This Author published in this journals
All Journal MUSTEK ANIM HA
Rusli Rusli
Pedidikan Komputer, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Musamus

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DESIGN ANTENA YAGI UDA UNTUK FREKUENSI 759,25 MHz UNTUK APLIKASI PADA METRO TV MENGGUNAKAN SOFTWARE NEC-Win Pro V. 1.6.2e Rusli Rusli
MUSTEK Vol 5 No 1 (2016): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v5i1.489

Abstract

Antena Yagi adalah antena yang tersusun atas beberapa elemen. elemen-elemen itu memiliki kegunaan yang berbeda-beda. Kegunaan elemen-elemen pada antena Yagi adalah untuk elemen pemantul, elemen peradiasi, dan elemen pengarah. Umumnya  tentang antena televisi model Yagi adalah menggunakan frekuensi atas pada pita frekuensi UHF bagian atas, yang digunakan pemancar TV di suatu daerah.Salah satu penerapan penggunaan antena adalah pada penerimaan siaran televisi  terrestrial. Televisi terrestrial adalah televisi yang pada pemancaran siarannya tidak menggunakan perangkat satelit maupun kabel. Sinyal dipancarkan langsung menggunakan propagasi LOS (Line of Sight). Oleh karena perbedaan topologi dan kontur tanah pada tiap-tiap negara, pada beberapa Negara termasuk Indonesia, televisi terrestrial  menggabungkan teknologi satelit dengan propagasi LOS pada system pemancaran siarannya. Siaran televisi terrestrial biasanya dipancarkan melalui dua daerah pita frekuensi yang berbeda, yaitu VHF (Very High Frequency) dan UHF (Ultra High Frequency).Simulasi antena Yagi-Uda dengan delapan elemen memiliki gain 8,55 dBi pada frekuensi 759.25 MHz. Nilai VSWR 1,18 pada frekuensi 759.25 MHz. Nilai front to back ratio 8,81 dB. Impedansi karakteristik simulasi antena Yagi-Uda pada frekuensi 759.25 MHz adalah 50.477 - j8.334 ohm. Hasil simulasi menunjukkan bahwa antena Yagi yang dirancang sudah memiliki pola radiasi direksional.
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DTV BROADCASTING DI INDONESIA Rusli Rusli
MUSTEK Vol 5 No 2 (2016): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v5i2.620

Abstract

Television (DTV) adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal gambar, suara dan data ke pesawat televisi dimana jika dibandingkan dengan TV analog memiliki kualitas penerimaan yang lebih baik, kebutuhan daya pancar yang lebih kecil, ketahanan terhadap interferensi dan kondisi lintasan radio yang berubah-ubah terhadap waktu serta penggunaan bandwidth yang lebih efisien. Broadcasting merupakan kegiatan pemancar luasan siaran melalui sarana pemancar dan atau sarana transmisi di darat, laut atau antariksa dengan menggunakan spectrum frekuensi radio melalui udara, kabel dan atau media lainnya untuk dapat diterima secara serentak dan bersamaan oleh masyarakat dengan perangkat penerima siaran. Migrasi penyiaran televisi analog ke teknologi penyiaran televisi digital membawa perubahan yang radikal dalam industri penyiaran. Konvergensi media dalam penyiaran televisi digital menjadi semakin tajam dan intensif. Konvergensi media ini mengakibatkan berkembangnya teknologi komunikasi. Dalam perkembangannya mengarah penyempurnaan dari waktu ke waktu, lebih praktis sehingga bisa dibawa kemana-mana (mobile), lebih cepat penyajian informasi, lebih global dan compatible atau cocok untuk penerapan dengan kemajuan teknologi disektor lainnya.