Latar Belakang: Kabupaten Karanganyar mencatat jumlah AKI dan AKB meningkat menjadi 711 kasus pada tahun 2014. Apalagi kasusnya justru sering kali terjadi di rumah sakit. Sehingga diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan guna menurunkan angka tersebut. Kunjungan ANC pada Ibu hamil masih dirasakan sangat kurang, terutama apabila bu hamil tersebut merasakan memiliki keadaan yang baik-baik saja atau tidaka tredapat keluhan terhapat kemilan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil dalam meningkatkan keteraturan kunjungan ANC Metode : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan CrossSectional, Populasi dalam penelitian adalah ibu hamil yang berada di Puskesmas Kebakkramat II sebanyak 35 orang.Sampel dalam penelitian ini adalah total sampling yaitu seluruh ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Kebakkramat II.Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan mengisi kuesioner yang sebelumnya kuesioner dilakukan uji validitas dan reliabilitas pada setiap item pertanyaan. Analisis data penelitian ini menggunakan Chi-Square. Hasil: Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tentang ANC di Puskesmas Kebakkramat II yang masuk kategori tingkat pengetahuan tinggi yaitu sebanyak 11 orang (55%), dan yang memiliki pengetahuan rendah sebanyak 9 orang (45%). Kunjungan ANC secara teratur sebanyak 12 orang (60%) dan yang tidak teratur sebanyak 8 orang (40%). Berdasarkan hasil analisis Chi-Square didapatkan hasil bahwa responden yang mempunyai pengetahuan yang tinggi melakukan kunjungan ANC secara teratur sebanyak 12 ( 60%) dengan nilai ρvalue 0,000 < 0,005 artinya ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kunjungan ANC Simpulan: pengetahuan ibu hamil meningkatkan keteraturan kunjungan ANC