Tumiur Sormin
Politeknik Kesehatan Kementrian tanjung karang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH MOBILISASI DINI DAN KOMPRES HANGAT TERHADAP PEMULIHAN PERISTALTIK USUS PADA PASIEN POST OPERASI DENGAN ANESTESI UMUM Tumiur Sormin; Anita Puri; Angga Yudandi
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 3, No 1 (2022): Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKPI)
Publisher : Universitas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organizatio (WHO) 2013 dalam Weiser (2016), jumlah pasien yang mendapatkan tindakan pembedahan mengalami peningkatan setiap tahunnya. Selama tahun 2011 terdapat 140 juta pasien di seluruh rumah sakit di dunia, selanjutnya pada tahun 2012 mengalami peningkatan menjadi 148 juta pasien. Di Indonesia pada tahun 2012 terdapat 1,2 juta kasus pembedahan. Penelitian ini bertujuan membantu pemulihan peristaltik usus pasca pasien mengalami pembedahan.  Metode yang digunakan pre test dan post test dengan Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode quasi eksperimen desain. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan accidental sampling dengan jumlah 32 responden. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien post operasi dengan anestesi umum. Pengumpulan data menggunakan uji wilcoxon untuk menguji 2 sampel yang berpasangan pada masing-masing kelompok dan menggunakan uji Mann Whitney untuk menguji perbedaan pada 2 sampel yang tidak berpasangan pada tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05).Rata-rata peringkat peristaltik usus pada pada kelompok eksperimen didapatkan nilai 23,06, sedangkan pada kelompok kontrol setelah diberi intervensi didapatkan nilai 9,94. Hasil uji statistik menggunakan uji Mann-Whitney didapatkan nilai Z yaitu = 4,075 dan nilai p-value sama dengan 0,000. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh mobilisasi dini dan kompres hangat terhadap pemulihan peristaltik usus pada pasien post operasi dengan anestesi umum di RSUD Jend. Ahmad Yani Kota Metro tahun 2021. Peneliti menyarankan perawat ruangan dapat melakukan tindakan mobilasasi dini dan kompres hangat dalam mengatasi masalah pemulihan peristaltik usus.
PENGARUH MOBILISASI DINI DAN KOMPRES HANGAT TERHADAP PEMULIHAN PERISTALTIK USUS PADA PASIEN POST OPERASI DENGAN ANESTESI UMUM Tumiur Sormin; Anita Puri; Angga Yudandi
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKPI)
Publisher : Universitas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organizatio (WHO) 2013 dalam Weiser (2016), jumlah pasien yang mendapatkan tindakan pembedahan mengalami peningkatan setiap tahunnya. Selama tahun 2011 terdapat 140 juta pasien di seluruh rumah sakit di dunia, selanjutnya pada tahun 2012 mengalami peningkatan menjadi 148 juta pasien. Di Indonesia pada tahun 2012 terdapat 1,2 juta kasus pembedahan. Penelitian ini bertujuan membantu pemulihan peristaltik usus pasca pasien mengalami pembedahan.  Metode yang digunakan pre test dan post test dengan Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode quasi eksperimen desain. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan accidental sampling dengan jumlah 32 responden. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien post operasi dengan anestesi umum. Pengumpulan data menggunakan uji wilcoxon untuk menguji 2 sampel yang berpasangan pada masing-masing kelompok dan menggunakan uji Mann Whitney untuk menguji perbedaan pada 2 sampel yang tidak berpasangan pada tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05).Rata-rata peringkat peristaltik usus pada pada kelompok eksperimen didapatkan nilai 23,06, sedangkan pada kelompok kontrol setelah diberi intervensi didapatkan nilai 9,94. Hasil uji statistik menggunakan uji Mann-Whitney didapatkan nilai Z yaitu = 4,075 dan nilai p-value sama dengan 0,000. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh mobilisasi dini dan kompres hangat terhadap pemulihan peristaltik usus pada pasien post operasi dengan anestesi umum di RSUD Jend. Ahmad Yani Kota Metro tahun 2021. Peneliti menyarankan perawat ruangan dapat melakukan tindakan mobilasasi dini dan kompres hangat dalam mengatasi masalah pemulihan peristaltik usus.
THE EFFECT THERAPEUTIC COMMUNICATION AND MUSIC THERAPY ON ANXIETY OF PREOPERATIVE PATIENTS IN JENDERAL AHMAD YANI METRO CITY IN 2021 Tumiur Sormin; Anita Puri; Septia Vivinarti
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKPI)
Publisher : Universitas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data in the world shows that 61% of perioperative patients experience anxiety for fear of experiencing pain during the operatio, if not overcome it can even delay the implementation of operation. This study aims to determine the effect of therapeutic communication and nusic therapy on preoperative patient anxiety, This type of research is quantitative approach with a quasi-experimental design using a pretest-postest with control group design. This sampling technique used accidental sampling. The population of this study was 80 respondents with a sample of 32 respondents devided into two group, namely the experimental group of 16 respondents and the control group of 16 respondents. The research was carried out in may-June at RSUD jenderal Ahmad Yani metro City in 2021. The results of this study indicate anxiety in the experimental group with the average value before being given action is 24,56, (SD= 3,741), (Min =19), (Max = 32), while the average value the average after being given the action was 12,13, (SD=1,544), (Min=10), (Max=15)., an the anxiety result in the control group with the average value before being given the actin is 15,13, (SD=2,680), (Min=11), (Max=20). It was concluded that there was a significant effect of therapeutic communication and music therapy  on prepperative patient anxiety with a p-value of 0,001. Therefore, it is recommended to the Jenderal Ahmad Yani Metro City to make therapeutic communication techniques and music therapy as companion therapy or additional relaxation therapy in preoperative patient.Keywords           : Therapeutic Communication, Music Therapy, Anxiety