Evi Ernawati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN PENERAPAN METODE KANGURU DALAM PENCEGAHAN HIPOTERMI PADA BBLR DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA TAHUN 2011 Lilik Hanifah; Evi Ernawati
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 3, No 2 (2012): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.785 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v3i2.67

Abstract

GAMBARAN PENERAPAN METODE KANGURU DALAM PENCEGAHAN HIPOTERMI PADA BBLR DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA TAHUN 2011. Metode kanguru adalah perawatan bayi baru lahir dengan melekatkan bayi di dada ibu (kontak kulit bayi dan kulit ibu) sehingga suhu tubuh bayi tetap hangat). Tujuan penelitian untuk mengetahui Gambaran Penerapan Metode Kanguru Dalam Pencegahan Hipotermi Pada bayi Berat Lahir Rendah di Bangsal KBRT, mawar 1,2 dan 3 RSUD dr. Moewardi Surakarta Periode Bulan Januari – Maret 2011. Desain penelitian ini adalah deskriptif, dengan pendekatan retrospektif. Subyek penelitiannya adalah seluruh BBLR yang dilakukan metode kanguru di RSUD Dr. Moewradi Surakarta pada bulan Januari-Maret 2011 dengan jumlah30 BBLR. Diperoleh data dari rekam medis RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Alat pengumpulan data menggunakan master tabel. Metode pengumpulan data menggunakan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan terlihat bahwa sebagian besar bayi berat lahir rendah mengalami peningkatan suhu tubuh baik yag berdasarkan masa gestasinya kurang bulan sebanyak 12 BBLR (40%) maupun yang cukup bulan sebanyak 9 BBLR (30%). Dari semua bayi berat lahir rendah yang tidak mengalami peningkatan suhu tubuh berdasarkan masa gestasi yang kurang bulan sebanyak 7 BBLR (23,33%) maupun yang cukup bulan sebanyak 2 BBLR (6,67%). Berdasarkan penelitian didapatkan ada peningkatan suhu setelah dilakukan metode kanguru mengalami peningkatan sebesar 0,2-1,2 0C Kata Kunci : Metode Kanguru, Hipotermi, BBLR
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PEMBERIAN MAKANAN TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI PUSKESMAS SAKETA Dede Piana; Evi Ernawati; Zesika Intan
Jurnal_Kebidanan Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Kebidanan Volume 15 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v15i2.308

Abstract

Latar Belakang : Sumber Daya Manusia (SDM) dapat dijadikan ukuran kemajuan suatu bangsa. Kesehatan berfungsi sebagai salah satu cara untuk mengukur kualitas sumber daya manusia. Kualitas SDM di masa depan dapat dievaluasi melalui masalah kesehatan anak-anak saat ini yang menjadi isu nasional. Lima tahun pertama adalah periode krusial dalam pertumbuhan anak yang berpengaruh pada perkembangan fisik, mental, dan kecerdasannya. Mengingat bahwa orang tua memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas nutrisi anak, pola asuh juga merupakan faktor penting dalam penyebab gangguan pertumbuhan anak, sementara dampak pengasuhan orang tua berkontribusi terhadap pertumbuhan anak melalui kecukupan makanan dan kondisi kesehatan. Terdapat korelasi antara pemahaman ibu mengenai metode pengasuhan dan status gizi anak. Metode : Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif. Desain penelitian didasarkan pada pendekatan analitik korelasi cross-sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Seketa Halmahera. Pengetahuan ibu dan persepsi mereka tentang pola asuh adalah variabel bebas penelitian. Penelitian ini melibatkan 430 ibu dengan balita yang berada di wilayah kerja puskesmas sekata, dengan 81 responden menggunakan teknik pengambilan sampel cluster. Test gamma Sommers, yang menganalisis data univariat dan bivariat. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi balita di Puskesmas Saketa Halmahera terkait dengan pengetahuan ibu (p=0.006) dan sikap pemberian makan (p=0.031). Kesimpulan : Secara signifikan pengetahuan dan sikap ibu mempengaruhi status gizi balita. Saran : Bidan diharapkan semakin aktif dalam upaya mendeteksi dini adalah masalah pada status gizi balita dan bisa penatalaksanaan secara mandiri, berkolaborasi, dan rujukan jika diperlukan. Selain itu, bidan bisa lebih meningkatkan pemberian informasi terkait pola asuh, nutrisi dan status gizikan