Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS PERBEDAAN PENDAPATAN PEDAGANG DI SEKITAR LOKASI INDUSTRI ANTARA DESA PESANGGRAHAN DAN DESA SAMPANG AGUNG KECAMATAN KUTOREJO KABUPATEN MOJOKERTO MAULANA, RONALDO; , RINDAWATI
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakJumlah industri yang semakin banyak sebagai bentuk dorongan investor untuk mempercepat pertumbuhan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas pemerintahan daerah Kabupaten Mojokerto khususnya Kecamatan Kutorejo dan wilayah yang difokuskan untuk perkembangan industri adalah Desa Pesanggrahan dan Desa Sampang Agung karena memiliki potensi dengan struktur wilayah kondisi yang baik, strategis, aksesibilitas mudah serta banyaknya tenaga kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis 1) Pengaruh keberadaan industri dengan pendapatan pedagang di sekitar lokasi di Desa Pesanggrahan dan Desa Sampang Agung di Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto. 2) Pengaruh yang ditimbulkan dari adanya keberadaan industri terhadap kondisi ekonomi di Desa Pesanggrahan dan Desa Sampang Agung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. 3) Pengaruh industri tertinggi terhadap pendapatan pedagang di Desa Pesanggrahan dan Desa Sampang Agung di Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto.Jenis penelitian ini merupakan penelitian survei yakni pengambilan sampel menggunakan kuesioner sebagai pengumpul data dari satu populasi. Penelitian menggunakan kuesioner kepada masyarakat Desa Pesanggrahan dan Desa Sampang Agung Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto melalui pertanyaan-pertanyaan yang disertakan dalam kuesioner tersebut. Penelitian ini menggunakan metode statistik kuantitatif melalui model Uji T independent dan berpasangan.Hasil penelitian dari uji independent t-test menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan (p=0,676) antara pendapatan pedagang di Desa Pesanggrahan dan Desa Sampang Agung. Rata-rata menunjukkan pendapatan Desa Pesanggrahan lebih besar daripada Desa Sampang Agung. Analisis uji t berpasangan menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan pedagang sebelum dan sesudah adanya industri di Desa Pesanggrahan (p=0,000) dan di Sampang Agung (p=0,005). Industri sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan ekonomi di daerah tersebut.Kata kunci: Industri, pendapatan, pedagang.
KAJIAN GEOGRAFIS TENTANG RANTAI PASOK HOME INDUSTRI PENGOLAHAN KERUPUK IKAN DI DESA SAWOHAN KECAMATAN BUDURAN KABUPATEN SIDOARJO FIBRIANA, FIRDA; , RINDAWATI
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Sawohan merupakan salah satu sentra yang memiliki home industri berupa makanan yaitu kerupuk ikan dan masih berkembang sampai saat ini serta memiliki area pertambakan yang cukup luas sehingga bisa dimanfaatkan untuk mendirikan sebuah usaha dan pengolahan home industri kerupuk ikan tidak terlepas dalam saluran rantai pasok dari hulu ke hilir yang terlibat dalam pembuatan kerupuk ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola rantai pasok dan distribusi keuntungan rantai pasok dalam pengolahan kerupuk ikan di Desa Sawohan Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo.Jenis Penelitian ini adalah penelitian survey. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh rantai pasok yang terlibat terdiri dari petani tambak, pengepul, pengolah kerupuk ikan, konsumen reseller yang berjumlah 30 responden. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, angket/kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan prosentase sederhana.