Gregorius Ben Prajogi
Departemen Radioterapi RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan antara Perilaku Merokok dengan Kejadian Mukositis Berat pada Pasien Keganasan Kepala dan Leher yang Menjalani Radioterapi Adhi Marihot Pardamean Pulungan; Agustinus Darmadi Hariyanto; Candra Adi Nugroho; Dede Sulaeman Farisi; Franky Sandjaja; Mahesa Auzan; Mega Yudistira; Nellyn Angela; Widyanti Djaali; Gregorius Ben Prajogi
Radioterapi & Onkologi Indonesia Vol 9, No 1 (2018): Volume 9 No.1 Januari 2018
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Onkologi Radiasi Indonesia (PORI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.819 KB) | DOI: 10.32532/jori.v9i1.62

Abstract

Tujuan: Mukositis akibat radiasi adalah reaksi yang paling mengganggu yang terjadi ketika pasien kanker kepala leher menjalani radiasi. Telah diketahui bahwa merokok dapat mengganggu aktivitas sitotoksik Natural Killer cells dengan meningkatkan produksi sitokin pro-inflamasi dan proliferasi sel T terhadap mitogen. Kasus berbasis bukti ini mengevaluasi dampak riwayat merokok sebelumnya terhadap kejadian mukositis pada pasien kanker kepala leher yang menjalani pengobatan radiasi.Metode: Pencarian bukti-bukti dari literatur dilakukan di PubMed dan EBSCOhost. Seluruh penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dinilai aspek validitas, kepentingan dan aplikabilitasnya dengan menggunakan kuesioner penilaian kritis dari Oxford Center of Evidence-Based MedicineHasil: Dari 104 penelitian yang sudah ditemukan, 6 penelitian dipilih untuk ditelaah lebih lanjut. Hanya terdapat satu studi, Tao dkk., yang menunjukkan hubungan yang signifikan antara riwayat merokok dan reaksi mukosa oral akibat radiasi meskipun dengan Interval Kepercayaan yang rendah (1.258-58.23). Lima penelitian lainnya gagal menunjukkan hubungan yang signifikan.Kesimpulan: Tidak ada penelitian yang menunjukkan dampak riwayat merokok sebelumnya dengan kejadian mukositis pada pasien kanker kepala leher yang menjalani radiasi. Namun, lima dari enam penelitian menunjukkan insiden mukositis yang lebih tinggi pada kelompok pasien yang memiliki riwayat merokok sebelumnya.
Effect of Delayed Adjuvant Radiotherapy in Early Breast Cancer on Local Control, Distant Metastasis and Overall Survival: an Evidence Based Case Report David Andi Wijaya; Agung Tri Cahyono; Aslim Taslim; Eka Indah Pratiwi; Fahmi Radityamurti; Fauzan Herdian; Ida Ayu Trisna Kumaladewi; Narissa Dewi Maulany; Tisa Prima Putri; Gregorius Ben Prajogi
Radioterapi & Onkologi Indonesia Vol 8, No 2 (2017): Volume 8 No.2 Juli 2017
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Onkologi Radiasi Indonesia (PORI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.961 KB) | DOI: 10.32532/jori.v8i2.69

Abstract

Breast cancer is the second most common cancer in the world and, by far, the most frequent cancer among women with an estimated 1,67 million new cancer diagnosed in 2012 (25% of all cancers). In principle, radiation therapy is indicated in early breast cancer after breast conserving surgery or after radical mastectomy-with-positive-or-near-margin. Unfortunately, not all aforementioned indicated patients could receive immediate treatment, often due to limited radiation therapy facility. We constructed this report to investigate comprehensively, whether delayed radiation therapy for indicated-post-surgical-early breast cancer case has a significant effect to survival (either locoregional or distant metastasis-free survival). Searching was conducted on PubMed®, Cochrane®, and Scopus®. After screening for titles and abstracts, we found 25 articles, 15 of which we finally included for performing full reading. From this systematic searching, we found that time to radiation is inconsistently related to locoregional survival, overall survival, and distant metastasis-free survival.