Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KARAKTERISTIK SARANG TARSIUS (Tarsius spectrum) DI CAGAR ALAM TANGKOKO BITUNG SULAWESI UTARA Loing, Aktor E.; Rimbing, Siane; Rembet, Denny G.D.; Nangoy, M. J.
ZOOTEC Vol 32, No 5 (2013): Edisi Januari
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.817 KB) | DOI: 10.35792/zot.32.5.2013.988

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan mengenai karakteristik sarang Tarsius. Diharapkan dengan deskripsi ini dapat dibuat suatu modifikasi sarang Tarsius. Manfaat yang diharapkan adalah memberikan informasi mengenai karakteristik sarang Tarsius di Cagar Alam Tangkoko dan sebagai referensi pengetahuan dalam bidang konservasi satwa langkah dan endemik. Penelitian ini dilaksanakan di Cagar Alam Tangkoko Batuputih Bitung Sulawesi Utara selama 61 hari dengan menggunakan 10 sampel sarang Tarsius. Penelitian ini menggunakan metode observasi. Variabel penelitian ini adalah Jenis vegetasi, bentuk sarang, lingkaran pohon dan ketinggian sarang dari permukaan tanah, suhu dan kelembaban sarang dan variabel penunjang antara lain adalah ketinggian sarang dari permukaan laut (mdpl) dan vegetasi sekitar sarang. Berdasarkan hasil penelitian jenis vegetasi, ditemukan bahwa semuanya adalah pohon jenis Ficus sp dengan rataan lingkaran pohon adalah 8,169 m. Bentuk sarang Tarsius tidak beraturan dan lubang sarang umumnya berbentuk bulat lonjong dan berbentuk persegi dengan ketinggian sarang antara 1,5 m sampai 13 m. Suhu dalam sarang Tarsius antara 20,97°C sampai 23,92°C dan kelembaban sarang Tarsius antara 77,3% sampai 81,4%.  Rataan ketinggian sarang dari permukaan laut adalah 53 mdpl. Vegetasi di sekitar sarang Tarsius ditemukan 24 jenis vegetasi yang di dominasi oleh vegetasi jenis Leea indica dari famili Leeaceae.
Pengaruh Penambahan Gelatin Ceker Ayam Sebagai Bahan Pengikat Terhadap Sifat Fisik dan Organoleptik Bakso Daging Ayam Petelur Afkir Sompie, Meity; W Ponto, Juliance; Rimbing, Siane
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v8i2.3436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan berbagai konesntrasi gelatin ceker ayam terhadap sifat fisik dan organoleptik bakso daging ayam petelur afkir. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi Manado dan uji sampel di Laboratorium Ilmu Daging Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4x4 pola searah dengan perlakuan yakni penambahan konsentrasi gelatin ceker ayam T0 = 0%, T1 = 2,5%, T2 = 5% dan T3= 7,5%, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Variabel penelitian yang diteliti adalah daya mengikat air, susut masak, cita rasa, aroma, kekenyalan dan warna bakso daging ayam petelur afkir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penambahan gelatin ceker ayam memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap daya mengikat air, susut masak, kekenyalan dan warna bakso daging ayam petelur afkir, akan tetapi terhadap citarasa dan aroma memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penambahan gelatin ceker ayam petelur afkir pada adonan bakso daging ayam dengan konsentrasi 7,5% menghasilkan sifat fisik yang baik dan secara organoleptik disukaii oleh panelis
Pemanfaatan Produk Lebah Madu sebagai Terapi Komplementer dalam Pengelolaan Penyakit Metabolik Rompas, Joice J.I.; Rotinsulu, Merry; Rimbing, Siane
Jurnal Lentera Farma Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/x2syxx63

Abstract

Penyakit metabolik seperti diabetes melitus, obesitas dan dislipidemia merupakan penyebab utama morbiditas global yang berkaitan dengan stres oksidatif dan inflamasi kronis. Produk lebah madu, termasuk madu, propolis, dan bee pollen, diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai terapi komplementer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi produk lebah madu dalam pengelolaan penyakit metabolik berdasarkan sintesis data penelitian terkini. Metode yang digunakan adalah systematic literature review terhadap artikel ilmiah periode 2015–2025 dari database nasional dan internasional. Hasil menunjukkan bahwa madu memiliki aktivitas antioksidan tinggi dengan kemampuan inhibisi enzim α-glukosidase hingga >90%, sedangkan propolis menunjukkan efek antidiabetes melalui peningkatan sensitivitas insulin dan penurunan inflamasi. Bee pollen berperan sebagai sumber nutrisi bioaktif dengan lebih dari 250 senyawa fungsional. Kombinasi produk lebah menunjukkan efek sinergis dalam menurunkan stres oksidatif dan memperbaiki metabolisme glukosa serta lipid. Dengan demikian, produk lebah madu berpotensi sebagai terapi komplementer dalam pengelolaan penyakit metabolik, meskipun masih diperlukan validasi melalui uji klinis pada manusia.