Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Membangkitkan Gelora Wirausaha Muda dari Dunia Kampus Andi Kasirang; Sulfiana Sulfiana; A. Susilawaty Hardiani; Andi Tenri Darhyati; Jamila Jamila
DEDIKASI Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v20i1.7933

Abstract

The purpose of this activity is to arouse enthusiasm and shape the character of young entrepreneurs whoare independent, professional and characterized Aswaja, and so that prospective entrepreneurs can have access to theskills and knowledge to start and improve their business which will also have an impact on job creation. Themethods used are training, apprenticeship and guidance, mentoring, revolving fund assistance, business consultationand tenant supervision. The implementation of KDP activities includes: training consisting of 5 stages,entrepreneurship visits, entrepreneurship practices, provision of technology assistance, business consultation andimplementation of program sustainability. The results obtained are the development of tenant businesses, namelymushroom cultivation, tempe chips, taro chips, vegetable donuts and services. Besides that, the draft ofentrepreneurship textbooks, the results of published activities on online media. As well as establishing cooperationwith UKM Celebes Mushroom, Frame Insight Indonesia. In the second year, there are 5 independent entrepreneurs(tenants) based on science and professionalism for UIM students and graduates, and able to create jobs.
THE INFLUENCE OF MODERN AGRICULTURAL TECHNOLOGY ON THE PRODUCTIVITY OF LOCAL FOOD CROPS Sulfiana Sulfiana; Andi Tenri Fitriyah; Baharuddin Baharuddin
INJOSEDU: International Journal of Social and Education Vol. 2 No. 2 (2025): FEBRUARY
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In an effort to increase agricultural productivity, especially for local food crops, modern agricultural technology plays an important role. The research method conducted in this study uses the literature research method. The results show that modern technology in agriculture significantly increases the effectiveness of production through optimisation of water and soil use, as well as through the development of better crop varieties. Information technology assists farmers in making decisions based on accurate data, strengthening their position in the face of uncertain market and environmental conditions. However, cost, knowledge and infrastructure constraints are barriers to the adoption of these technologies.
Farmers' Perceptions of the Contribution of Tourism Attractions to Community Welfare in Kambo, Mungkajang District, Palopo City Muhammad Syihab Zainuddin; Sulfiana Sulfiana; Helda Ibrahim
Journal of Agriculture Vol. 5 No. 01 (2026): Research Articles, March 2026
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/joa.v5i01.8054

Abstract

Tourism attractions greatly contribute to farmers' welfare. Agricultural fields such as orchards can also be tourist attractions that draw visitors, especially if the farms are located in places with beautiful views at high altitudes. This study aims to describe farmers' perceptions of tourist attractions and their contribution to farmers' welfare in Kambo Village, Mungkajang District, Palopo City. This study is a descriptive quantitative study using frequency tabulation and a survey approach. The population of this study was all farmers in Kambo Village, Mungkajang District, Palopo City, numbering around 100 people farmers. The sample size was 100 people, using total sampling technique. The results of this study show: (1) farmers' perceptions of the existence of Kambo tourist attractions were very good, with almost all (100%) responding that they were very good and good criteria in Likert scale. (2) Farmers' perceptions of the contribution of tourist attractions to improving welfare were also very good, with all (100%) respondents answering that the contribution was very good. (3) Farmers' perceptions of the contribution of tourist attractions to farmers' lives were also very good, with all (100%) respondents answering that the contribution of tourist attractions to farmers' welfare was very good. The conclusion of this study is that tourism attractions are very important to be developed in the community so that they can become additional employment opportunities for them.
Peran Penyuluh Pertanian Dalam Transformasi Pengetahuan, Keterampilan, Dan Sikap Petani Bawang Merah Di Desa Janettallasa Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto: The Role of Agricultural Extension Workers in Transforming the Knowledge, Skills, and Attitudes of Red Onion Farmers in Janettallasa Village, Rumbia District, Jeneponto Regency Al Animul Fadhil R Ilyas; Helda Ibrahim; Sulfiana Sulfiana
Agribusiness and Socioeconomic Journal Vol. 5 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluh pertanian dalam mentransformasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani bawang merah serta mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi petani di Desa Janettallasa Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik proporsional random sampling terhadap 44 responden dari populasi 147 petani bawang merah. Data dikumpulkan melalui wawancara, angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan skala Likert dengan interval skor 1-5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian dalam mentransformasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani berada pada kategori netral dengan skor rata-rata masing-masing 3,02; 2,97; dan 2,88. Hal ini mengindikasikan bahwa peran penyuluh belum optimal dalam mendorong perubahan signifikan pada kapasitas petani. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi minimnya pendampingan dan kehadiran penyuluh di lapangan, ketidakstabilan harga bawang merah akibat lemahnya kelembagaan penyangga harga, serta keterbatasan akses terhadap modal dan teknologi pertanian modern. Kesimpulannya, meskipun penyuluh telah melaksanakan fungsinya, intensitas dan efektivitas penyuluhan masih perlu ditingkatkan melalui pendekatan yang lebih partisipatif, pelatihan rutin, dan penguatan kelembagaan petani agar transformasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani dapat berjalan optimal dan berkelanjutan
Identifikasi Faktor Keputusan Pembelian Sayuran Hidroponik oleh Generasi Z di Kota Makassar: Identification of Factors Influencing Hydroponic Vegetable Purchase Decisions Among Generation Z in Makassar City muhammad fajar; Syamsul Rahman; Sulfiana Sulfiana
Agribusiness and Socioeconomic Journal Vol. 5 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian produk sayuran berbasis hidroponik oleh Generasi Z di Kota Makassar dengan studi kasus mahasiswa Universitas Islam Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 110 responden mahasiswa Generasi Z yang pernah membeli atau mengonsumsi sayuran hidroponik. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, dan analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen penelitian valid dan sangat reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,923. Secara simultan, variabel kualitas produk, harga produk, promosi produk, pengetahuan akan produk, serta pendapatan dan pengaruh sosial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai F hitung sebesar 59,804 dan signifikansi <0,001. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,742 menunjukkan bahwa 74,2% variasi keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh model penelitian. Secara parsial, kualitas produk dan pengetahuan akan produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Pengetahuan akan produk menjadi faktor paling dominan dengan nilai beta sebesar 0,450. Sementara itu, variabel harga produk, promosi produk, serta pendapatan dan pengaruh sosial tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Temuan ini menunjukkan bahwa Generasi Z lebih mempertimbangkan kualitas dan pemahaman terhadap manfaat produk hidroponik dibandingkan faktor harga maupun promosi dalam menentukan keputusan pembelian.
Faktor Internal dan Faktor Eksternal pada Pengembangan Usaha tani Kopi Arabika di Kelurahan Benteng Ambeso Kecamatan Gandangbatu Sillanan Kabupaten Tana Toraja Agustina Tappi Sammane; Amal Said; Sulfiana Sulfiana
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 12 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i12.5022

