Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Perbedaan pengaruh metode latihan acceleration sprint dan repetition sprint terhadap kecepatan lari 100 meter pada siswa putra kelas XI SMA Negeri 1 Tawangsari tahun ajaran 2014/2015. (2) Pengaruh metode latihan yang lebih baik antara metode latihan acceleration sprint dan repetition sprint terhadap kecepatan lari 100 meter pada siswa putra kelas XI SMA Negeri 1 Tawangsari tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan pretest-postest designs. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putra kelas XI SMA Negeri 1 Tawangsari tahun ajaran 2014/2015, yang berjumlah 136 siswa,teknik sampling yang digunakan adalah Proporsional Random Sampling, diambil 25% siswa putra dari tiap kelas didapat 34 siswa dari 8 kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes lari 100 meter. Teknik analisis data dengan uji t-test dengan melalui uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Setelah melakukan penelitian, diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Kelompok 1 dengan perlakuan metode latihan acceleration sprint dari hasil tes awal 16,06 menjadi 15,12 mengalami peningkatan rata-rata 0,94 atau 5,85%; (2) Kelompok 2 dengan perlakuan model latihan repetition sprint dari hasil tes awal 16,12 menjadi 15,69 mengalami peningkatan rata-rata 0,44 atau 2,73%Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Ada perbedaan pengaruh metode latihan acceleration sprint dan repetition sprint terhadap kecepatan lari 100 meter pada siswa putra kelas XI SMA Negeri 1 Tawangsari tahun ajaran 2014/2015; (2) Metode latihan acceleration sprint lebih baik pengaruhnya dari pada metode latihan repetition sprint terhadap kecepatan lari 100 meter pada siswa putra kelas XII SMA Negeri 1 Tawangsari tahun ajaran 2014/2015.