Hermeneutic theory has two stages in sequence, reconstruction and reflection. Reconstruction stage is an effort level to understand text well in order to make the reader easy to find meaning implied in the text, and reflection stage is an effort level to understand text or better than its creator. This stage tries to find moral values on the text. Using this theory, the text can be fully comprehended; meanings and moral values can be reviewed clearly. By using reconstruction stage on Sukreni Gadis Bali, it results that bad action will bear uncomfortable thing, physically and mentally. By using reflection stage, moral value of the text is that good action will give happiness and bad action will give sorrow. This message is still relevant and can be guidance in now or the future life. Abstrak Teori hermeneutik memiliki dua tahapan secara berurutan, yaitu tahap rekonstruksi dan tahap refleksi. Tahap rekontruksi merupakan tahapan yang berupaya memahami teks secara baik sehingga dengan pemahaman teks yang baik memudahkan pembaca menemukan makna yang terkandung dalam teks, dan tahap refleksi merupakan tahapan yang berupaya memahami teks lebih mendalam atau lebih baik dari pengarangnya. Tahapan ini berusaha menangkap pesan moral yang terkandung dalam teks. Dengan teori ini, tujuan yang ingin dicapai adalah untuk memperoleh pemahaman teks yang lebih baik, sehingga makna dan dan pesan moral dapat terungkap dengan jelas. Dari kajian rekonstruksi terhadap teks Sukreni Gadis Bali menunjukkan perbuatan jahat akan menanggung sesuatu yang tidak menyenangkan, baik itu secara lahir maupun batin. Dari kajian refleksi, pesan moral yang disampaikan dalam teks ini adalah perbuatan yang baik akan berpahala kebahagiaan dan perbuatan yang tidak baik akan berakibat kesengsaraan. Pesan ini masih sangat relevan dan dapat dipedomani dalam menjalani kehidupan sekarang atau masa yang akan datang.