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi berdirinya suatu industri tidak terlepas dari berbagai pihak yang terlibat untuk mencapai keuntungan bersama sehingga pola distribusi menunjukkan terdapat tiga aliran rantai pasok dari hulu ke hilir yaitu aliran produk, aliran informasi dan aliran keuangan. Pola rantai pasok terdiri dari 5 rantai yaitu petani tambak ? pengepul ? pengolah home industri ? supplier kerupuk/konsumen. Ada dua jenis ikan yang dijadikan olahan kerupuk yakni ikan wayus dan mujaer, kedua jenis ikan tersebut menghasilkan keuntungan yang berbeda beda. Distribusi keuntungan dari tiap anggota rantai yang didapat dalam 1 kali produksi untuk jenis kerupuk wayus pada petani tambak menghasilkan keuntungan sebesar 1,2% atau sebesar Rp.5.000, pengepul sebesar 1,2% atau Rp.6.000, pengolah home industri 1,11% atau Rp.7.000, supplier 1,14% atau Rp.10.000. Jenis kerupuk ikan mujaer petani tambak memperoleh keuntungan sebesar 0,2% atau Rp.2.000, pengepul sebesar 1,4% atau Rp.3.000, pengolah sebesar 1,16% atau Rp.5.000 dan supplier/konsumen sebesar 1,19% atau Rp.7.000. Keuntungan terbesar diperoleh dari supplier/konsumen dan anggota rantai pasok yang lain serta pengolah dapat menambah tingkat produtivitas agar dapat memperoleh keuntungan yang maksimal.Kata Kunci : Home industry, rantai pasok kerupuk ikan
KAJIAN GEOGRAFIS TERHADAP EKSISTENSI HOME INDUSTRY JENANG DI DESA REJOWINANGUN KECAMATAN KADEMANGAN KABUPATEN BLITAR ULFIATUN NIKMAH, SITI; , RINDAWATI
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Rejowinangun Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar merupakan salah satu sentra industri yang memproduksi berbagai jenis makanan, salah satunya yaitu home industry pembuatan jenang. Home industry ini berdiri sudah sejak tahun 1986 dan masih melakukan produksi hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Faktor geografis dalam mempengaruhi eksistensi home industry jenang 2) Strategi bertahan yang digunakan home industry jenang.Jenis penelitian ini adalah penelitian survei. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sepuluh home industry dengan tujuh puluh lima tenaga kerja. Sumber data yang diperoleh berasal dari data sekunder dan data primer menggunakan teknik wawancara dnegan kuisioner dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan presentase dan tabel sederhana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Faktor geografis dalam mempengaruhi eksistensi home industry jenang di Desa Rejowinangun Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar dengan hasil rata-rata tenaga kerja sebesar 14%. rata-rata bahan baku sebesar 25%. Pemasaran memiliki rata-rata yaitu sebesar 20%. Ketersediaan air memiliki rata-rata sebesar 50 %. Ketersediaan seumber daya tenaga memiliki rata-rata sebesar 25%. Aksesibilitas memiliki rata-rata sebesar 25%. 2) Startegi bertahan yang digunakan dalam home industry jenang di Desa Rejowinangun Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar, hasil dari strategi dalam memenangkan persaingan memiliki rata-rata sebesar 50% yang meliputi melakukan promosi lewat media sosila, media sosial yang digunakan, kepemilikan toko, alamat toko. stretegi home industry dalam mengembangkan produk memeiliki rata-rata sebesar 50% yang meliputi melakukan inovasi, inovasi yang dilakukan, cara mengembangkan produk.Kata kunci : Faktor Geografis, Eksistensi, Home industry
THE EFFECT OF PROBLEM SOLVING LEARNING MODEL BASED MIND MAP TO THE STUDENT’S LEARNING OUTCOMES IN ELEVENTH GRADE OF CLASS IPS AT SMA MUHAMMADIYAH 2 SURABAYA Lisandy Eveline. I; Rindawati .; Muzayanah .
Jurnal Education and Development Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1095.485 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran problem solving berbasis mindmap terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Desain penelitian menggunakan quasi eksperiment. Teknik pengumpulan data dengan observasi, rubrik penilaian lembar kerja, pretest, dan postest. Analisa data mengunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penggunaan model pembelajaran problem solving berbasis mindmap mempengaruhi hasil belajar siswa berdasarkan hasil uji-t dengan nilai postest t hitung > t tabel atau 2,385 > 2,010, sehingga ada perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. (2) Model pembelajaran problem solving berbasis mindmap berpengaruh positif bagi nilai hasil belajar siswa, berdasarkan interval confidence menunjukkan nilai upper 5.416 > nilai lower 0,641, sehingga kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelas control.