This Author published in this journals
All Journal Kandai SALINGKA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUNGKAPAN BUDAYA SUKU ANAK DALAM MELALUI KOSAKATA BAHASA KUBU NFN Ermitati
Kandai Vol 10, No 2 (2014): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.295 KB) | DOI: 10.26499/jk.v10i2.319

Abstract

Bahasa dan budaya merupakan dua aspek  kehidupan manusia yang tidak dapat dipisahkan karena bahasa merupakan  sarana untuk mengekspresikan budaya suatu bangsa.  Hal itu menyebabkan kosakata suatu bahasa menyandikan berbagai kegiatan penuturnya, antara lain, kegiatan sosial, seni, dan budaya. Tulisan ini menjawab pertanyaan: (a)  Bagaimana realitas budaya Suku Anak Dalam yang   tersandi dalam data linguistik bahasa Kubu?  (b) Kosakata apa saja yang dapat menyandikan  budaya  Suku Anak Dalam yang tinggal di Bukit Dua Belas,  pedalaman Provinsi Jambi? Data tulisan ini dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan  teknik perekaman, pemancingan, dan pencatatan. Data dianalisis dengan teori Kramsch (2000), yang menyatakan bahwa bahasa mengungkapkan realitas budaya penutur suatu bahasa.  Tulisan  ini menemukan tiga klasifikasi kosakata yang menyandikan budaya Suku Anak Dalam, yakni (a) kosakata tradisi (b) kosakata pengambilan makanan, (c) kosakata azimat, dan (d) kearifan lokal. Di samping itu, budaya Suku Anak Dalam yang tersandi dalam kosakata  bahasa Kubu, antara lain, basale, melangun, menumbai,  meremu, betilik, berburu, dan penggunaan bendabenda yang berkaitan dengan azimat.
BUDAYA INDONESIA TERSANDI DALAM KOSAKATA BAHASA INDONESIA NFN Ermitati
Salingka Vol 11, No 01 (2014): SALINGKA, EDISI JUNI 2014
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.326 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v11i01.8

Abstract

Bahasa dan budaya merupakan dua aspek kehidupan manusia yang tidak dapat dipisahkan karena bahasa merupakan sarana untuk mengekspresikan budaya suatu bangsa. Kosakata bahasa Indonesia dapat menyandikan budaya bangsa Indonesia. Tulisan ini menjawab pertanyaan tentang kosakata dari kategori apa sajakah yang dapat menyandikan budaya bangsa Indonesia dan unsur konseptual spesifik kebudayaan apa saja yang terdapat dalam kosakata tersebut. Data tulisan ini dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan teknik perekaman, pemancingan, dan pencatatan. Data penelitian ini dianalisis dengan teori model makna dinamis (Kecskes, 2007), yang menyatakan bahwa pengetahuan dunia seseorang dapat tersandi dalam butir leksikal sebagai campuran pengetahuan umum yang dikaitkan dengan pemberian konsep, unsur semantik spesifik kata (peleksikalan pengetahuan dunia), dan unsur konseptual spesifik kebudayaan. Tulisan ini menemukan tiga jenis bentuk bahasa yang menyandikan budaya bangsa Indonesia, yakni pronomina persona kedua tunggal dan jamak, leksem eufemisme, dan leksem idiomatis