Ariana Suryadewi Soejanto
Program Magister Program Studi Ilmu Biomedik Kekhususan Anti Aging Program Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberian Krim Ekstrak Metanolik Buah Delima Merah (Punica granatum) Menghambat Penurunan Jumlah Kolagen Dermis Kulit Mencit (Mus gusculus) Yang Dipapar Sinar Ultraviolet B Ariana Suryadewi Soejanto
IJAAM (Indonesian Journal of Anti-Aging Medicine) Vol 1 No 1 (2017): Indonesian Journal of Anti-Aging Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1147.857 KB)

Abstract

Photoaging adalah penuaan kulit ekstrinsik yang disebabkan oleh paparan kronis sinar ultraviolet. Photoaging terutama ditandai timbulnya kerutan yang terjadi akibat kerusakan kolagen oleh reactive oxygen species (ROS) yang terbentuk selama paparan sinar ulraviolet. Proses ini dapat dicegah dengan pemberian antioksidan, baik topikal maupun sistemik. Buah delima merah (Punica granatum) memiliki kandungan vitamin C, asam amino, dan komponen fenol yaitu flavonoid dan tannin (jenis elagitanin) yang dapat berperan sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pemberian krim ekstrak metanolik buah delima merah 20% dalam menghambat penurunan jumlah kolagen dermis kulit mencit (Mus musculus) yang dipapar sinar ultraviolet. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan menggunakan randomized post test only control group design. Penelitian ini menggunakan 36 ekor mencit yang dibagi menjadi 2 kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 18 ekor mencit. Kedua kelompok diberi paparan sinar UVB selama 4 minggu dengan dosis total penyinaran sebesar 840 mJ/cm2. Kelompok 1 adalah kelompok kontrol, diberi perlakuan pengolesan plasebo (bahan dasar krim). Kelompok 2 adalah kelompok perlakuan, diberi perlakuan pengolesan krim ekstrak metanolik buah delima merah. Selanjutnya dilakukan pengambilan sampel lapisan kulit mencit dan dibuat sediaan histologis untuk kemudian dilakukan pengecatan dengan reagen Sirius Red. Jumlah kolagen dermis pasca perlakuan (post test) pada kelompok kontrol dan perlakuan dinilai secara kuantitatif dari hasil foto kolagen yang diberi pewarnaan Sirius Red dengan metode analisis digital. Hasil penelitian menunjukkan rerata jumlah kolagen kelompok kontrol adalah 45,71±11,36% dan rerata jumlah kolagen kelompok perlakuan adalah 57,22±10,72%. Analisis kemaknaan dengan uji t-independent menunjukkan bahwa nilai p = 0,004. Hal ini berarti bahwa kedua kelompok sesudah diberikan perlakuan pengolesan krim, rerata jumlah kolagennya berbeda secara bermakna (p < 0,05). Dapat disimpulkan dari penelitian ini bahwa krim ekstrak buah delima merah dapat menghambat penurunan jumlah kolagen dermis kulit mencit yang dipapar sinar ultraviolet B.