Devi Riskianingrum
Peneliti pada Pusat Penelitian Sumber Daya Regional-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PSDR-LIPI), Jakarta.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Chinese Communities in Three Ports Cities in the 17th and the 18th Century: Batavia, Formosa and Nagasaki Devi Riskianingrum
Jurnal Kajian Wilayah Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Kajian Wilayah
Publisher : Research Center for Regional Resources-Indonesian Institute of Sciences (P2SDR-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.522 KB) | DOI: 10.14203/jkw.v2i2.326

Abstract

Batavia, Formosa, dan Nagasaki merupakan tiga kota pelabuhan di Asia pada abad XVII, yang menghubungkan jaringan perdagangan Asia sampai ke Eropa. Kedatangan bangsa Belanda ke Asia pada awal abad XVII secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi pertumbuhan ketiga kota ini. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana komunitas masyarakat China membangun ketiga kota ini dan menggarisbawahi peran, posisi mereka, lebih jauh persamaan dan perbedaan komunitas masyarakat ini di ketiga kota. Untuk mengetahui keberadaan komunitas masyarakat China, peran dan posisi mereka di setiap kota, alasan kedatangan mereka akan diungkapkan dan bagaimana situasi politik maupun ekonomi yang terjadi pada saat itu. Lebih jauh lagi, akan dijelaskan pula bagaimana pemerintah setiap kota memperlakukan komunitas masyarakat ini dalam konteks penerapan suatu kebijakan yang mengungkapkan persamaan dan perbedaan perilaku komunitas masayarakat China di Batavia, Nagasaki dan Tayouan di Formosa.Kata kunci: komunitas Cina, Batavia, Formosa, Nagasaki, Abad XVII-XVIII