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan di Indonesia yang memiliki nilai strategis, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun budaya. Kopi arabika Toraja adalah jenis kopi arabika yang berasal dari daerah pegunungan Toraja, di Sulawesi Selatan, Indonesia. Kopi Toraja dikenal sebagai kopi spesialty karena cita rasanya yang khas dan kompleks. Kelurahan Benteng Ambeso adalah salah satu daerah penghasil kopi arabika di Tana Toraja. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor eksternal dan faktor internal pada pengembangan usaha tani kopi arabika (Coffea arabica) di Kelurahan Benteng Ambeso, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja. Penelitian dilakukan di Kelurahan Benteng Ambeso Kecamatan Gandangbatu Sillanan Kabupaten Tana Toraja pada bulan September-Oktober 2025. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Metode pengambilan sampel yang dilakukan adalah Purposive Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang petani kopi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk menggambarkan kondisi usaha tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kekuatan (ketersediaan luas lahan kopi arabika sebesar 578 Ha, ketersediaan tenaga kerja yang berpengalaman, ketersediaan sarana ekonomi, sosial dan kesehatan, ketersediaan kelembagaan petani dan dukungan kebijakan pemerintah tentang peremajaan kopi arabika). Faktor kelemahan (kurangnya pemupukan pada tanaman kopi arabika, penggunaan teknologi yang masih sederhana dalam budidaya dan pengolahan kopi arabika, kurangnya sikap petani dalam pemangkasan kopi arabika dan umur tanaman kopi arabika sudah tua (>25) tahun). Faktor peluang (tingginya permintaan pasar kopi arabika Toraja baik domestik maupun global, potensi integrasi dengan sektor pariwisata Toraja, mendapatkan pelatihan budidaya dan pasca panen kopi arabika dari pemerintah, kemitraan kerjasama dengan eksportir, dan industri kopi dan akses teknologi yang semakin terbuka terhadap informasi dan teknologi). Faktor ancaman (ketidakpastian iklim global, seperti kenaikan suhu, curah hujan yang tidak teratur, atau perubahan musim yang tidak menentu, fluktuasi harga dapat memengaruhi pendapatan petani, alih fungsi lahan ke penggunaan lain serta persaingan dari produk kopi arabika  daerah lain).
Analisis Kelayakan Usaha Gula Kelapa di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba Evifirayanti Evifirayanti; Sulfiana Sulfiana; Suardi Bakri
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5134

