Abd Halim Nasution
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

MANUSIA PERTAMA DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN Abd Halim Nasution
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2019): Juli - Desember 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1597.345 KB) | DOI: 10.30829/taz.v8i2.577

Abstract

There are some hypotheses tried to describe the origin of human, but there is no the certainty of how the homo erectus was born. The only sources which is agreed by expert that homo sapiens came from homo erectus. In the Islamic belief, the humans are created particularly to serve Allah SWT and had role as khalifah in the world. The creating of basyar (the first human) is from clay which is derived from altered black mud, then Allah make his ancestry from sperm-drop. The creating of first human is from the process till perfection (tasawiyyah), not directly to be perfect as a human. It is understood from the word of tasawwiyah from sawwa means make perfection, the performing of something from the part until perfection. The process of creating the first human is said in the holy Quran with the verb like kun fayakun, nasy’, nabat and sawar. Adam as the Abu al-Basyr (the father of human) is the first human not as the successor or substitute of the previous human explicitly and implicitly, but as the first generation which is created by Allah as khalifah in the world.The keywords: human, perspective and Quran
AYAT DENGAN TERM BUNAYYA DALAM ALQUR’AN DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN Abd Halim Nasution
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 1 (2017): Januari - Juni 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.146 KB) | DOI: 10.30829/taz.v6i1.140

Abstract

Anak dengan sebutan term ibn dianalogikan sebagai sebuah bangunan, sesiapapun yang membina, melayani dan mendidik anak maka siterdidik disebut dengan anaknya (abnah), penggunakan term ibn dengan bentuk tashgir menunjukkan perlakuan terhadap anak harus dengan lemah lembut, penuh kasih sayang dan dengan sikap kedekatan dalam rangka menjadikannya sebagai bangunan yang kokoh dngan materi pembinaan aqidah, akhlak dan ibadah dalam aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan, sehingga anak pada masa dewasanya akan tampil sebagai seorang yang bertaqwa kepada Allah Swt..
MANUSIA DALAM PERSPEKTIF ALQURAN (KAJIAN TEMATIK KISAH ADAM ALAIHISSALAM) Abd Halim Nasution
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 2 (2021): Juli - Desember 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.554 KB) | DOI: 10.30829/taz.v10i2.1218

Abstract

The view about human being has the main role in developing various theories how the human carried out. This study aims to know how the Quran represented the purpose and the role of the human potential from the story of Adam a.s.This study is conducted with analytic scientific approach using thematic method (maudu’i) investigating the history of Adam a.s in the Quran.The human as biological system (basyar) was inherited his anatomy and physic from Adam a.s. was desiring to biological needs, breeding and spreading, responsibility, as well as tending to make the destructive action. As khalifah, leader, ruler and prosperous of earth, God has given Adam and his descendants a spirit (ruh), knowledge potency to know, freedom and independence to do. However, the different side of human being tended to be a good and bad made a human constructively and destructively.The keywrods: Human, Adam a.s, Potency, Role
PENGANGKATAN MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERUMUSAN TUJUAN PENDIDIKAN DALAM ISLAM Abd Halim Nasution
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2017): Juli - Desember 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.167 KB) | DOI: 10.30829/taz.v6i2.203

Abstract

Pendidikan sebagai sebuah proses memerlukan tujuan dan arah, tujuan pendidikan dalam Islam tidak terlepas dari tujuan hidup dan peran manusia, walaupun dipengaruhi oleh berbagai budaya, pandangan hidup, atau keinginan-keinginan lainnya. Dalam kajian  Islam, pendidikan adalah sarana untuk menghasilkan manusia yang taat beribadah dan mengabdi kepada penciptaNya, serta berhasil menjalankan tugasnya sebagai khalifah di bumi. Berdasarkan kajian tentang pengangkatan manusia sebagai khalifah dibumi dapat dipahami bahwa nilai-nilai yang harus dimiliki seseorang untuk menempati posisi sebagai khalifah dan sebagai manusia yang mulia, adalah beriman kepada Allah, beramal saleh, menegakkan hukum dengan benar, tidak memperturutkan hawa nafsu  dan tidak mengikuti jalan mufsid. Tujuan pendidikan Islam  harus berorientasi menyahuti peran dan tugas manusia sebagai khalifah, mampu menciptakan out put hamba yang taqwa serta memiliki skill dalam melaksanakan tugas kekhalifahannya.
PERENCANAAN PEMBELAJARAN DOSEN JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SUMATERA UTARA Abd Halim Nasution
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5, No 1 (2016): Januari - Juni 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.08 KB) | DOI: 10.30829/taz.v5i1.40

Abstract

Merencanakan pembelajaran merupakan tugas dosen termasuk dosen di jurusan Pendidikan Agama Islam sebelum melaksanakan perkuliahan, sebab perencanaan yang dirancang oleh dosen dalam pembelajaran akan mempengaruhi ketercapaian tujuan pembelajaran itu sendiri. Perencanaan pembelajaran mencakup aktivitas memperkirakan kebutuhan belajar, memiliki pokok bahasan, tugas dan tujuan umum, meneliti ciri pembelajaran, menetukan isi pembelajaran dan analisis tugas, menyatakan tujuan pembelajaran, merancang kegiatan pembelajaran, memilih media, merinci pelayanan penunjang, mengavaluasi hasil belajar, dan memberikan uji awal untuk menentukan persiapan pembelajaran dalam mempelajari pokok bahasan. Adapun tujuan hasil penelitian ini untuk melihat  isi dari laporan RPP/RPS dosen  jurusan, dengan mengetahui kenyataan yang ada maka pihak fakultas khususnya juusan PAI dapat memberikan pelatihan dan informasi mengenai RPP/RPS yang terbaru sehingga ketika proses pembelajaran lebih inovatif dan menyenangkan mahasiswa sehingga kemampuan mereka lebih meningkat sehingga ilmu yang mereka peroleh dapat diaplikasikan ditengah masyarakat
ALHIKMAH DALAM PERSPEKTIF ALQURAN AL-KARIM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP TUGAS GURU Abd Halim Nasution
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 1 (2018): Januari - Juni 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.282 KB) | DOI: 10.30829/taz.v7i1.255

Abstract

Hikmah seperti mata uang dua sisi, satu sisi sebagai ilmu pengetahuan dan sisi lainnya adalah pengamalan pengetahuan itu sendiri, orang yang memiliki hikmah adalah orang yang bijaksana karena dia berbuat sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. Guru sebagi orang yang memiliki kewenangan melaksanakan tugas pembelajaran tugas mendidik anak unuk menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah, disebut dalam QS. An-Nahl: 125 harus melaksanakannya dengan “hikmah", sebagai tenaga pendidik harus memiliki pengetahuan yang mendalam dan benar tentang berbagai aspek yang berkaitan dengan proses pembelajaran itu sendiri, antara lainmemahami peserta didik, memiliki pengetahuan merancang pembelajaran, mengetahui dan menguasai substansi keilmuan, menjadi uswatun hasanah. Dari segi sikapguru harus memiliki sikap ikhlas, konsisten, sabar dan lemah lembut.  Bertindak sesuai dengan norma hukum, norma sosial dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan nilai-nilai agama, berakhlak mulia dan dapat menjadi teladan, dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik dan megamalkan terlebih dahulu informasi yang telah didapat sebelum disajikan kepada anak didiknya