Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KONSEP PERSEPSI KONSUMEN SYARI’AH DAN REPUTASI MINAT BELI KONSUMEN DEDI EKO RIYADI
JURNAL KEISLAMAN TERATEKS Vol 4 No 2 (2019): OKTOBER
Publisher : STAI MIFTAHUL ULUM TARATE PANDIAN SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persepsi konseumen syari’ah dapat dikatakan sebagai pemikiran yang berkaiatan dengan pilihan rasa setiap individu dalam menentukan pilahannya sesuai dengan ketentuan nilai nilai agama yang dapat menciptakan terwudunya kemaslahatan dan kebaikan. Persepsi konseumen syari’ah ini dapat dipertanggung jabkan secara ilmiah karena hal ini sangat erat kaitannya dengan pendengaran, penglihatan, pengahayatan, perasaan, penciuman yang hubungannya dengan masalah falsafah social masyarakat muslim, dan sangat berhubungan dengan etika social atau akhlak yang tidak boleh tidak harus dipegang oleh masyarakat muslim. Oleh karena itu untuk mengetahui dengan baik akan persepsi syari’ah, diperlukan konsep yang jelas tentang syari’ah terlebih dahulu dibandingkan dengan konvensional dan ini akan dibahas lebih detil dalam bab pembahasan. Persespsi konsumen syari’ah ini tidak bisa dipisahkan dengan reputasi minat beli konsumen. Karna bagaimanapun juga pada realitas yang terjadi keinginan yang kuat dari konsumen untuk membeli tidak lepas dari dorongan yang kuat dari dalam diri individu konsumen. Konsumen dalam membeli prudak disadari atau tidak akan mempertimbangkan dua unsure penting yakni unsur syari’ah dan trend masa kini.
METODE COMMON EUROPEAN FRAMEWORK OF REFERENCE FOR LANGUAGE (CEFR) DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Dedi Eko Riyadi
Al-Fakkaar Vol 1 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Unisda Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.111 KB)

Abstract

Fakta yang tidak bisa dipungkiri Bagi orang Indonesia dalam mempejari bahasa arab , memiliki tingkat kesulitan dan kemudahan berbeda antara pelajar yang satu dengan pelajar yang lain. Namu kita perlu membangun cara berfikir bahwa, Kesulitan mempelajarinya tidaklah disebabkan oleh bahasanya itu melainkan pelajarnya dan metode yang digunakan. dalam tulisan ini, penulis akan mengulas sebuah metode pembelajaran yang dinamakan dengan metode Common European Framework of Reference for Language (CEFR). Pada mulanya, metode ini digunakan dalam pembelajaran bahasa asing di Eropa. Apakah teori ini bisa diterapkan dalam pembelajaran bahasa Arab, sebagaimana 40 bahasa asing selain bahasa Inggris. Sangat sederhana maksut dari tulisan ini adalah hanya sebuah usaha untuk mengetahui efektivitas, peluang dan tantangan pembelajaran bahasa Arab di Indonesia dengan menggunakan CEFR dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dalam wilayah ruang lingkupnya, Metode Common European Framework Of Reference For Language (CEFR)dalam bahasa arab, tidak ada pembedaan pada jenjang pendidikan formal yang mengacu pada usia pelajar. Teori CEFR dalam pembelajaran bahasa Arab mengacu pada kemampuan berbahasa Arab pada setiap levelnya berjumlah enam tingkatan. Yaitu A1 dan A2 untuk pemula, B1dan B2 untuk menengah, dan C1 dan C2 untuk tingkat lanjut. Jika dilihat dari pembelajaran bahasa Arab yang tersusun adalah didasarkan pada kompetensi tiap tingkatan dan ini akan memunkinkan bagi siapa saja untuk mempelajarinya dan menempati level sesuai kemampuannya. Dalam wilayah implementasinya, CEFR dalam pembelajaran bahasa Arab di Indonesia khususnya masih terdapat kesulitan dalam menemukan aplikasinya baik di pendidikan formal maupun non formal tanpa adanya dukungan daripemerintah. Dan ini menunjukkan bahwa penerapan metode apapun dalam pembelajaran terutama metode Metode Common European Framework Of Reference For Language (CEFR)dalam bahasa arab bahasa arab, perlu adanya saling mendukung antara guru, pihak sekolah terutama dari pemerintahan.