Rike Rifkiyati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Al-Siyāsah al-Yābānīyah Tijāh al-‘Ummah al-Islāmīyah bi Indūnīsīyā Rike Rifkiyati
Studia Islamika Vol 7, No 3 (2000): Studia Islamika
Publisher : Center for Study of Islam and Society (PPIM) Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sdi.v7i3.705

Abstract

Tahun 1943-1945 dipandang sebagai masa penting dalam babakan sejarah Indonesia. Periode tersebut menandai berakhirnya masa kolonialisme Belanda di Indonesia, dan memasuki babak baru sejarah Indonesia di bawah pendudukan Jepang. Menyangkut konteks Islam Indonesia, masa pendudukan Jepang penting untuk diperhatikan. Pemerintahan Jepang memperkenalkan satu kebijakan yang berbeda dmgan masa kolonialisme Belanda, khususnya menyangkut sikap Jepang terhadap elit-elit Muslim Indonesia. Berbeda dengan pemerintah kononial Belanda, Jepang berusaha menghimpun para elit Muslim Indonesia di bawah satu organisasi yang sengaja didirikan, yang mengatasi berbagai organisasi Muslim yang telah berdiri sebelumnya.DOI: 10.15408/sdi.v7i3.705
Al-Siyāsah al-Yābānīyah Tijāh al-‘Ummah al-Islāmīyah bi Indūnīsīyā Rifkiyati, Rike
Studia Islamika Vol. 7 No. 3 (2000): Studia Islamika
Publisher : Center for Study of Islam and Society (PPIM) Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sdi.v7i3.705

Abstract

Tahun 1943-1945 dipandang sebagai masa penting dalam babakan sejarah Indonesia. Periode tersebut menandai berakhirnya masa kolonialisme Belanda di Indonesia, dan memasuki babak baru sejarah Indonesia di bawah pendudukan Jepang. Menyangkut konteks Islam Indonesia, masa pendudukan Jepang penting untuk diperhatikan. Pemerintahan Jepang memperkenalkan satu kebijakan yang berbeda dmgan masa kolonialisme Belanda, khususnya menyangkut sikap Jepang terhadap elit-elit Muslim Indonesia. Berbeda dengan pemerintah kononial Belanda, Jepang berusaha menghimpun para elit Muslim Indonesia di bawah satu organisasi yang sengaja didirikan, yang mengatasi berbagai organisasi Muslim yang telah berdiri sebelumnya.DOI: 10.15408/sdi.v7i3.705