Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

UJI COBA PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR AND SHARE PADA KONSEP KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP Muhammad Kurnia Sugandi
BIO EDUCATIO : (The Journal of Science and Biology Education) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.993 KB) | DOI: 10.31949/be.v2i1.585

Abstract

Latar belakang permasalahan pada penelitian ini adalah suasana kegiatan belajar mengajar tidak membuat peserta didik aktif, kreatif, efektif, dan membuat peserta didik jenuh dalam belajar. Dari permasalah tersebut berdampak pada rendahnya aktivitas peserta didik terlihat dari rendahnya hasil belajar peserta didik yang masih dibawah Kriteria Ketuntasan Minimum. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair and Share cocok diterapkan pada konsep Keanekaragaman Makhluk. Model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair and Share  merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang mampu mengubah asumsi bahwa metode resitasi dan diskusi perlu diterapkan dalam setting kelompok secara keseluruhan. Berdasarkan hasil penelitian, pengolahan, data dan pengujian hipotesis, maka penulis berkesimpulan bahwa, model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair and Share cocok diterapkan untuk menjelaskan konsep Keanekaragaman Makhluk Hidup. Kata kunci : Think Pair and Share, Hasil Belajar
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Sistem Indera Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Explicit Instruction (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas XI IA 1 SMA Negeri 1 Maja) Muhammad Kurnia Sugandi
BIO EDUCATIO : (The Journal of Science and Biology Education) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.697 KB) | DOI: 10.31949/be.v3i1.856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran Biologi konsep Sistem Indera melalui penerapan model pembelajaran Explicit Instruction di kelas XI IA 1 SMA Negeri Maja. Desain penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc. Tanggart dengan menggunakan dua siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IA 1 SMA Negeri 1 Maja. Data yang dikumpulkan berupa data pelaksanaan tindakan kelas dan data peningkatan hasil belajar Biologi, lembar observasi, dan wawancara siswa kelas XI IA 1 SMA Negeri 1 Maja,  yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran Explicit Instructionpada konsep Sistem Indera terdapat peningkatan hasil belajar dari tiap siklusnya peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari meningkatnya nilai posttest terhadap nilai pretest yang dilaksanakan dari 2 siklus. Pada siklus I rata-rata pretest sebesar 60 dan posttest sebesar 80,61 sedangkan siklus II rata-ratapretest sebesar 70,30 dan posttest sebesar 90. Terbukti bahwa terdapat peningkatan hasil belajar dari siklus I terhadap siklus II, peningkatannya sebesar 9,39 %. Kata kunci: Explicit Instruction, Sistem Indera, Hasil Belajar
Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Konsep Pencemaran Lingkungan Muhammad Kurnia Sugandi
BIO EDUCATIO : (The Journal of Science and Biology Education) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.161 KB) | DOI: 10.31949/be.v2i2.757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan penerapan model pembelajaran Group Investigation terhadap hasil belajar peserta didik pada konsep Pencernaan Lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode pre-experimental design dengan menggunakan penelitian deskriptif analisis dengan jenis kuantitatif. Desain penelitian menggunakan one group pretest-posttes design. Populasi penelitian ini adalah peserta didik  kelas MA Raudlatutta’allum Tasikmalaya. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple jenuh yaitu penentuan sampel anggota populasi dijadikan sampel yang diambil adalah 35 orang. Hasil penelitian menunjukan Hasil analisis thitung = -24,76 dan ttabel = 2,04. diperoleh nilai 2p (0,0455) <  α (0,05), kesimpulan analisis menunjukan tolak Ho. artinya median hasil posttest tidak sama dengan median yang telah ditentukan. Dengan demikian model pembelajaran Group Investigation cocok diterapkan pada proses pembelajaran konsep Pencemaran Lingkungan di kelas X MA Raudlatutta’allum Kota Tasikmalaya. Kata kunci : Group Investigation, Pencemaran Lingkungan   
Peningkatan Kemampuan Memecahkan Masalah Siswa Pada Konsep Ekosistem Dengan Pembelajaran Guided Inquiry Berbantuan Audio Visual Di Kelas VII SMP IT Hafifudin Arrohimah Muhammad Kurnia Sugandi
BIO EDUCATIO : (The Journal of Science and Biology Education) Vol 1, No 1 (2016): Bio Educatio (The Journal of Science and Biology Education)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.988 KB) | DOI: 10.31949/be.v1i1.435

Abstract

Latar belakang permasalahan pada penelitian ini adalah pembelajaran di sekolah khususnya pembelajaran IPA terlalu memacu terhadap otak anak untuk menghapal berbagai macam materi pelajaran. Salah satu kesulitan dalam belajar IPA yaitu peserta didik dituntut untuk bisa menghapal terhadap nama-nama ilmiah beserta rumus-rumus perhitungan dan proses kegiatan belajarnya pun selalu dilaksanakan di dalam ruangan kelas saja, sistem pembelajaran yang seperti ini tidak akan bisa meningkatkan kemampuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan memecahkan masalah siswa pada konsep ekosistem dengan pembelajaran Guided Inquiry di kelas VII SMP IT Hafifudin Arrohimah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini Pre-experimental design dengan menggunakan penelitian deskriptif analisis dengan jenis kuantitatif. Hal ini dapat terjadi, karena tidak adanya variable kontrol, dan sampel tidak dipilih secara random. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP IT Hafifudin Arrohimah. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple jenuh yaitu penentuan sampel anggota populasi dijadikan sampel yang diambil adalah 35 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran Guided Inquiry dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah siswa sebesar 23,3 %  adapun sisanya sebesar 76,7 % dipengaruhi oleh faktor lain. Kesimpulan dari hasil penelitian yang sudah dilakukan bahwa pembelajaran Guided Inquiry pada konsep ekosistem dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah kelas VII SMP IT Hafifudin Arrohimah. Kata kunci : Guided Inquiry, ICT, Kemampuan Memecahkan Masalah, Ekosistem