A. Rini
Universitas Kristen Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGENALAN TEMPRAMEN DASAR ABRAHAM, MUSA, PETRUS DAN PAULUS DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Wahju A. Rini
Jurnal Shanan Vol. 2 No. 1 (2018): Maret
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.037 KB) | DOI: 10.33541/shanan.v2i1.1503

Abstract

Temperamen merupakan kombinasi dari sifat-sifat bawaan sejak lahir, terdapat empat macam yaitu Sanguin, Kolerik, Melankolis dan Plegmatis, masing masing memiliki kelemahan dan kelebihan. Temperamen merupakan bahan dasar yang membentuk watak dan kepribadian manusia, masing-masing memiliki keunikan, satu dengan yang lain berbeda secara mendasar, baik dalam pikiran, perasaan maupun keinginan (Stanley Heath, 1999). Penelitian ini bertujuan untuk mengenal temperamen dasar dari Abraham, Petrus dan Paulus sebagai salah satu cara untuk mempersiapkan generasi yang berkarakter dan menjadi salah satu tugas dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK).Untuk itu pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Berdasarkan hasil studi pustaka dari berbagai sumber, yaitu sejumlah literatur berbahasa Indonesia dan Inggris untuk mengenal temperamen dasar Abraham, Musa, Petrus dan Paulus dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK). Penelitian ini memberikan gambaran bahwa temperamen merupakan bahan dasar yang mewarnai hidup seseorang. Abraham yang memiliki temperamen dasar Flegmatik, memperlengkapi Abraham dengan kekuatannya yang menonjol yaitu taat, iman, pendoa, diplomasi, pengasih dan pendamai, sehingga sanggup melaksanakan perintah Allah untuk keluar dari tempat asalnya ke negeri yang dijanikan Allah dan menjadi saksi Allah di tengah-tengah bangsa yang belum mengenal-Nya. Musa yang memiliki temperamen dasar Melankolis, kekuatannya terletak pada kesetiaannya akan visi untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir menuju tanah perjanjian. Petrus yang memiliki temperamen dasar Sanguin, kekuatannya, yaitu ramah da pandai berbicara. Tuhan memperlengkapi Petrus sehingga memiliki kepandaian untuk berkhotbah, untuk mengukir sejarah berdirinya gereja mula-mula. Paulus yang Kolerik, Tuhan memperlengkapi Paulus yang memiliki ketajaman intuisi untuk melakukan pekerjaan Allah yang dahsyat. Paulus seorang Kolerik yang berani untuk keluar, memberitakan injil kepada bangsa-bangsa yang belum mengenal Allah. Hasilnya telah terjadi penginjilan secara lintas budaya, keberaniannya menembus batas tembok penyekat antar budaya dan bangsa, membuat Gereja dapat berdiri di seluruh bumi. Manfaat yang didapat melalui pengenalan temperamen dalam PAK adalah, dimana Tuhan memanggil Abraham, Musa, Petrus dan Paulus sesuai dengan kekuatan dan kelemahan temperamen dasar masing-masing, dapat memberi inspirasi bagi peserta didik untuk menjalani panggilan dan tujuan hidupnya sesuai dengan kehendak Allah.Kata kunci: Temperamen, Flegmatik, Melankolik, Sanguin, Kolerik, Pendidikan Agama Kristen
PENGARUH GAYA BELAJAR DAN KECERDASAN MAJEMUK TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI MAHASISWA PESERTA MATA KULIAH PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN ANGKATAN 2016/2017 Wahju A. Rini
Jurnal Shanan Vol. 2 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.105 KB) | DOI: 10.33541/shanan.v2i2.1536

Abstract

Salah satu tugas mendidik mahasiswa adalah memotivasi mahasiswa untuk menjadi lulusan terbaik, berintegritas, peduli terhadap lingkungan dan berwawasan luas. Penelitian ini dilatarbelakangi pengalaman mengajar mata kuliah Agama untuk mahasiswa angkatan 2016/2017, terdapat kecenderungan bahwa tidak semua mahasiswa mengerti gaya belajar dan kecerdasan majemuk yang dimiliki yang dapat mempengaruhi motivasi berprestasi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui pengaruh gaya belajar mahasiswa peserta mata kuliah agama Kristen terhadap kecerdasan majemuk. (2) Untuk mengetahui pengaruh gaya belajar mahasiswa peserta mata kuliah agama Kristen terhadap motivasi berprestasi. (3).Untuk mengetahui pengaruh kecerdasan majemukmahasiswa peserta agama Kristen terdapat motivasi berprestasi. Terdapat tiga hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini ; (1 Diduga gaya belajar mahasiswa berpengaruh terhadap kecerdasan majemuk. (2). Diduga gaya belajar mahasiswa berpengaruh terhadap motivasi berprestasi. (3). Diduga kecerdasan majemuk mahasiswa berpengaruh terhadap motivasi berprestasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Dalam penelitian ini populasi dan sampel adalah mahasiswa peserta mata kuliah AgamaKristen yang diampu peneliti, sejumlah 79 responden. Hasil penelitian menunjukkan (1) Pengaruh gaya belajar terhadap kecerdasan majemuk dengan koefisien gamma sebesar 0,556 dan T-statistic sebesar 8,983 > T tabel sebesar 1,96 pada gaya belajar terhadap kecerdasan majemuk, berarti terdapat pengaruh signifikan gaya belajar terhadap kecerdasan majemuk dengan level signifikan 0,01. (2). Pengaruh gaya belajar terhadap motivasi berprestasi mahasiswa dengan koefisien gamma sebesar 0,269 dan T-statistic sebesar 2,215 > T tabel sebesar 1,96 pada gaya belajar terhadap motivasi berprestasi mahasiswa, berarti terdapat pengaruh signifikan gaya belajar terhadap motivasi berprestasi mahasiswa dengan level signifikan 0,01. (3). Pengaruh kecerdasan majemuk, terhadap motivasi berprestasi dengan koefisien gammasebesar 0.510 dan T-statistic sebesar 4.220 > T tabel sebesar 1,96 pada kecerdasan majemuk terhadap motivasi berprestasi mahasiswa, berarti terdapat pengaruh signifikankecerdasan majemuk terhadap motivasi berprestasi mahasiswa kecerdasan majemuk dengan level signifikan 0,01.Kata kunci: gaya belajar, kecerdasan majemuk, motivasi berprestasi.