Prijono Tjiptoherijanto
Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Bureaucratic Reforms in Four Southeast Asia Countries Prijono Tjiptoherijanto
Jurnal Kajian Wilayah Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Kajian Wilayah
Publisher : Research Center for Regional Resources-Indonesian Institute of Sciences (P2SDR-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.064 KB) | DOI: 10.14203/jkw.v1i2.282

Abstract

Tata pemerintahan yang baik merupakan masalah penting selama dua dekade terakhir. Good governance telah menjadi paradigma baru menggantikan paradigma lama dalam administrasi publik yang dikembangkan oleh Max Weber. Model konvensional seperti administrasi umum semua tentang pemerintah telah ditinggalkan dan diganti dengan yang baru, yang melibatkan kerjasama dari tiga unsur: pemerintah, masyarakat sipil, dan sektor usaha. Tata pemerintahan yang baik terjadi tidak hanya ketika politisi yang jujur dan akuntabel, tetapi juga ketika pegawai negeri sipil yang efisien dan produktif. Sejak awal, kualitas pemerintahan telah sebagian besar tergantung pada kualitas orang yang menjalankannya. Sayangnya, reputasi pejabat publik berbicara untuk dirinya sendiri di hampir negara-negara berkembang dengan tidak terkecuali di negara-negara Asia Tenggara. Ada persepsi umum bahwa birokrasi di negara-negara yang sebagian besar masih tidak efisien dan korup. Tulisan yang mengambil kasus di empat negara Asia Tenggara ini akan mengungkapkan situasi yang sebenarnya dari kualitas dan perilaku pegawai negeri sipil di negara-negara tersebut.