farida jaya
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) TUNARUNGU DI SLB ABC TAMAN PENDIDIKAN ISLAM MEDAN farida jaya
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 2 (2018): Juli - Desember 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.127 KB) | DOI: 10.30829/taz.v7i2.385

Abstract

Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui: (1) strategi pembelajaran PAI yang diterapkan pada anak berkebutuhan khusus tunarungu, (2) implementasi strategi pembelajaran PAI pada anak berkebutuhan khusus tunarungu, (3) faktor penghambat dan pendukung dari proses pembelajaran PAI bagi anak berkebutuhan khusus tunarungu di SLB ABC TPI Medan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Hasil penelitian ini dilakukan dengan cara mendeskripsikan kejadian-kejadian pada kegiatan pembelajaran PAI di SLB ABC TPI Medan, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi.  Teknik analisis data di lakukan dengan tahapan: reduksi data, penyajian data, dan membuat kesimpulan. Data penelitian diperiksa keabsahannya dengan menggunakan teknik triangulasi sumber, metode, dan teori.Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) strategi yang digunakan guru dalam pembelajaran PAI ialah strategi konvensional yakni strategi pembelajaran dimana guru agama Islam lebih mendominasi dan membuat siswa tunarungu pasif dalam proses pembelajaran. 2) Implementasi strategi pembelajaran PAI masih menggunakan strategi konvensional (Teacher Centered) yakni proses pembelajaran yang berpusat pada guru. 3) Faktor penghambat pembelajaran PAI terdiri atas (a) faktor internal; (1) faktor fisiologis, (2) faktor psikologis yang mencakup kurangnya ingatan, terhambatnya perkembangan bahasa, kurangnya konsentrasi. (b) eksternal; lingkungan sosial sekolah (yakni,guru bukan lulusan PLB), minimnya jumlah guru agama, kurangnya penguasaan guru terhadap strategi serta tidak ada penggunaan bahasa isyarat pada pembelajaran PAI. Faktor pendukung pembelajaran PAI terdiri atas (a) faktor internal mencakup minat dan motivasi, dan (b)eksternal yakni terciptanya hubungan yang harmonis antar guru dengan siswa serta guru dengan orang tua. Kata Kunci:Strategi Pembelajaran PAI, Anak Berkebutuhan Khusus, Tunarungu
HADIS-HADIS TENTANG KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM farida jaya
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 1 (2018): Januari - Juni 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.692 KB) | DOI: 10.30829/taz.v7i1.263

Abstract

Hadis sebagai sumber ajaran Islam yang kedua setelah al-Qur’an, merupakan sarana fungsionalis untuk menggali konsep kurikulum pendidikan Islam. Kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan dalam sistem pendidikan, karena kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pendidikan pada semua jenjang tingkat pendidikan. Kurikulum yang baik dan relevan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan Islam adalah yang bersifat integral dan komprehensif serta menjadikan al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber utama dalam penyusunannya.Al-Syaibany mengatakan bahwa dasar-dasar umum yang menjadi landasan kurikulum pendidikan Islam adalah: (1) Dasar Agama, (2) Dasar Falsafah, (3) Dasar Psikologis, dan Dasar Sosial. Oleh sebab itu, dalam merumuskan  kurikulum atau materi pendidikan Islam harus mempertimbangkan 5 (lima) prinsip sebagai berikut: Pertama, mata pelajaran ditujukan untuk mendidik ruhani atau hati. Kedua, mata pelajaran yang diberikan berisi tentang tuntunan cara hidup. Ketiga, mata pelajaran yang disampaikan hendaknya mengandung ilmiah. Keempat, mata pelajaran yang diberikan harus bermanfaat secara praktis bagi kehidupan. Kelima, mata pelajaran yang disampaikan harus membingkai terhadap materi lainnya. Jadi, ilmu yang dipelajari berguna untuk ilmu lainnya.
PESANTREN DAN MADRASAH DALAM SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA farida jaya
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2017): Juli - Desember 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.34 KB) | DOI: 10.30829/taz.v6i2.205

Abstract

Pesantren dan Madrasah sebagai sub sistem dari sistem pendidikan nasional telah memberikan kontribusi penting dalam proses unculturasi masyarakat. Proses pencerdasan dan pembudayaan telah meningkatkan mutu masyarakat Islam dalam segala aspek kehidupan.
KONSEP DASAR DAN TUJUAN PENDIDIKAN DALAM ISLAM: TA’LIM, TARBIYAH DAN TA’DIB Farida Jaya
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2020): Januari - Juni 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.979 KB) | DOI: 10.30829/taz.v9i1.750

