Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

DAMPAK EKONOMI DIGITAL TERHADAP KETIMPANGAN PENDAPATAN DI NEGARA BERKEMBANG: STUDI KASUS INDONESIA NURUL HUDA
JURNAL KEISLAMAN TERATEKS Vol 10 No 1 (2025): APRIL
Publisher : STAI MIFTAHUL ULUM TARATE PANDIAN SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di tengah pesatnya gelombang transformasi digital, Indonesia telah menjadi salah satu episentrum pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara. Namun, di balik gemerlap kemajuan teknologi, tersembunyi sebuah paradoks: apakah ekonomi digital benar-benar mendorong pemerataan, atau justru memperdalam jurang ketimpangan pendapatan? Penelitian ini hadir untuk menjawab pertanyaan kritis tersebut dengan menganalisis dampak ekonomi digital mulai dari e-commerce, fintech, hingga penetrasi internet terhadap kesenjangan pendapatan di Indonesia. Dengan mengolah data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Dunia, dan laporan industri terkini, penelitian ini mengungkap temuan menarik: ekonomi digital ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, ia membuka pintu peluang baru bagi UMKM dan masyarakat pedesaan melalui akses pasar yang lebih luas dan inklusi keuangan. Namun, di sisi lain, ia juga memperlebar kesenjangan antara kelompok berpendapatan tinggi yang mampu memanfaatkan teknologi dan kelompok berpendapatan rendah yang tertinggal akibat keterbatasan akses dan keterampilan. Berdasarkan temuan ini, penelitian ini tidak hanya memetakan masalah, tetapi juga menawarkan solusi. Rekomendasi kebijakan difokuskan pada pembangunan infrastruktur digital yang merata, peningkatan literasi digital, dan regulasi yang inklusif untuk memastikan bahwa manfaat ekonomi digital dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi pijakan bagi terciptanya ekonomi digital yang tidak hanya tumbuh pesat, tetapi juga adil dan berkelanjutan
INTEGRASI TEKNOLOGI FINANSIAL SYARIAH DAN INKLUSI KEUANGAN DIGITAL DI INDONESIA: ANALISIS DAMPAK TERHADAP UMKM 2021–2025 NURUL HUDA
JURNAL KEISLAMAN TERATEKS Vol 10 No 2 (2025): OKTOBER
Publisher : STAI MIFTAHUL ULUM TARATE PANDIAN SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital dalam sektor keuangan global telah mendorong lahirnya berbagai inovasi teknologi, termasuk di ranah keuangan syariah. Di Indonesia, teknologi finansial berbasis prinsip-prinsip syariah (fintech syariah) semakin berkembang dan berpotensi besar dalam mendukung inklusi keuangan, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana integrasi fintech syariah dengan ekosistem keuangan digital dapat meningkatkan akses pembiayaan dan memperkuat kapasitas ekonomi UMKM pada periode 2021 hingga 2025. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif sekunder yang diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, dan platform fintech syariah seperti ALAMI, Investree Syariah, dan Ammana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan fintech syariah telah memberikan alternatif pembiayaan yang lebih mudah, cepat, dan sesuai syariat bagi pelaku UMKM. Terdapat peningkatan signifikan dalam jumlah transaksi dan jumlah UMKM yang mengakses layanan ini, didukung oleh perkembangan teknologi mobile dan integrasi data digital yang semakin luas. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan seperti masih rendahnya literasi keuangan syariah, keterbatasan infrastruktur digital di daerah tertinggal, serta kerangka regulasi yang perlu lebih adaptif terhadap perkembangan fintech syariah. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara regulator, penyedia layanan fintech syariah, dan lembaga pendidikan guna memperkuat ekosistem digital yang inklusif, berkelanjutan, dan sejalan dengan prinsip maqashid syariah. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur ekonomi syariah dan menawarkan arah kebijakan strategis untuk memperkuat peran UMKM dalam perekonomian nasional
MODEL ISLAMIC ETHICAL DIGITAL MARKETING TERHADAP BRAND TRUST DAN CUSTOMER ENGAGEMENT PADA PRODUK HALAL NURUL HUDA
JURNAL KEISLAMAN TERATEKS Vol 11 No 1 (2026): APRIL
Publisher : STAI MIFTAHUL ULUM TARATE PANDIAN SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi strategi pemasaran dalam berbagai sektor industri, termasuk industri produk halal. Dalam konteks pemasaran syariah, aktivitas pemasaran tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga harus berlandaskan pada nilai-nilai etika Islam seperti kejujuran (shidq), amanah, keadilan ('adl), dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana model Islamic Ethical Digital Marketing diterapkan dalam pemasaran produk halal serta dampaknya terhadap pembentukan brand trust dan customer engagement. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada beberapa pelaku usaha produk halal yang aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran digital. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi konten media sosial, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis tematik yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip etika Islam dalam digital marketing, seperti transparansi informasi produk, kejujuran dalam promosi, serta penggunaan narasi nilai-nilai Islami dalam konten digital, mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap merek serta mendorong keterlibatan konsumen dalam bentuk interaksi digital. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi nilai etika Islam dalam strategi digital marketing tidak hanya memperkuat citra merek halal tetapi juga membangun hubungan jangka panjang antara produsen dan konsumen. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur Islamic marketing serta memberikan implikasi praktis bagi pelaku industri halal dalam mengembangkan strategi pemasaran digital yang beretika dan berkelanjutan
Implementation of Corporate Social Responsibility at PT Adaro Energy Indonesia TBK Nurul Huda
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 4 No. 4: October 2022 - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v4i4.2893

Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR) or what is often known as Social and Environmental Responsibility (TJSL) is a form of company responsibility for its business activities. Where the company's operational activities certainly have positive and negative sides. Because in reality there are companies that still do not fully implement CSR, and it is even found that people do not trust these companies. This research aims to determine the extent to which PT Adaro Energy Indonesia Tbk (AEI) CSR implementation is carried out in accordance with applicable regulations and its impact on society and the surrounding environment. The research method used in this research is descriptive qualitative using sustainability report document data. The results of literature review observations based on Law Number 40 of 2007 and Government Regulation Number 47 of 2012, in the sustainability report AEI is considered to have implemented the CSR provisions. AEI's CSR which is implemented through the Turn on Change program includes Turn on Knowledge (education), Turn on Prosperity (community empowerment), Turn on Body (health), Turn on Culture (cultural preservation), and Turn on Sustainable (environment). AEI's CSR as a whole has also had a positive influence on society and the surrounding environment, such as in economic aspects, social aspects and environmental aspects.