Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KETIDAKADILAN GENDER DALAM DWILOGI PADANG BULAN DAN CINTA DI DALAM GELAS KARYA ANDREA HIRATA: KRITIK SASTRA FEMINIS Erlinda Rosita
Kandai Vol 11, No 1 (2015): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.481 KB) | DOI: 10.26499/jk.v11i1.217

Abstract

Penelitian ini membahas masalah ketidakadilan gender dan strategi perempuan menghadapi ketidakadilan gender dalam Dwilogi “Padang Bulan  dan Cinta di Dalam Gelas” karya Andrea Hirata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manifestasi ketidakadilan gender dan strategi perempuan dalam menghadapi ketidakadilan gender yang terdapat dalam dwilogi Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas. Penelitian ini menggunakan teori struktur novel dan teori kritik sastra feminis. Teori struktur digunakan untuk menganalisis novel dan kritik sastra feminis untuk menganalisis masalah prasangka gender yang terdapat dalam “Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas”. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan objektif dengan metode deskriptif analisis dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakadilan gender di dalam “Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas”, antara lain, (1) jika suami atau kepala keluar meninggal maka dapat dipastikan keluarga itu akan musnah, (2) kondisi fisik masih dijadikan alasan untuk mendiskriminasikan perempuan, (3) suami berperilaku buruk dan menyakiti istri yang dinikahinya secara sah, dan (4) perempuan diharamkan bermain catur. Adapun strategi perempuan dalam menghadapi ketidakadilan gender dengan cara redefinisi, asimilasi, dan menciptakan dimensi baru
KRITIK SOSIAL VERSI MASYARAKAT KELAS BAWAH DALAM KELAKAR PANCE KARYA HENDRA ALFANI Erlinda Rosita
Kibas Cenderawasih : Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol. 15 No. 2 (2018)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.03 KB) | DOI: 10.26499/kc.v15i2.192

Abstract

The presence of satirical column in the form of rubric of Malay language, Ogan dialect, in OKU Express, Baturaja, Ogan Komering Ulu regency, South Sumatera as the background of this research. The column is titled “Kelakar Pance” by Hendra Alfani. The social criticism discussed is a form of critical thinking lower class society at Baturaja, Sumatera Selatan. The issues discussed the social criticusm in lower class society. The aim of this study is to describe the kind of social criticism versus the lower class society. The method of text analysis by collecty the data is used, that is, note and the inventory with objective approach. The object of the study is “Belulok” and “Susun Dinces”. The theory of dialectic Burger and Luckmaan is used. The result of the study in “Beluluk” is the lerk of the goverment attention to ward preservation of the enau trees. Which result the price of enau fruit is expensive. The control of the enau trees is reduced. In the text of “Susun Dinces”, the criticism is about amount of angdes is not comparable with the amount of passanger, as a result the passanger comfort is not priority.
MEREVITALISASI SASTRA LISAN DI SUMATRA SELATAN DENGAN GERAKAN LITERASI NASIONAL Erlinda Rosita
JURNAL DIDACTIQUE BAHASA INDONESIA Vol. 3 No. 2 Juli 2022
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.632 KB) | DOI: 10.36767/didactique.v3i2.925

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil pemikiran tentang upaya merevitalisasi sastra lisan di Sumatra Selatan dengan memanfaatkan Gerakan Literasi Nasional. Penelitian ini membahas masalah sekaligus menawarkan solusi yang berhubungan dengan menjadikan sastra lisan sebagai objek material berliterasi.  Persoalan dasar di Indonesia terkait dengan sastra lisan dan literasi adalah kondisi sastra lisan yang perlu diselamatkan dari kepunahan. Survei tentang literasi yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada tahun 2016 di New Britain, Conn, Amerika Serikat menempatkan Indonesia pada posisi yang memprihatinkan, yaitu urutan ke-60 dari 61 peserta. Dengan menjadikan sastra lisan yang ada di Sumatra Selatan sebagai objek material berliterasi, baik di sekolah, keluarga, dan masyarakat maka dapat dipastikan eksistensi sastra lisan akan tetap terjaga. Aktivitas literasi, baca dan tulis, yang dilakukan akan dapat meningkatkan status literasi Indonesia. Beberapa strategi atau langkah yang dilakukan untuk merevitalisasi sastra lisan di Sumatra Selatan dengan Gerakan Literasi Nasional, yaitu: revitalisasi berbasis sekolah, revitalisasi berbasis keluarga, dan revitalisasi berbasis masyarakat. Selanjutnya, selanjutnya aksi yang dapat dilakukan untuk revitalisasi sastra lisan, yaitu: pemelajaran sastra lisan melalui muatan lokal dan kegiatan ekstrakurikuler, atau bengkel sastra, penyusunan bahan ajar dan atau antologi, alih wahana, dan perlombaan/pergelaran seni, dan pertunjukan kesastraan.Kata Kunci: revitalisasi, sastra lisan, gerakan literasi nasionnal