Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH LASER INFRAMERAH TERHADAP TINGGI DAN JUMLAH ANAKAN PRODUKTIF TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) Tamara Pingki; Sudarti; Trapsilo Pridandono
Jurnal Agrotech Vol 11 No 2 (2021)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v11i2.77

Abstract

Laser inframerah sering diaplikasikan pada tanaman, salah satunya pada tanaman padi. Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman yang hasil panennya menjanjikan untuk masyarakat Indonesia, namun tidak semua padi dapat dipanen dan tidak semuanya dapat dipasarkan. Karakteristik padi yang baik untuk dipasarkan dan dikonsumsi terdapat pada tinggi dan jumlah anakan produktif tanaman padi sesuai dengan perlakuan tertentu. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh laser inframerah terhadap tinggi dan jumlah anakan produktif tanaman padi. Penelitian ini dilakukan pada sawah seluas 5 m2 di Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Tanaman padi pada penelitian ini berjenis Inpari 13 yang berumur 48 hari setelah sebar (HSS). Karakteristik data panjang gelombang infrared memiliki rata-rata sebesar 497,53 micrometer serta pada data tinggi batang padi memiliki rata-rata sebesar 56,845 cm. Pola hubungan antara panjang gelombang infrared dengan tinggi batang padi menunjukkan korelasi yang positif. Artinya, jika panjang gelombang infrared bertambah maka tinggi batang padi akan bertambah. Jika panjang gelombang infrared bernilai 0 maka tinggi batang padi sebesar 55,226 cm, dan jika panjang gelombang infrared naik 1 satuan maka tinggi batang padi akan naik sebesar 0,03. Pengujian asumsi residual IIDN residual data tinggi batang padi memenuhi asumsi identik, independen, dan berdistribusi normal.
Analisis Respon Masyarakat Terhadap Dampak Aktivitas Penambangan Pasir Dan Batu Di Sungai Berni Desa Sumberasri kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar Tamara Pingki
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.736 KB) | DOI: 10.33506/md.v13i1.1197

Abstract

ABSTRACTSand and stone mining activities along the Berni River in Sumberasri Village, Nglegok District, Blitar Regency are still ongoing, so that the impact on the community is increasingly being felt. The real impact felt by the community is landslides and erosion. The purpose of this study was to analyze the community's response to the impact of sand and rock mining activities in the Berni River, Sumberasri Village, Nglegok District, Blitar Regency. The method used is a survey by conducting interviews with 40 residents who live around the Berni River, Sumberasri Village, Nglegok District, Blitar Regency. Based on the data analysis that has been carried out and explained, most of the people living around the mining area are not disturbed by mining activities because sand and rock mining is their main livelihood. There are 80% of people living in mining areas who admit that mining activities do not interfere with their activities, 90% of people who live in mining areas admit that their health is not disturbed, and 80% of people who live in mining areas admit that they have benefited from sand and rock mining activities. the. However, they all realized that the mining of sand and rock was causing losses, namely that more roads were damaged and erosion and landslides were frequent. Keywords: Mine, Sand and Stone. ABSTRAKAktivitas penambangan pasir dan batu di sepanjang Sungai Berni di Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar masih berlangsung sampai saat ini, sehingga dampak di masyarakat semakin dirasakan. Dampak nyata yang dirasakan masyarakat adalah longsor dan erosi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis respon masyarakat terhadap dampak aktivitas penambangan pasir dan batu di Sungai Berni, Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Metode yang digunakan adalah survei dengan melakukan wawancara terhadap 40 warga yang tinggal di sekitar Sungai Berni, Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan dan dijelaskan, sebagian besar masyarakat yang tinggal di sekitar area pertambangan tidak mendapat gangguan akibat aktivitas penambangan karena penambangan pasir dan batu tersebut merupakan mata pencaharian utama mereka. Terdapat 80% masyarakat yang tinggal di area pertambangan mengakui bahwa aktivitas penambangan tidak mengganggu aktivitas mereka, 90% masyarakat yang tinggal di area pertambangan mengakui bahwa kesehatan tidak terganggu, dan 80% masyarakat yang tinggal di area pertambangan mengaku mendapat manfaat dari kegiatan penambangan pasir dan batu tersebut. Namun, mereka semua menyadari bahwa penambangan pasir dan batu tersebut menyebabkan kerugian, yaitu semakin banyak jalan yang rusak serta sering terjadi erosi dan longsor. Kata kunci: Tambang, Pasir dan Batu.
Analisis Pengaruh Ketinggian Tanah dan Kedalaman Sumur terhadap Suhu dan pH Air Sumur di Kabupaten Blitar Muhammad Syafa Tirtana Sanjaya; Tamara Pingki
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v10i2.304