Abstract

Konsep ta’dib yang digagas al-Attas adalah konsep pendidikan Islam yang bertujuan menciptakan manusia beradab dalam arti yang komprehensif. Pengertian konsep ini dibangun dari makna kata dasar adaba dan derivasinya. Makna addaba dan derivasinya, bila maknanya dikaitkan  satu sama lain, akan menunjukkan pengertian pendidikan yang integratif
PENDIDIKAN ISLAM BERWAWASAN GENDER Farida Jaya
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 2 (2020): Juli - Desember 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.465 KB) | DOI: 10.30829/taz.v9i2.832

Abstract

Sejarah menunjukkan bahwa kedudukan wanita dalam pandangan umat-umat sebelum Islam sangat rendah dan hina dina, mereka tidak menganggapnya sebagai manusia yang mempunyai roh, atau hanya menganggapnya dari roh yang hina. Bagi mereka, wanita adalah pangkal keburukan dan sumber bencana.Berbeda dengan Islam, Pendidikan Islam tidak membedakan hak atas laki-laki dan perempuan yaitu bahwa nilai-nilai fundamental yang mendasari ajaran Islam seperti perdamaian, pembebasan dan egaliterianisme termasuk persamaan derajat antara lelaki dan perempuan banyak tercermin dalam ayat Al-Qur'an, kisah-kisah tentang peranan penting kaum perempuan di zaman nabi Muhammad saw., seperti Siti Khadijah, Siti Aisyah dan lain-lain telah banyak ditulis. Begitupula tentang sikap Rasulullah yang menghormati kaum perempuan dan memperlakukannya sebagai mitra dalam perjuangan.Islam betul-betul sangat memperhatikan kaum perempuan dari berbagai aspek kehidupannya dan memberikan haknya sebagaimana yang telah difirmankan oleh Allah swt. dalam syari'at. Dalam ajaran Islam, perempuan juga mempunyai hak dan kesempatan yang sama dalam  berkarir (dalam sektor publik), dengan tidak melalaikan fungsi dan kedudukannya sebagai perempuan. Cukup banyak ayat Al-Qur’an maupun hadits Nabi yang mendorong perempuan  untuk berkarir sebagaimana makna yang terkandung dalam Q.S.Annisa’ ayat 32. Ayat ini merupakan perintah bagi laki-laki dan perempuan untuk berusaha dan berkarier agar bisa mencapai kehidupan bahagia di dunia dan di akhirat. Karier bisa dicapai seseorang bila ia memiliki ilmu, dan ilmu diperoleh melalui pendidikan yang diperolehnya. Pendidikan adalah hak asasi manusia yang paling mendasar, oleh sebab itu setiap warga Negara berhak memperoleh layanan yang baik dan berkualitas untuk kehidupan yang lebih baik dimasa yang akan datang. Pemerintah bersama masyarakat wajib menyediakan dan membangun sarana pendidikan yang memadai agar seluruh warga Negara terlayani tanpa membedakan laki-laki dan perempuan dan dapat berkembang sedini mungkin.Kata Kunci: Pendidikan Islam, Gender
DESAIN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAMTRANSFORMATIF Farida Jaya
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 2 (2021): Juli - Desember 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.776 KB) | DOI: 10.30829/taz.v10i2.1230

Abstract

Pandangan Islam terhadap pendidikan perlu menjadi basis bagi penyelengaraan pendidikan ummat manusia. Dalam sistem pendidikan Islam, pendidikan agama berfungsi integratif seluruh kecerdasan manusia sebagai fitrah manusia, tetapi fokus pendidikan agama Islam adalah pencerdasan spiritual. Karena Pendidikan agama Islam adalah upaya pengembangan fitrah keberagamaan peserta didik sehingga mampu memahami , menghayati, dan mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam secara benar. Oleh sebab itu, Substansi pendidikan agama transformatif adalah pendidikan agama yang menjadikan seseorang cerdas secara spiritual dalam menghadapi perubahan.Untuk mendukung pengembangan kecerdasan spiritual sebagai pendidikan agama Islam transformatif, esensi materi ajaran agama Islam adalah nilai-nilai insaniah dan ilahiyah yang dengannya manusia menjadi cerdas dalam memahami dan menghayati makna kehidupan. Dalam mengembangkan kecerdasan manusia, Allah telah menyediakan instrumen-instrumen fundamental sebagai ilmu pengetahuan, yaitu: pendengaran, penglihatan, dan hati (fuad/qalb). Parameter kecerdasan spiritual adalah kemampuan seseorang menyelesaikan persoalan dunia yang dihadapi berdasarkan hati nurani. Dengan demikian pendidikan agama dapat mencerdaskan spiritual karena memberikan kebebasan hati nurani untuk menghayati dan mengekspresikan keberagamaannya dalam konteks perubahan sosial. Dengan kecerdasan spiritual, menjadikan penghayatan keberagamaan seseorang tampil dalam perilaku yang cerdas dan arif dalam menghadapi perubahan.