Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERJUANGAN PROTAGONIS PEREMPUAN JAWA UNTUK MENCAPAI KEBEBASAN EKSISTENSIAL DALAM NOVEL DURGA UMAYI KARYA Y.B. MANGUNWIJAYA Ratna Asmarani
Kandai Vol 12, No 1 (2016): Kandai
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1088.096 KB) | DOI: 10.26499/jk.v12i1.78

Abstract

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengkaji perjuangan protagonis perempuan Jawa untuk mencapai kebebasan eksistensial dalam novel Durga Umayi karya Y.B. Mangunwijaya. Permasalahan yang diangkat adalah tentang kesadaran protagonis perempuan Jawa tersebut tentang tubuhnya dan kesadaran protagonis perempuan Jawa tersebut terkait lecut balik eksistensial yang menghadangnya. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kepustakaan dengan analisis konstekstual yang menggunakan teori bantu feminisme, eksistensialisme, dan lecut balik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa protagonis perempuan Jawa berhasil membalikkan keberadaan ketubuhannya yang terliyankan menjadi keberadaan ketubuhan yang menjadi subjek. Protagonis perempuan Jawa juga berhasil menyiasati secara cerdik lecut balik eksistensial yang menghadang pemikiran dan realisasi pemikirannya tersebut. Namun, di balik kesuksesan eksistensial tersebut, protagonis perempuan Jawa tersebut tetap mengalami lecut balik eksistensial internal serta diombang-ambingkan oleh konsekuensi dari pilihannya untuk mengubah tubuhnya secara total.
Pendekatan Feminis Dekonstruktif-Kultural terhadap Anna and the King Ratna Asmarani
KAJIAN SASTRA Vol 32, No 1 (2008)
Publisher : KAJIAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1235.472 KB)

Abstract

This paper focuses on analyzing the novel entitled Anna and the King using the feminist cultural deconstructive approach. The purposes to dig out the hidden meaning contained in the novel through deconstructive approach from a feminist perspective about two different cultures (British and Siam) that interact for a long time. The result shours that each side -Anna the British woman and King Maha Mongkut of Siam- deconstructs and is deconstructed in the process of interaction. Both, in the long run, have a blend of cultures for their own betterment and for the betterment of the people around them.