This Author published in this journals
All Journal JURNAL TERUNA BHAKTI
Vera Herawati Siahaan
Sekolah Tinggi Agama Kristen Teruna Bhakti

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran “Istri Yang Cakap” dalam Meningkatkan Perekonomian Keluarga pada Masa Pandemi Covid-19 Vera Herawati Siahaan; Mariati Br. Barus
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 4, No 1: Agustus 2021
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v4i1.78

Abstract

A capable wife in Proverbs 31: 10-31 and 1 Peter 3: 1 is a wife that wives today can emulate. Her godly life, how she arranges her family's economy, how she plans to prepare for the future of her family members, how she is obedient and submissive to her husband, and how she can please her husband really shows that she is a special woman, who is expensive as in verse 10 said to be a pearl that is difficult to find. This journal describes the analytical writing method with a qualitative approach. The analysis carried out is in the form of an analysis of the study of the Old Testament Fiman in Proverbs 31: 10-31 and the New Testament 1 Peter 3: 1 concerning the idea of a wise woman and obedient and submissive women. This related competent text is very helpful in improving the family economy, especially in this pandemic. So this journal describes how a capable wife is, how she allows her husband's heart, how she can become a good planner who is very helpful in meeting the needs of her household. And what he did all because of his marriage commitment.  AbstrakIstri yang cakap dalam Amsal 31:10-31 dan 1 Petrus 3 : 1 merupakan istri yang boleh diteladani oleh para istri zaman sekarang.  Hidupnya yang saleh, bagaimana dia menata perekonomian keluarganya, bagaimana dia merencanakan untuk persiapan masa depan anggota keluarganya, bagaimana ia taat dan tunduk pada suami serta bagaimana dia boleh berkenan kepada suaminya sangat menunjukkan kalau dia adalah seorang wanita yang istimewa, yang mahal sebagai mana dalam ayat 10 dikatakan sebagai mutiara yang sulit untuk ditemukan. Jurnal ini menjelaskan metode penulisanan alisis dengan pendekatan kualitatif. Analisis yang dilakukan berupa analisis studi Fiman Perjanjian Lama dalam Amsal 31:10-31 dan perjanjian Baru 1 Petrus 3:1 tentang ide wanita bijak dan wanita taat dan tunduk. Teks terkait yang cakap ini sangat menolong dalam peningkatan perekonomian keluarga khususnya dalam masa pandemiini. Maka itu dalam jurnal ini di paparkan bagaimanakah istri yang cakap itu, bagaimanadia memperkenankan hati suaminya, bagaimana dia boleh menjadi seorang perencana yang baik yang sangat menolong dalam memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Dan apa yang dilakukannya semua karena komitment pernikahan.
Tinjauan Perspektif Iman Kristen tentang Mangadati dalam Pernikahan Masyarakat Batak Toba Vera Herawati Siahaan; Harlin Yasin
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 2, No 2 (2020): Pebruari 2020
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.127 KB) | DOI: 10.47131/jtb.v2i2.48

Abstract

The Toba Batak traditions in terms of "mangadati" carry out traditional Batak Toba cultural events that adhere to the exogamy law, namely marriages outside certain ethnic groups. This is seen in the Batak Toba community where people do not take wives from the clan group themselves (namariboto), because they are called siblings; women leave their groups and move to the husband's group, and are patrilineal, with the aim of preserving the husband's clan within the male line. This article uses the method of phenomenological analysis with a biblical reflection approach. Mangadati marriage custom from the perspective of Christian faith is not a contradiction, because the custom is done with love, the value of respect and the value of brotherhood and togetherness in accordance with Matthew 22: 37-40. Abstrak Adat Batak Toba dari sisi “mangadati” melaksanakan acara adat kebudayaan Batak Toba yang menganut hukum eksogami, yaitu perkawinan di luar kelompok suku tertentu. Ini terlihat dalam masyarakat Batak Toba di mana orang tidak mengambil isteri dari kalangan kelompok marga sendiri (namariboto), karena disebut kakak-adik; perempuan meninggalkan kelompoknya dan pindah ke kelompok suami, dan bersifat patrilineal, dengan tujuan untuk melestarikan marga suami di dalam garis lelaki. Artikel ini menggunakan metode analisis fenomenologi dengan pendekatan refleksi biblikal. Adat pernikahan mangadati ditinjau dari perspektif iman kristen bukan suatu yang bertentangan, karena adat dilakukan dengan kasih, nilai hormat dan nilai persaudaraan serta nilai kebersamaan sesuai dengan Matius 22: 37-40.