Abstract

This study aims to identify the factors influencing the success of coconut sugar enterprises in Kajang District, Bulukumba Regency; analyze the income generated from coconut sugar production; and assess the financial feasibility of coconut sugar businesses in the region. The research employs a mixed-methods approach, combining both qualitative and quantitative methods. This approach was selected to describe the actual conditions of coconut sugar enterprises in the field and to analyze measurable relationships between variables affecting income and business feasibility. The qualitative method was used to explain the socioeconomic characteristics of coconut sugar producers and the conditions of their enterprises, while the quantitative method was used to calculate income, profit, and several financial feasibility indicators Revenue Cost (R/C) Ratio, Benefit Cost (B/C) Ratio, Gross Margin, Net Profit Margin, Return on Investment (ROI), Net Present Value (NPV), and Break-Even Point (BEP).The results show that factors influencing the success of coconut sugar businesses include age, experience, education level, land area, number of dependents, and climatic conditions. Based on the financial analysis, the coconut sugar business is considered feasible to develop. The R/C Ratio value of 2.50 indicates that every Rp1 of cost generates Rp2.50 in revenue. The B/C Ratio of 1.50 signifies that the net profit obtained is 1.5 times the cost incurred. A Gross Margin of 76% reflects efficient use of variable costs, while a Net Profit Margin of 60% indicates that more than half of the total revenue becomes net profit.
Strategi Pengembangan Usahatani Kopi Arabika di Kelurahan Benteng Ambeso Kecamatan Gandangbatu Sillanan Kabupaten Tana Toraja Agustina Tappi Sammane; Amal Said; Sulfiana Sulfiana; Helda Ibrahim
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 12 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i12.5141

Abstract

Kopi arabika (Coffea arabica) merupakan salah satu varietas kopi yang paling banyak dibudidayakan dan memiliki kualitas biji kopi yang unggul dibandingkan dengan jenis kopi lainnya. Kopi arabika Toraja adalah jenis kopi arabika yang berasal dari daerah pegunungan Toraja, di Sulawesi Selatan, Indonesia. Kopi ini dikenal sebagai kopi spesialty karena cita rasanya yang khas dan kompleks. Kelurahan Benteng Ambeso adalah salah satu daerah penghasil kopi arabika di Tana Toraja. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan usahatani kopi arabika di Kelurahan Benteng Ambeso, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Benteng Ambeso Kecamatan Gandangbatu Sillanan Kabupaten Tana Toraja pada bulan September-Oktober 2025. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Metode pengambilan sampel yang dilakukan adalah Purposive Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukaan bahwa strategi pengembangan kopi arabika di Kelurahan Benteng Ambeso, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja yang dapat dilakukan adalah: 1. Peningkatan produktivitas dan kualitas hasil melalui optimalisasi lahan, teknologi budidaya dan pascapanen. 2. Peremajaan tanaman yang sudah tua. 3. Kemitraan pemasaran untuk memperluas jaringan pasar serta memperkuat daya saing.
Driving Agricultural Productivity in Indonesia: The Impact of Digital Transformation and Regional Disparities Sulfiana Sulfiana
Global Review of Tourism and Social Sciences Vol. 1 No. 2 (2025): Global Review of Tourism and Social Sciences
Publisher : Yayasan Ghalih Pelopor Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/grtss.v1i2.367

Abstract

This study examines the impact of digital transformation on agricultural productivity across Indonesia, focusing on the roles of digital infrastructure, technology adoption, farmer education, government support, and cost of technology. Using a multiple regression model with data from 380 respondents across key agricultural regions, the findings reveal that technology adoption and government support have the most substantial impacts on productivity. Digital infrastructure and education also play significant roles, while the cost of technology has a smaller yet positive effect. The study highlights regional disparities, with Java and Sumatra benefiting most from digital transformation, while regions like Maluku and Papua face challenges due to limited resources and infrastructure. These findings emphasize the need for integrated policies targeting infrastructure development, education, and affordability to ensure inclusive growth. This research contributes to the understanding of digital transformation in agriculture and provides actionable insights for sustainable agricultural development
Aktivitas Kelompok Tani Hutan berbasis Agroforestry Helda Ibrahim; Muhammad Junan; Sulfiana; Majdah M. Zain
Jurnal Kehutanan dan Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ecoforest.v1i2.48

Abstract

Kegiatan Kelompok Tani Hutan dilakukan melalui kegiatan Pemberdayaan masyarakat yang merupakan salah satu program pemerintah khususnya di bidang kehutanan menitik beratkan pada Pelibatan Masyarakat sekitar hutan dalam pengelolaan dan pemanfaatan hutan dalam rangka peningkatan pendapatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktifitas kelompok tani hutan dan menganalisis pemberdayaan kelompok Tani Hutan Cahaya Tala-tala. Responden pada peneltian ini anggota kelompok tani cahaya tala-tala sebanyak 25 orang dengan menggunakan analisis deskriftif kualitatif untuk mementukan aktifitas anggota Kelompok tani hutan Desa Bonto manai Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aktivitas Kelompok Tani Hutan Cahaya Tala-tala di Desa Bontomanai Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros terdiri dari 1) Penyadapan Aren (72 %), 2) Pembuatan Gula Aren (72 %), 3) Pengumpulan Madu (60 %), 4) Pembersihan Lokasi Penanaman (92 %), 5) Pemasangan Pagar (92 %), 6) Pengisian Polybag (100 %),7) Penanaman (100 %). Kegiatan Pemberdayaan Kelompok Tani Hutan Cahaya Tala-tala di Desa Bontomanai Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros yaitu 1) Sosialisasi (81 %), 2) Bimbingan Teknis (78,33 %), 3) Bantuan Bibit (86,67 %), 4) Bantuan Sarana dan Prasarana (78,33 %), 5) Kerjasama dengan AFoCo dalam penanaman demplot (79,33 %).