Maria V Ayu Florensa
Faculty of Nursing, University of Pelita Harapan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN IDE BUNUH DIRI PADA MAHASISWA [THE RELATIONSHIP BETWEEN STRESS LEVELS AND SUICIDE IDEATION IN COLLEGE STUDENTS] Grace Angel Lalenoh; Ian Berkat P.N Zega; Inggrid Febe Yuni; Maria V Ayu Florensa; Mega Tri Anggraini Setia Ningsih
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 9, No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v9i1.3466

Abstract

The range of students ages are 18 – 24 years have a responsibility as students at college susceptible to stress even if exaggeration can trigger suicidal ideation.Suicide data for students aged 18-26 in America in 2016 reached 1,000 people/year, while in Indonesia the national death rate from suicide during the year of 2016 recorded 1,800 cases. Preliminary study results on 30 students: 45% think unable to continue life, 20% thought hopeless, 5% Think to harm themselves and 30% Have positive think to against stress. Objective: To determine the relationship of stress levels with suicide ideas in students. Research method used correlational quantitative research methods and purposive sampling techniques with a sample count of 250 respondents. Research instruments uses perceived stress scale valid (0.84) and reliable (Cronbach α 0.85) and Adult Suicidal Ideation Questionnaire (>1.96) reliable (Cronbach α 0.97). Results found the highest stress levels in the moderate stress category (80.0%) and the majority of suicidal ide ideas have a minimum risk (77.2), and there is a link between stress and suicidal dealing with a p-value of 0.048. Further research related to the application of adaptive stress coping and the provision of social support to students.BAHASA INDONESIA Mahasiswa yang termasuk dalam rentang usia 18-24 tahun memiliki tanggung jawab sebagai pelajar di Perguruan Tinggi rentan mengalami stres berlebihan sehingga dapat memicu ide bunuh diri. Data bunuh diri pada mahasiswa usia 18-26 di Amerika pada tahun 2016 mencapai 1.000 jiwa/tahun sedangkan data di Indonesia, angka kematian nasional akibat bunuh diri selama satu tahun terakhir pada tahun 2016 tercatat sebanyak 1.800 kasus. Studi pendahuluan pada 30 mahasiswa didapatkan sebanyak 45% berpikir tidak sanggup melanjutkan hidup, 20% berpikir putus asa, 5% berpikir menyakiti diri dan 30% berpikir positif terhadap stres. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan ide bunuh diri pada mahasiswa. Menggunakan metode kuantitatif korelasional dan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 250 responden. Instrumen penelitian yakni Perceived Stress Scale yang valid (0,84) dan reliabel (Cronbach α 0,85) dan Adult Suicidal Ideation Questionnaire yang valid (>1,96) reliabel (Cronbach α 0,97). Hasil penelitian didapatkan tingkat stres terbanyak pada kategori stres sedang (80,0%) dan tingkat ide bunuh diri dengan mayoritas memiliki risiko minimal (77,2), serta terdapat hubungan antara stres dengan ide bunuh diri dengan hasil p value 0,048. Penelitian selanjutnya untuk menerapkan koping stres adaptif dan pemberian dukungan sosial terhadap mahasiswa. 
HUBUNGAN PERLAKUAN BODY SHAMING DENGAN CITRA DIRI MAHASISWA [THE RELATIONSHIP BETWEEN BODY SHAMING BEHAVIOR AND STUDENTS SELF IMAGE] Dwi Sri Widiyani; Desinta Aditiya Rosanda; Tonny F Cardella; Maria V Ayu Florensa; Mega Tri Anggraini Setia Ningsih
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 9, No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v9i1.3464

