This Author published in this journals
All Journal JURNAL KONVERSI
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMANFAATAN TANIN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI TERHADAP LAJU KOROSI BESI DALAM LARUTAN NaCl 3% (w/v) Tian Wahyuni; Syamsudin Ab
JURNAL KONVERSI Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.3.1.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inhibitor yang berasal dari ekstrak tanin daun jambu biji terhadap laju korosi besi dalam media NaCl 3%(w/v) dan mendapatkan konsentrasi optimum melalui nilai efisisensi inhibisi. Ekstrak tanin diperoleh dari daun jambu biji dengan cara mengekstrak 20 gram daun jambu biji dalam 1000 mL air dengan waktu 20 menit, selanjutnya didinginkan dan disaring, serta dikeringkan pada suhu 105 ºCmenggunakan hot plate. Tanin ekstrak daun jambu biji yang terbentuk diidentifikasi dengan menambahkan larutan gelatin 10%, dan hasilnya terbentuk endapan berwarna putih yang berarti tanin positif. Larutan FeCl3 10% bertetes-tetes ditambahkan pada filtrat hasil ekstraksi, jika warna yang terbentuk adalah hitam kehijauan, berarti tanin positif. Metode permanganatometri digunakan untuk menentukan kadar tanin. Variasi penambahan ekstrak tanin daun jambu bijike dalam natrium klorida adalah dengan konsentrasi 0 ppm, 65 ppm, 130 ppm, 195 ppm, 260 ppm, dan 325 ppm. Laju korosi dihitung dariberkurangnyamassa besi/waktu atau metode gravimetri.Hasil penelitian menunjukkan bahwa inhibitor ekstrak daun jambu biji  mampumengurangi laju korosi besi dalam media NaCl 3%. Konsentrasi inhibitor optimal untuk mencegah korosi adalah 130 ppmdengan laju korosi 0.045 mg/cm2hari dengan efisiensi inhibisi sebesar 38,36%.  Kata kunci: daun jambu biji, Tanin, korosi besi, inhibitor
UNJUK KERJA SPEKTROFOTOMETER UNTUK ANALISA ZAT AKTIF KETOPROFEN Dwi Warono; Syamsudin Ab
JURNAL KONVERSI Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.2.1.%p

Abstract

Unjuk kerja spektrofotometer dapat dilihat secara tidak langsung dari beberapa pengulangan data yang di dapat dari sampel dan standar ketoprofen yang di analisa secara berkesinambungan, sekaligus menentukan baik tidaknya hasil yang didapat untuk kemudaian digunakan dalam analisa harian. Unjuk kerja spektrofotometer Shimadzu 1700 dengan menggunakan standar baku primer ketoprofen standar USP yang telah diketahui kadarnya dengan pasti pada proses pengujian. Unjuk kerja alat spektrophotometer dapat dikatakan dalam keadaan baik, hal ini dapat dilihat dari enam kali data pengulangan pengukuran yang konsisten selama tiga hari berturut-turut dengan menggunakan sampel ketoprofen injeksi 100 mg/mL. Unjuk kerja spektrofotometer Shimadzu 1700 dikatakan baik dengan nilai galat kurang dari 2,0%. parameter yang diuji seperti ketepatan dan ketelitian lebih dari 98% ( hasil yang di dapat 99.787%), linearitas dengan nilai regresi diatas 0.995 (hasil yang didapat 0.9995), ketelitian, perolehan kembali, selektivitas, dan kapabilitas memberikan hasil yang baik karena telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk setiap parameter.
KOREKSI KADAR FLAVONOID DAN TOKSISITAS DALAM EKSTRAK TEMPUYUNG (SONCHUS ARVENSIS) DAN PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA) Fajar Budi Sulaksono; Syamsudin Ab
JURNAL KONVERSI Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.1.2.%p

Abstract

Penelitian ini dilakukan selama dua bulan sejak 6 April sampai dengan 6 Juni 2009 di Laboratorium Uji Pusat Studi Biofarmaka Jalan Taman Kencana No. 3 Bogor. Bahan penelitian (unit sampel) adalah daun pegagan (Centella asiatica)  tempuyung (Sonchus arvensis) yang diambil dari perkebunan kampus IPB. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah ada pengaruh dari flavonoid yang terambil terhadap daya toksisitas terhadap larva udang (Artemia salina) pada ekstrak tempuyung (Sonchus arvensis) dan pegagan (Cantella asiatica). Berdasarkan percobaan flavonoid yang terambil tidak berpengaruh terhadap sifat toksisitas dikarenakan pada sampel tempuyung maserasi yang memiliki flavonoid sebesar 0,0216% (b/b) hanya memiliki nilai LC50 sebesar 254.9644 dengan program SPSS, sedangkan untuk sampel tempuyung refluks Jpmg memiliki kadar flavonoid sebesar 0,0102% (b/b) memiliki nilai LC50 sebesar 7.555.855 dengan Program SPSS. Kemudian untuk sampel pegagan maserasi yang memiliki kadar flavonoid kecil yaitu sebesar 0,0088% (b/b) juga memiliki nilai LC50 yang kecil sebesar 611.508 dengan program SPSS, sedangkan untuk sampel pegagan refluks yang memiliki kadar flavonoid lebih kecil yaitu 0,0128% (b/b) memiliki kadar flavonoid sebesar 11.214.722 dengan program SPSS, oleh karena itu tidak selamanya ada korelasi antara kadar flavonoid dan nilai toksisitas pada ekstrak tempuyung dan pegagan, kadar flavonoid yang tinggi tidak selamanya memiliki daya toksisitas yang tinggi Kata Kunci: Flavonoid, larva udang (Artemia salina), maserasi, pegagan (Centella asiatica), tempuyung (Sonchus arvensis),