Abstract

Abstract. The fulfillment of human daily needs cannot be separated from water. The water most used by the community is ground water. One of the factors that can affect water quality is the depth of the water source. The purpose of this study was to analyze the effect of soil height and well depth on the temperature and pH of well water in Blitar Regency. The data was taken from 4 sub-districts in Blitar Regency, namely Ponggok, Nglegok Kesamben, and Selorejo. The characteristics of the pH of the water have an average of 6.7 and a water temperature of 23.43?C. If the depth of the well is increased by 1 meter, the pH of the water will increase by 0.1177 units. If the depth of the well is increased by 1 meter, the water temperature will increase by 0.126?C. Based on the results of the simultaneous test, it is known that the depth of the well and the height of the soil have a significant effect on water pH and water temperature. Based on the results of the partial test, it is known that the depth of the well has no significant effect on water pH and water temperature. However, the height of the soil has a significant effect on water pH and water temperature. Based on the results of the model goodness test, it can be seen that the proportion of water pH variability can be explained by the variable depth of the well and the height of the soil by 36.03% and the remaining 63.97% is influenced by other variables outside the model and the proportion of water temperature variability can be explained by the variable depth of the well and the ground height is 92.58% and the remaining 7.42% is influenced by other variables outside the model.Keywords: Depth, Altitude, pH, Temperature.Abstrak. Pemenuhan kebutuhan sehari-hari manusia tidak dapat terlepas dari air. Air yang paling banyak dimanfaatkan masyarakat adalah air tanah. Faktor yang dapat mempengaruhi kualitas air salah satunya adalah kedalaman sumber air. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh ketinggian tanah dan kedalaman sumur terhadap suhu dan pH air sumur di Kabupaten Blitar. Data yang diambil berasal dari 4 kecamatan di Kabupaten Blitar, yaitu Ponggok, Nglegok Kesamben, dan Selorejo. Karaktersitik pH air memiliki rata-rata sebesar 6,7 dan suhu air sebesar 23,43?C. Jika kedalaman sumur bertambah 1 meter maka pH air akan bertambah sebesar 0,1177 satuan. Jika kedalaman sumur bertambah 1 meter maka suhu air akan bertambah sebesar 0,126?C. Berdasarkan hasil uji serentak diketahui bahwa kedalaman sumur dan ketinggian tanah berpengaruh signifikan terhadap pH air dan suhu air. Berdasarkan hasil uji parsial diketahui bahwa kedalaman sumur tidak berpengaruh signifikan terhadap pH air dan suhu air. Namun ketinggian tanah berpengaruh signifikan terhadap pH air dan suhu air. Berdasarkan hasil uji kebaikan model dapat diketahui bahwa proporsi variabelitas pH air dapat dijelaskan oleh variabel kedalaman sumur dan ketinggian tanah sebesar 36,03% dan sisanya sebesar 63,97% dipengaruhi variabel lain diluar model serta proporsi variabelitas suhu air dapat dijelaskan oleh variabel kedalaman sumur dan ketinggian tanah sebesar 92,58% dan sisanya sebesar 7,42% dipengaruhi variabel lain diluar model.Kata kunci: Kedalaman, Ketinggian, pH, Suhu.