Abstract

Body shaming is an unpleasant experience experienced by individuals when it is seen as something negative by others from their body shape. The impact of body shaming can result in victims becoming insecure and less confident. Research objective to determine the relationship between body shaming behavior and student selfimage. Research method is quantitative descriptive correlational and cross sectional approac. This research was conducted in April-May 2020. The statistical test used was the Somersd test. Instrument used a body shaming questionnaire and a self-image questionnaire that had been tested by VR with a cronbach alpha value of 0.795 for body shaming treatment and 0.811 for self-image. Population was 176 samples which were counted using purposive sampling method. Results of univariate analysis showed that 85.2% of students received low body shaming treatment and 56.2% of students had a negative self-image, statistical tests obtained p value 0.015 <α 0.05 with somers'd value -0.257, which means that there is a significant relationship between treatments. body shaming with student self-image with negative correlation direction. Suggestions for educational institutions to continue to instill good tolerance values in students and this research are expected to become library reading materials in developing science in the health sector.BAHASA INDONESIA Perlakuan body shaming adalah pengalaman tidak menyenangkan yang dialami individu ketika dipandang sebagai sesuatu yang negatif oleh orang lain dari bentuk tubuhnya. Dampak dari perlakuan body shaming dapat mengakibatkan korban menjadi minder dan kurang percaya diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perlakuan body shaming dengan citra diri mahasiswa. Metode penelitian ini yaitu kuantitatif deskripif korelasional dan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Mei 2020. Uji statistik yang digunakan adalah uji somers’d. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner perlakuan body shaming dan kuesioner citra diri yang telah dilakukan uji VR dengan nilai cronbach alpha 0,795 untuk perlakuan body shaming dan 0,811 untuk citra diri. Sampel yang digunakan sebanyak 176 sampel yang dihitung menggunakan metode purposive sampling. Hasil analisa univariat menunjukkan 85,2% mahasiswa menerima perlakuan body shaming rendah dan 56,2% mahasiswa memiliki citra diri negatif, uji statistik didapatkan p value 0,015 < α 0,05 dengan nilai somers’d -0,257 berarti terdapat hubungan yang bermakna antara perlakuan body shaming dengan citra diri mahasiswa dengan arah korelasi negatif. Saran bagi institusi pendidikan agar terus menanamkan nilai-nilai toleransi yang baik kepada mahasiswa dan penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan bacaan perpustakaan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dalam bidang kesehatan. 
DUKUNGAN SUAMI TERHADAP IBU HAMIL DI KELURAHAN BANYUMUDAL JAWA TENGAH [THE DESCRIPTION OF HUSBAND’S SUPPORT TO PREGNANT WOMAN IN BANYUMUDAL VILLAGE CENTRAL JAVA] Ellyce Tabita; Elsa Angita; Gilang Kurniawan; Maria V Ayu Florensa; Dora Irena Purimahua
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v8i2.3105

Abstract

Family support especially from husband is need during the pregnancy who is pregnant. When the family has an expectant member of the family, the husband is always expected to provide motivation, help, and companionship with the family members so she will feel comfortable and relax when she gets during her pregnancy. While, if the husband doesn’t provide support for his wifes, pregnant women will feel anxiety, and anxiety have a negative impact in pregnant women and babies un the womb. The death toll of expectant mothers in 2017 was 100 from 100.000 births living in Banyumudal. Aim this study to find out the description of husband’s support to pregnant women in Banyumudal Village, Moga Subdistrict, Central Java. This research is a quantitative method with descriptive design. This research was conducted on April until June 2020, by used a husband’s questionnaire that has been tested for validity and reliability with cronbach alpha 0.635. The sample of this study were 37 husbands of pregnant women who were determined by accidental sampling technique. Data collected were analysed univariately. Based on study to 37 respondents, it was found that as much as 75.7% of husbands provide support for their wives while 24.3% do not provide support for their wives. The husband is expected to provide support continuously to pregnant women in the period of pregnancy until delivery and recovery later, so that pregnant women feel safe, comfortable and calm. Nurses as health workers in the community play a role in educating couples of childbearing age especially husbands to provide support to pregnant wives from various aspects.BAHASA INDONESIA Dukungan keluarga terlebih suami sangat diperlukan selama kehamilan istri yang sedang hamil. Ketika keluarga memiliki salah satu anggota keluarga yang sedang hamil, suami diharapkan selalu memberikan motivasi, membantu, dan mendampingi anggota keluarga tersebut sehingga ia akan merasa nyaman dan tenang ketika ada masalah yang ia alami selama masa kehamilannya. Sementara, jika suami tidak memberikan dukungan terhadap istrinya, ibu hamil akan merasa cemas dan kecemasan berdampak buruk bagi ibu hamil dan bayi didalam kandungannya. Angka kematian ibu hamil pada tahun 2017 sebanyak 100 per 100.000 kelahiran hidup di Kelurahan Banyumudal. Tujuan Penelitian untuk mengetahui gambaran dukungan suami terhadap ibu hamil di Kelurahan Banyumudal Kecamatan Moga, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada April sampai Juni 2020, dengan menggunakan kuesioner dukungan suami yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas dengan nilai cronbach alpha 0,635. Sampel pada penelitian ini yaitu 37 suami ibu hamil yang ditentukan dengan accidental sampling technique. Data yang dikumpulkan dianalisis secara univariat. Berdasarkan penelitian pada 37 responden, didapatkan hasil bahwa sebanyak 75,7% suami memberikan dukungan kepada istrinya sementara 24,3% tidak memberikan dukungan kepada istrinya. Suami diharapkan dapat terus memberikan dukungannya terhadap ibu hamil dimasa kehamilan sampai persalinan dan pemulihan nantinya, agar ibu hamil merasa aman, nyaman dan tenang. Perawat sebagai tenaga kesehatan di masyarakat berperan mengedukasi pasangan usia subur khususnya suami untuk memberikan dukungan pada istri yang hamil dari berbagai aspek.