Haekal Yassier Anshari
Kekhususan Anti Aging Medicine Program Ilmu Biomedik Pasca Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberian Ekstrak Biji Kakao (Theobroma cacao L) Menghambat Penurunan Kadar Nitric Oxide (No) dan Jumlah Sel Endotel Korpus Kavernosa Tikus (Rattus norvegicus) Jantan Wistar Diabetes Haekal Yassier Anshari
IJAAM (Indonesian Journal of Anti-Aging Medicine) Vol 1 No 1 (2017): Indonesian Journal of Anti-Aging Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.202 KB)

Abstract

Kondisi hiperglikemia pada diabetes melitus merupakan salah satu faktor risiko disfungsi ereksi sebagai akibat dari disfungsi endotel melalui mekanisme autooksidasi glukosa, glikasi protein, dan aktivasi jalur metabolisme poliol yang selanjutnya mempercepat pembentukan senyawa oksigen reaktif. Kakao kaya kandungan antioksidan flavonoids yang dapat menyebabkan penurunan atau pencegahan terjadinya stres oksidatif dan disfungsi endotel sehingga menghambat penurunan sintesa, pelepasan, dan aktivitas Nitric Oxide (NO). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan pemberian ekstrak biji kakao (Theobroma cacao L.) dapat menghambat penurunan Nitric Oxide (NO) dan jumlah sel endotel korpus kavernosa tikus wistar jantan diabetes. Penelitian eksperimental, completely randomized post test only control group design menggunakan 36 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan, dewasa (berumur 10 minggu) sebagai sampel, yang terbagi menjadi 2 (dua) kelompok masing-masing berjumlah 18 ekor tikus, yaitu kelompok kontrol negatif P0 (aquabides) dan kelompok perlakuan P1 (ekstrak biji kakao dosis 280 mg/200 gram berat badan tikus). Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar Nitric Oxide (NO) kelompok yang diberi aquades adalah 0,074±0,004 nmol/nl dan kelompok yang diberi ekstrak biji kakao dosis 280 mg/200 gram berat badan tikus adalah 0,137±0,008 nmol/nl (p<0,01). Rerata jumlah sel endotel kelompok yang diberi aquades adalah 39,00±1,847 sel dan kelompok yang diberi ekstrak biji kakao dosis 280 mg/200 gram berat badan tikus adalah 78,78±7,369 sel (p<0,01). Dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak biji kakao (Theobroma cacao L.) dapat menghambat penurunan Nitric Oxide (NO) dan jumlah sel endotel korpus kavernosa tikus wistar jantan diabetes.